Pada 18 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act atau GENIUS Act.
Undang-undang (UU) tersebut untuk kali pertama membentuk kerangka federal khusus bagi penerbit stablecoin pembayaran di AS. Satu tahun kemudian, pasar stablecoin memang lebih besar dan semakin dekat dengan sistem keuangan biasa.
Namun, sebagian besar perubahan regulasinya masih berada pada tahap implementasi, sehingga pertumbuhan pasar belum dapat sepenuhnya dianggap sebagai hasil langsung dari undang-undang tersebut.
GENIUS Act mengharuskan stablecoin pembayaran memiliki cadangan sedikitnya 100 persen dalam bentuk aset likuid yang diizinkan, seperti dolar AS dan surat utang pemerintah jangka pendek. Penerbit juga harus menerbitkan laporan komposisi cadangan setiap bulan serta menyediakan mekanisme penebusan token dengan nilai yang dipatok.
Selain itu, hanya penerbit berizin yang nantinya dapat menerbitkan stablecoin pembayaran di AS. Ketentuan tersebut dirancang untuk mengurangi risiko penarikan massal sekaligus memberi pengguna kepastian mengenai aset yang menopang setiap token.
Meskipun telah disahkan selama satu tahun, GENIUS Act belum sepenuhnya berlaku. Tanggal efektifnya ditetapkan pada waktu yang lebih awal antara 18 bulan setelah pengesahan atau 120 hari setelah regulator federal menerbitkan aturan pelaksana final. Hingga pertengahan 2026, beberapa aturan yang dibutuhkan masih berstatus proposal.
Pertumbuhan Stablecoin Belum Mengubah Peta Persaingan
Data The Fed menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin mencapai US$317 miliar pada 6 April 2026, tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan awal 2025. Pertumbuhan tersebut bertepatan dengan pengesahan GENIUS Act, peningkatan aktivitas aset kripto, serta integrasi stablecoin ke berbagai layanan keuangan.
Namun, kapitalisasi pasar mulai mendatar pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026, sehingga ekspansi yang terjadi tidak berlangsung secara konsisten. Pertumbuhan itu juga belum menghasilkan perubahan besar dalam kepemimpinan pasar.
Data RWA.xyz pada 2026 masih menempatkan USDT dan USDC sebagai dua stablecoin terbesar, dengan nilai gabungan yang mendominasi keseluruhan pasokan. Dengan demikian, kejelasan regulasi belum langsung menciptakan kompetisi yang lebih merata di antara penerbit.

Perubahan yang lebih jelas terlihat pada standar operasional yang sedang dibangun. Pada Februari 2026, Office of the Comptroller of the Currency mengusulkan aturan mengenai perizinan, manajemen cadangan, likuiditas, penebusan, tata kelola, manajemen risiko, serta pengawasan penerbit di bawah yurisdiksinya.
OCC kemudian mengusulkan laporan mingguan dan kuartalan yang akan memberikan regulator gambaran lebih rinci mengenai kondisi setiap penerbit.
Departemen Keuangan AS juga mulai menerjemahkan GENIUS Act menjadi kewajiban kepatuhan. Proposal April 2026 mengharuskan penerbit membangun program anti-pencucian uang (AML) dan kepatuhan sanksi.
Sementara itu, proposal bersama lima regulator pada Juni 2026 mengatur program identifikasi pelanggan yang sebanding dengan persyaratan bagi bank dan credit union.
Dari Produk Kripto Menuju Infrastruktur Keuangan
Kerangka hukum baru ikut mengurangi ketidakpastian yang sebelumnya menghambat keterlibatan bank. Pada Mei 2026, OCC menyetujui rencana sebuah bank untuk membentuk anak perusahaan stablecoin yang menangani penerbitan, penyimpanan, konversi dan pembayaran berbasis dolar AS.
Persetujuan tersebut menunjukkan bahwa stablecoin mulai diperlakukan sebagai layanan keuangan yang dapat dijalankan melalui struktur perbankan formal, bukan hanya sebagai produk perusahaan kripto.
Akan tetapi, peningkatan kapitalisasi tidak otomatis membuktikan bahwa stablecoin telah digunakan secara luas untuk membeli barang atau mengirim remitansi.
Visa Onchain Analytics harus menyaring transfer yang berasal dari bot, kontrak pintar, arbitrase dan aktivitas berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan volume transaksi yang telah disesuaikan.
Data Visa juga menunjukkan bursa terpusar (CEX) masih menjadi kategori terbesar yang dapat diidentifikasi dalam volume stablecoin yang disesuaikan pada 2024.
Karena itu, perubahan paling penting satu tahun setelah GENIUS Act bukanlah peralihan penuh dari perdagangan kripto menuju pembayaran sehari-hari. Perubahan utamanya adalah munculnya fondasi hukum bagi stablecoin yang didukung cadangan likuid, dapat ditebus, diawasi dan diintegrasikan dengan lembaga keuangan.
Pasarnya telah berkembang, tetapi aturan akhir, penerbit berizin dan bukti penggunaan pembayaran yang lebih luas masih diperlukan sebelum dampak penuh UU tersebut dapat dinilai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


