Gila! Crypto Exchange Asal Korsel Salah Kirim 2.000 BTC ke 695 Orang

Pasar kripto dibuat geger pada pekan ini setelah sebuah kesalahan internal di bursa kripto Bithumb memicu insiden langka. Ratusan pengguna tiba-tiba menerima Bitcoin dalam jumlah besar akibat kekeliruan sistem, memicu gejolak harga dan kepanikan pasar.

Salah Input, 695 Pengguna Bithumb Dapat 2.000 BTC

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (07/02/2026), Bithumb mengakui kesalahan fatal saat proses distribusi hadiah event. Alih-alih mengirimkan hadiah kecil senilai 2.000 won Korea atau US$1,4, sistem justru mengkreditkan BTC dalam jumlah besar kepada para pengguna.

“Dalam proses pembayaran hadiah acara, terjadi kesalahan dalam memasukkan jumlah Bitcoin sehingga menyebabkan kelebihan pembayaran Bitcoin kepada sejumlah pelanggan,” tulis Bithumb dalam pernyataan resminya.

Kesalahan tersebut terjadi sehari sebelumnya ketika hadiah event dibagikan kepada 695 orang. Sekitar 20 menit kemudian, tim internal mendeteksi kejanggalan. Transaksi dan penarikan pun diblokir, dengan seluruh pembatasan rampung dalam lima menit berikutnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Bos Coinbase: Investor Ritel Diam-diam Serok BTC dan ETH

Namun, dalam rentang waktu singkat itu, sebagian pengguna sempat menjual Bitcoin yang mereka terima. Tekanan jual mendadak inilah yang memicu anjloknya harga BTC hingga ke bawah US$60.000 di platform Bithumb.

Bithumb Tekankan Bukan Isu Peretasan

Bithumb menyatakan sistem pengendalian transaksi abnormal mereka bekerja dengan cepat. Dalam waktu 35 menit sejak insiden, transaksi dan penarikan dari seluruh akun terdampak berhasil dibekukan. Hasilnya, lebih dari 99 persen Bitcoin yang salah kirim berhasil dipulihkan.

10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik yang Diawasi OJK

Dari total 620.000 BTC yang keliru dibayarkan oleh crypto exchange tersebut, sekitar 618.212 BTC atau setara 99,7 persen telah berhasil dikembalikan. Sekitar 1.788 BTC sempat dijual, namun 93 persen dari nilai aset tersebut juga telah berhasil dipulihkan.

“Kami ingin menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal maupun pelanggaran keamanan apa pun, serta tidak menimbulkan masalah terhadap keamanan sistem maupun pengelolaan aset pelanggan,” tegas pihak bursa.

BACA JUGA:  Konflik Iran Memanas, Apa AS Bisa Menyita BTC Negara Ini?

Dalam pernyataan lanjutan, Bithumb menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna dan mengakui insiden ini mencederai prinsip integritas. Kasus tersebut telah dilaporkan ke otoritas terkait dan kini berada dalam pengawasan Financial Supervisory Service (FSS) Korea Selatan.

Sebagai tanggung jawab, bursa crypto asal Korsel ini menyiapkan kompensasi bagi pengguna yang mengalami kerugian akibat panic sell. Kerugian pelanggan diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar won Korea per 7 Februari 2026 dan akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait