Dunia meme coin kembali memanas. Kali ini, salah satu rapper ternama, Iggy Azalea, disorot setelah proyek kripto MOTHER yang ia promosikan terseret gugatan di Amerika Serikat.
Sorotan ini muncul bukan tanpa alasan. MOTHER sempat menjadi salah satu koin meme yang viral sepanjang 2024, didorong oleh hype selebriti hingga janji integrasi pembayaran digital yang cukup ambisius.
Investor Klaim Janji MOTHER Tidak Sesuai Realita
Gugatan ini diajukan di pengadilan AS oleh Kenneth Kolbrak pada Senin (04/05/2026). Dalam dokumen gugatan, Kolbrak mengaku membeli MOTHER setelah melihat berbagai pernyataan publik mengenai utilitas dan masa depan proyek tersebut.
Menurut gugatan, MOTHER dipromosikan sebagai token utama dalam ekosistem bisnis yang mencakup layanan telekomunikasi, kasino online, merchandise, hingga hiburan digital. Namun, berbagai janji tersebut dinilai tidak terealisasi sesuai promosi awal.
“Klaim tersebut bersifat terbatas, tidak lengkap, kontradiktif, sementara, atau tidak benar-benar diwujudkan secara berkelanjutan. Sementara itu, ketentuan dan dampak dari pengaturan dukungan pasar tidak pernah diungkapkan kepada konsumen,” jelas pihak penggugat.

Kolbrak juga mengaku tidak akan membeli token meme tersebut, atau setidaknya tidak dengan harga yang sama, apabila mengetahui bahwa berbagai klaim utilitas itu belum sepenuhnya terealisasi.
Meski begitu, gugatan ini tidak secara langsung menyebut MOTHER sebagai sekuritas ilegal. Fokus utama gugatan lebih mengarah pada dugaan pemasaran menyesatkan serta isu perlindungan konsumen.
Kasus ini menarik perhatian karena MOTHER sempat dipromosikan besar-besaran saat tren meme coin selebriti ramai pada 2024. Proyek tersebut mencuri perhatian pasar lewat berbagai janji ambisius.
Iggy Azalea Terseret, Utilitas MOTHER Dipertanyakan
Salah satu poin utama dalam gugatan Kenneth menyoroti platform kasino online bernama MOTHERLAND. Platform tersebut sebelumnya dipromosikan sebagai kasino yang “ditenagai” oleh koin meme MOTHER.
Namun, gugatan menyebut bahwa saat MOTHERLAND diluncurkan pada Januari 2025, sistem pembayarannya justru menggunakan Tether untuk taruhan, bonus, hingga penyelesaian transaksi, bukan token MOTHER seperti yang dipromosikan sebelumnya.
Tidak hanya itu, klaim integrasi pembayaran dengan Unreal Mobile juga ikut dipertanyakan. Pada Juni 2024, Iggy Azalea sempat menyebut holder MOTHER dapat membeli smartphone dan paket seluler menggunakan token MOTHER maupun Solana.
“Besok saya akhirnya akan meluncurkan kembali perusahaan telekomunikasi yang saya dirikan bersama. Kalian nantinya bisa membeli ponsel maupun paket seluler bulanan menggunakan MOTHER atau SOL,” ujar Iggy Azalea di X pada 2024 lalu.

Kini, penggugat menilai tidak ada integrasi pembayaran publik yang berjalan secara permanen di platform Unreal Mobile hingga gugatan diajukan. Meski begitu, tuduhan tersebut masih berupa klaim hukum dan belum diuji secara resmi di pengadilan.
Di sisi lain, gugatan juga menyinggung hubungan proyek meme coin MOTHER dengan market maker ternama di industri kripto. Investor menilai risiko dan detail kerja sama tersebut tidak dijelaskan secara transparan kepada publik.
“Ekosistem tersebut juga dipromosikan akan didukung oleh lingkungan perdagangan yang dikelola secara profesional dengan bantuan dua perusahaan market maker ternama di industri kripto, yakni Wintermute dan DWF Labs,” tulis pihak penggugat.
Meme Coin MOTHER Melejit Saat Viral, Kini Terpuruk
MOTHER pertama kali diluncurkan pada Mei 2024 dan sempat mengalami lonjakan besar hanya dalam hitungan minggu. Pada pertengahan Juni 2024, market cap koin ini menembus angka US$136 juta.
Momentum itu semakin kuat setelah pengumuman kerja sama dengan DWF Labs pada Juli 2024. Kala itu, harga token MOTHER sempat melonjak lebih dari 20 persen sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
Namun, seiring meredanya hype meme coin selebriti, nilai proyek tersebut perlahan menyusut drastis. Kini, berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar meme coin MOTHER hanya tersisa sekitar US$1,4 juta.
Hingga laporan ini ditulis, Iggy Azalea belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut. Sementara itu, pihak penggugat diwakili oleh Burwick Law, firma hukum yang juga menangani sejumlah kasus proyek kripto lainnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


