Pemerintah Georgia resmi menjalin kemitraan dengan Hedera untuk memulai modernisasi layanan registry publik negara tersebut menggunakan teknologi blockchain.
Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehakiman Georgia dan Hedera, yang bertujuan memperkuat infrastruktur National Agency of Public Registry (NAPR).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi layanan publik yang terus meluas di Georgia. Upaya ini dipandang penting karena menyasar peningkatan keamanan data, transparansi catatan hak milik, serta percepatan proses administrasi properti.
Berdasarkan laporan media lokal Trend, Kementerian Kehakiman Georgia menilai bahwa teknologi distributed-ledger dapat membantu meningkatkan reliabilitas data registry publik serta meminimalkan potensi manipulasi.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengevaluasi kemungkinan memigrasikan data NAPR ke jaringan blockchain.
Pemerintah menyatakan bahwa proses tersebut dilakukan secara bertahap, sesuai kesiapan sistem serta kebutuhan integrasi dengan layanan publik yang sudah berjalan. Hedera akan memberikan dukungan teknis dalam analisis, perancangan, dan pengujian sistem.
Georgia Perluas Transformasi Digital Lewat Teknologi Blockchain
NAPR menjadi pusat perhatian dalam inisiatif ini karena lembaga tersebut mengelola layanan pendaftaran properti, kepemilikan, dan dokumen publik penting lainnya. Pemerintah menjelaskan bahwa modernisasi ini bertujuan memperkuat perlindungan hak milik warga, sekaligus meningkatkan transparansi prosedur pendaftaran.
Dengan memanfaatkan blockchain, data catatan publik dapat disimpan secara terdistribusi sehingga lebih sulit diubah tanpa jejak, dan lebih mudah diverifikasi kapan pun.
Kerja sama dengan Hedera bukan langkah pertama Georgia dalam memanfaatkan teknologi terdesentralisasi. Pada 2016, NAPR telah menguji integrasi sistem registry tanah dengan menggabungkan blockchain privat dan verifikasi melalui blockchain publik seperti Bitcoin.
Model tersebut memungkinkan masyarakat mengecek keaslian sertifikat tanah secara independen melalui sistem digital. Reformasi tersebut sempat mendapat pengakuan internasional, termasuk dari laporan World Bank yang menempatkan Georgia sebagai salah satu negara dengan proses registrasi properti paling efisien.
Kini, program digitalisasi itu diperluas dengan teknologi yang lebih modern. Pemerintah menyebutkan bahwa opsi lanjutan yang tengah dipertimbangkan meliputi tokenisasi aset properti dan penggunaan kontrak pintar dalam transaksi jual beli maupun hipotek. Dengan opsi tersebut, transaksi dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan transparan.
Kontrak Pintar Percepat Proses Transaksi Properti
NAPR sebelumnya telah menghadirkan layanan kontrak pintar berbasis identifikasi elektronik untuk warga, termasuk diaspora Georgia. Layanan ini memungkinkan transaksi properti dan hipotek dilakukan secara remote tanpa kehadiran fisik, selama identitas dapat diverifikasi melalui sistem AI yang disediakan.
Pemerintah melaporkan bahwa proses transaksi dapat diselesaikan hanya dalam sekitar 30 menit, berbeda jauh dari prosedur manual yang membutuhkan lebih banyak waktu dan verifikasi.
Melalui kolaborasi baru ini, Hedera akan bekerja sama dengan NAPR untuk menganalisis bagaimana kontrak pintar dan tokenisasi aset dapat diintegrasikan ke dalam layanan publik.
Pemerintah menilai bahwa peningkatan efisiensi tersebut sangat relevan di tengah meningkatnya kebutuhan digitalisasi dan akses layanan publik jarak jauh.
Pemerintah Georgia menyatakan bahwa implementasi sistem berbasis blockchain dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kebutuhan keamanan siber, serta kapasitas lembaga publik yang terlibat. Meskipun belum ada jadwal resmi peluncuran penuh, fase evaluasi teknologi bersama Hedera telah dimulai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



