Industri kripto kembali diguncang perubahan besar. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sejumlah perusahaan, dipicu oleh adopsi AI yang saat ini semakin masif.
Salah satu sorotan utama adalah Crypto.com, yang memutuskan untuk mengurangi 12 persen dari total karyawan demi mempercepat integrasi kecerdasan buatan dalam operasionalnya.
Crypto.com dan Pivot Menuju AI
Crypto.com, bursa kripto yang berbasis di Singapura, baru-baru ini memperluas layanan AI-nya dan meluncurkan platform agen AI, dan oleh karena itu, CEO Kris Marszalek menyatakan bahwa adopsi ini akan mengurangi pekerja.
“Kami bergabung dengan daftar perusahaan yang mengintegrasikan AI secara menyeluruh. Perusahaan yang tidak melakukan pivot ini segera akan gagal. Perusahaan yang bergerak lambat akan tertinggal,” jelasnya di X, Kamis (19/03/2026).
Keputusan PHK ini kemungkinan berdampak pada sekitar 180 karyawan dari total 1.500 staf. Perusahaan menyatakan langkah ini untuk memfokuskan sumber daya pada area pertumbuhan utama.
Mereka belum mengungkap divisi atau jabatan yang akan terdampak oleh strategi tersebut, dan karyawan serta pengamat menunggu informasi lebih lanjut tentang proses transisi.
Langkah Crypto.com mencerminkan tren di sektor kripto dan teknologi, di mana AI mengubah cara kerja dan menggantikan peran manusia. Kecepatan adopsinya menimbulkan kekhawatiran soal penggantian tenaga kerja di masa depan.
Gelombakng PHK Karena AI Menjadi Tren Industri Teknologi
Crypto.com bukanlah satu-satunya. Beberapa perusahaan besar di sektor kripto dan teknologi juga mulai melakukan gelombang PHK terkait adopsi AI dalam beberapa bulan terakhir.
Misalnya, platform Messari memotong karyawan sebagai bagian dari pivot ke perusahaan AI-first. Sebelumnya, Messari telah mengurangi sekitar 15 persen stafnya pada Januari 2025 dan Februari 2023.
Selain itu, Algorand Foundation, pengelola blockchain Layer-1 Algorand, mengumumkan pengurangan 25 persen staf karena ketidakpastian makroekonomi dan penurunan pasar kripto.
Di sektor teknologi, perusahaan seperti Pinterest memangkas hingga 15 persen staf, Atlassian memotong 10 persen, dan Meta dikabarkan merencanakan PHK hingga 20 persen. Semua langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan menutupi biaya infrastruktur AI yang tinggi.
AI dan Masa Depan Tenaga Kerja Kripto
PHK massal ini menunjukkan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tapi transformasi besar bagi industri kripto. Staf terdampak harus siap menghadapi dinamika kerja baru.
Meski AI menjanjikan efisiensi dan inovasi, gelombang PHK menjadi pengingat bahwa teknologi dan juga tenaga kerja manusia harus menemukan keseimbangan baru.
Industri kripto dan juga teknologi kini berada di persimpangan penting antara pertumbuhan teknologi dan keberlanjutan tenaga kerja manusia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



