Gila! Clipper Timothy Ronald Ternyata Gunakan 8 HP Sekaligus

Nama Timothy Ronald tengah menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan kasus penipuan yang menyeretnya melalui Akademi Crypto. Di balik popularitas tersebut, terdapat peran clipper yang selama ini jarang disorot. 

Fakta menarik pun terungkap, clipper yang mengelola konten Timothy Ronald disebut menggunakan hingga delapan ponsel sekaligus untuk mendukung aktivitas distribusi dan viralitas konten di media sosial.

Clipper Timothy Ronald Gunakan 8 HP

Berdasarkan sebuah video pendek yang diunggah akun TikTok Timothyshortform pada Kamis (18/12/2025), terlihat sosok Timothy Ronald hadir sebagai tamu podcast Atta Halilintar. Dalam tayangan ini, Timothy membahas berbagai hal, mulai dari karier hingga kehidupan personalnya.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada pengakuannya terkait sebuah proyek besar yang ia gagas, yakni Project Swarm. Proyek ini disebut dirancang untuk mendominasi laman For You Page (FYP) TikTok dalam waktu singkat.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Waduh! Salah Satu Bisnis Milik Timothy Ronald Gulung Tikar

Strategi yang digunakan pendiri Akademi Crypto ini terbilang tidak lazim. Berbeda dengan banyak pihak yang mengandalkan agensi, Timothy mengaku menjalankan strategi tersebut secara mandiri.

“Ada sebuah project gua ciptain namanya Project Swarm. Jadi itu gua mau kuasain FYP dalam waktu tiga bulan, makanya gua bikin full system-nya,” tegas Timothy dalam cuplikan video tersebut.

Timothy Ronald, Kisah Sukses Sang Raja Kripto Indonesia

Sosok yang dikenal sebagai raja kripto Indonesia itu menjelaskan bahwa untuk menjangkau audiens yang lebih luas, ia mempekerjakan puluhan orang dalam satu kantor dengan tugas utama memproduksi dan menyebarkan video pendek.

“40 karyawan waktu itu full time di kantor, clipper pakai handphone. Satu orang bisa pegang 8 HP karena di TikTok ada limitasi akun. Jadi gua pakai strategi itu dengan beberapa akun, satu handphone, dan gua juga manfaatin AI,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Rugi, Korban Akademi Crypto Klaim Alami Intimidasi

Namun, pendiri kelas edukasi Akademi Crypto tersebut menjelaskan bahwa proyek ini tidak bertahan lama dan saat itu tengah fokus mengembangkan media lain sebelum strategi tersebut kembali diterapkan.

Strategi Flexing dan Distribusi ala Raja Kripto Indonesia

Tak hanya dikenal lewat strategi distribusi konten yang masif, Timothy Ronald juga identik dengan gaya promosi yang blak-blakan dan penuh percaya diri. Karakter tersebut membuat namanya cepat dikenal luas.

Gaya komunikasi yang frontal kerap memicu pro dan kontra. Seiring meningkatnya eksposur di media sosial, Timothy beberapa kali disebut bersinggungan dengan berbagai pihak, termasuk komunitas di luar kripto.

Popularitas tersebut turut diperkuat oleh gaya flexing sederhana namun efektif. Salah satu frasa yang melekat di ingatan publik adalah “McLaren lu warna apa bos?”, yang kemudian menjadi simbol citra kemewahan sekaligus alat pemasaran yang mudah viral.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

Strategi ini mampu memperluas jangkauan audiens dalam waktu singkat. Namun, seiring berjalannya waktu, pendekatan tersebut mulai menuai sorotan yang lebih kritis, terutama ketika muncul tudingan dan laporan dugaan penipuan dari sejumlah pihak.

Terjawab! Aksi Flexing Timothy Ronald Jadi Alasan Korban Ikut Akademi Crypto

Kini, Timothy Ronald menghadapi tekanan setelah mantan member Akademi Crypto mengaku mengalami kerugian dan melaporkannya ke kepolisian. Hal ini menandai berakhirnya promosi yang mengangkat namanya, sekaligus membuka babak baru yang akan menentukan arah reputasinya ke depan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia