Gila! Whale XRP Borong Rp840 Miliar Koin Saat Harga Lagi Lesu

Pergerakan besar whale XRP kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant mengungkap adanya arus keluar XRP senilai sekitar US$49,2 juta, setara Rp840 miliar, dari bursa Binance pada Jumat (22/5/2026).

Pergerakan tersebut terjadi ketika harga XRP diperdagangkan di bawah US$1,35, area yang dalam beberapa bulan terakhir berulang kali dikaitkan dengan aktivitas akumulasi whale XRP.

Data on-chain menunjukkan para holder besar justru menarik XRP keluar dari bursa saat kondisi pasar sedang lesu, bukan ketika harga sedang mengalami reli besar.

Situasi ini dinilai cukup penting karena Binance masih menjadi salah satu pusat likuiditas utama perdagangan XRP global. Dalam beberapa bulan terakhir, pola whale XRP menarik aset dari Binance terus muncul di zona harga yang hampir sama, yakni sekitar US$1,35 hingga US$1,40.

Whale Berulang Kali Serok XRP di Area yang Sama

Amr Taha mengungkap bahwa sinyal pada 22 Mei bukanlah aksi whale satu-satunya. Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Binance juga mencatat negative whale netflow sebesar sekitar US$60,7 juta ketika harga XRP berada di kisaran US$1,38. Lalu pada 6 Maret, arus keluar whale XRP kembali muncul dengan nilai sekitar US$35,5 juta di area harga serupa.

XRP Whale 25 mei

Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 26 Maret, Binance kembali mencatat negative whale netflow sekitar US$37 juta ketika XRP diperdagangkan di dekat US$1,37. Empat sinyal berbeda dengan pola yang hampir identik membuat area US$1,35 hingga US$1,40 kini dianggap sebagai salah satu zona akumulasi whale XRP paling jelas sepanjang 2026.

BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Masuk Zona Bahaya, Bisa Rontok ke Sini

Menurut Amr Taha, pola tersebut memperlihatkan bahwa sebagian holder besar kemungkinan melihat area harga saat ini sebagai value zone untuk melakukan akumulasi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Ketika whale netflow berubah negatif di Binance, itu menunjukkan holder besar memindahkan XRP keluar dari bursa alih-alih menyiapkannya untuk dijual,” ungkap Amr Taha.

Meski begitu, ia juga mengingatkan bahwa arus keluar whale XRP belum otomatis menjamin harga akan langsung rebound. Menurutnya, pengurangan potensi tekanan jual memang bisa menjadi sinyal positif, tetapi arah pergerakan XRP selanjutnya tetap membutuhkan konfirmasi dari price action dan momentum pasar secara keseluruhan.

Saat artikel ini disusun, area US$1,35 hingga US$1,40 masih menjadi zona yang paling diperhatikan trader XRP. Banyak pelaku pasar kini memantau apakah area tersebut kembali mampu memicu pantulan harga seperti yang beberapa kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Risiko XRP Turun ke US$1 Masih Membayangi

Di tengah munculnya akumulasi whale XRP, sejumlah analis teknikal menilai risiko koreksi lanjutan masih belum sepenuhnya hilang. Analis ChartNerd menyoroti XRP yang secara historis selalu melakukan sweep ke lower regression band pada time frame dua mingguan setiap kali pasar memasuki fase bear market besar.

XRP analisis terbaru 25 mei

Pada grafik di atas, pola tersebut terlihat konsisten terjadi pada siklus 2014–2015, 2018–2020, hingga 2022–2023 sebelum XRP akhirnya membentuk dasar siklus baru dan memulai rebound besar berikutnya.

BACA JUGA:  Harga Kripto 7 Mei 2026: Diam Sebelum Gila-gilaan, 5 Altcoin Ini Mulai Kasih Kode

Menurutnya, struktur harga XRP saat ini mulai kembali menyerupai pola bearish cyclical structure yang pernah muncul pada siklus-siklus sebelumnya.

ChartNerd menjelaskan bahwa lower regression band XRP untuk siklus 2026 kini berada di area sekitar US$1. Zona tersebut dianggap sebagai area potensial sweep low apabila tekanan bearish kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Ia juga menilai XRP sejauh ini belum menunjukkan bearish trend flip penuh seperti pada siklus bear market sebelumnya, sehingga peluang penurunan menuju area lower band masih tetap terbuka.

Meski demikian, ChartNerd menilai area US$1 justru bisa menjadi titik penting pembentukan bottom besar apabila pola historis kembali terulang. Dalam beberapa siklus sebelumnya, sweep ke lower regression band sering menjadi fase akhir koreksi sebelum XRP memasuki tren bullish baru.

XRP Mulai Keluar dari Fase Akumulasi Panjang?

Sementara itu, analis Emilio Bojan melihat XRP mulai memperlihatkan perubahan struktur pasar setelah munculnya large-scale short closings yang disertai peningkatan pembukaan posisi long baru.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan tekanan bearish mulai melemah sementara buyer perlahan kembali mengambil alih momentum pasar.

XRP akumulasi 25 mei

Dalam grafik mingguan yang dibagikannya, Emilio menyebut XRP mulai keluar dari fase akumulasi panjang yang selama beberapa bulan terakhir menahan harga di area konsolidasi.

BACA JUGA:  Udinus Cetak Sejarah, 841 Lulusan Kantongi Ijazah Blockchain

Ia menyoroti bahwa area akumulasi besar sebelumnya terbentuk di kisaran US$0,28 hingga US$0,70 sebelum akhirnya memicu reli besar menuju area di atas US$2 pada akhir 2025.

Menurut Emilio, struktur serupa kini kembali muncul setelah XRP bergerak dalam range akumulasi baru di kisaran US$1,30 hingga US$2,30 sepanjang beberapa bulan terakhir.

Ia juga melihat pola compression berbentuk segitiga kecil mulai terbentuk di bagian akhir struktur tersebut, yang sering dianggap sebagai sinyal fase akumulasi mulai mendekati tahap akhir.

Dalam proyeksinya, Emilio Bojan memperkirakan XRP dapat memasuki fase acceleration apabila breakout berhasil terjadi dari area konsolidasi saat ini. Resistance penting terdekat disebut berada di sekitar US$2,03 lalu US$5,06 sebelum menuju target lanjutan di kisaran US$12 hingga area ekstrem sekitar US$29.

Meski memiliki proyeksi bullish jangka panjang, Emilio tetap mengingatkan bahwa area US$1,30 hingga US$1 kini menjadi support psikologis utama yang wajib dipertahankan. Apabila area tersebut gagal dijaga, tekanan bearish dinilai masih bisa kembali mendominasi pergerakan XRP dalam jangka menengah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait