Gila! Polymarket Jadikan OpenAI dan SpaceX Ajang Prediksi

Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, resmi meluncurkan pasar prediksi baru yang berfokus pada valuasi perusahaan private besar seperti OpenAI, SpaceX, Anthropic, hingga Anduril Industries.

Lewat fitur tersebut, pengguna kini dapat berspekulasi apakah valuasi perusahaan-perusahaan itu mampu mencapai level tertentu hingga akhir 2026.

Peluncuran pasar baru itu menandai ekspansi besar Polymarket di luar topik politik, olahraga, dan geopolitik yang selama ini mendominasi aktivitas perdagangan platform tersebut.

Berdasarkan laporan Financial Times pada Selasa (19/5/2026), Polymarket disebut menggunakan referensi data dari Nasdaq Private Market agar acuan valuasi perusahaan private lebih mendekati kondisi pasar sekunder yang sebenarnya.

Pasar OpenAI dan SpaceX Meledak di Polymarket

Pasar prediksi untuk OpenAI dan SpaceX menjadi salah satu kontrak yang paling ramai diperdagangkan di Polymarket dalam beberapa hari terakhir. Trader mulai berspekulasi apakah OpenAI mampu mencapai valuasi US$1 triliun di tengah pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan global.

BACA JUGA:  Tentara Amerika Didakwa Usai Menang Taruhan di Polymarket Setara Rp7 Miliar

Sementara itu, SpaceX juga disebut menjadi perhatian besar pasar karena ekspansi bisnis satelit Starlink dan proyek antariksa perusahaan tersebut dinilai masih membuka peluang pertumbuhan valuasi yang signifikan.

Selain OpenAI dan SpaceX, pasar untuk Anthropic juga mulai mengalami peningkatan aktivitas perdagangan. Beberapa trader menilai perusahaan AI tersebut berpotensi mengalami lonjakan valuasi baru apabila berhasil mendapatkan pendanaan tambahan dalam waktu dekat.

CEO Polymarket, Shayne Coplan, menyebut fitur baru ini sebagai langkah untuk membuka akses yang lebih luas terhadap private market yang selama ini didominasi investor besar dan venture capital.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Kami ingin menghadirkan cara baru bagi publik untuk memahami ekspektasi pasar terhadap perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia,” ujar Coplan.

Volume perdagangan pasar baru Polymarket tersebut telah meningkat cukup cepat hanya beberapa hari setelah diluncurkan. Hal itu memperlihatkan minat investor ritel terhadap pasar prediksi berbasis valuasi perusahaan private mulai berkembang, terutama di sektor AI dan teknologi pertahanan.

BACA JUGA:  Hantavirus Disorot, Posisi “Yes” di Taruhan Pandemi Polymarket Tembus 69 Persen

Pasar Prediksi Makin Ramai, Risiko Ikut Disorot

Di tengah ekspansi tersebut, pasar prediksi seperti Polymarket juga mulai menjadi perhatian lebih luas di AS.

Regulator federal melalui Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dilaporkan telah menggugat negara bagian Minnesota setelah wilayah tersebut mengesahkan aturan yang melarang platform pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mulai Agustus 2026.

Dalam gugatan tersebut, CFTC menilai pasar prediksi masuk kategori derivatif yang berada di bawah pengawasan regulator nasional sehingga aturan negara bagian dianggap bertentangan dengan hukum federal.

Selain persoalan hukum, kekhawatiran terhadap dampak sosial pasar prediksi juga ikut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah pakar “kecanduan judi” menilai platform seperti Polymarket kini semakin menyerupai sportsbook modern karena memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap politik, olahraga, cuaca, hingga berbagai berita global secara real-time.

Beberapa bahkan menyebut terdapat pengguna yang mengalami kerugian finansial serius akibat terlalu aktif melakukan trading di pasar prediksi. Meski begitu, Polymarket tetap menegaskan bahwa platform mereka berbeda dengan perjudian tradisional karena menggunakan mekanisme pasar finansial berbasis probabilitas dan pergerakan harga.

BACA JUGA:  Trader Mulai Borong XRP? Data Baru Ini Kasih Petunjuk Kuat

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait