Glassnode: Institusi Lebih Hati-hati, Pasar Bitcoin Bergerak Menuju Stabilitas

Pasar Bitcoin memasuki fase yang lebih stabil dan tahan guncangan pada awal 2026 setelah melalui koreksi tajam sepanjang kuartal keempat 2025.

Hal ini terungkap dalam laporan kolaborasi antara Coinbase Institutional dan Glassnode bertajuk Charting Crypto Q1 2026, yang dirilis pada Selasa (27/1/2026). Laporan tersebut menilai bahwa proses pembersihan leverage berlebih telah memperkuat struktur pasar dan mengurangi risiko volatilitas ekstrem.

Glassnode mencatat bahwa koreksi besar di akhir 2025 telah menghilangkan posisi spekulatif berisiko tinggi di pasar derivatif. Dampaknya, pasar Bitcoin kini lebih siap menghadapi tekanan makroekonomi tanpa memicu gelombang likuidasi berantai.

Investor institusional pun mulai mengadopsi pendekatan yang lebih konservatif dalam mengelola eksposur mereka.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan struktur yang lebih bersih setelah periode deleveraging besar pada 2025. Mayoritas institusi kini lebih mengutamakan strategi lindung nilai dibandingkan penggunaan leverage tinggi,” tulis laporan tersebut.

Koreksi Pasar Bitcoin 2025 Bersihkan Leverage Berlebih

Koreksi pasar yang terjadi pada kuartal keempat 2025 menjadi titik balik bagi pasar Bitcoin. Pada periode tersebut, harga mengalami tekanan signifikan yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Posisi leverage tinggi, khususnya pada kontrak perpetual futures, terhapus dari sistem secara bertahap.

BACA JUGA:  Kisah I-COIN Wirda Mansur: Pernah Bersinar, Kini Tinggal Cerita?

Glassnode mencatat bahwa rasio leverage terhadap total kapitalisasi pasar kripto non-stablecoin turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat pasar Bitcoin tidak lagi rentan terhadap efek domino yang sebelumnya kerap memperparah penurunan harga.

Selain itu, data menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan kini lebih didominasi oleh pelaku jangka menengah dan panjang. Perubahan ini mencerminkan berkurangnya partisipasi spekulan jangka pendek yang mengandalkan volatilitas ekstrem.

Coinbase Institutional dalam laporannya menyebutkan bahwa stabilitas tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pasar.

Deleveraging yang terjadi telah memperkuat ketahanan pasar Bitcoin terhadap guncangan eksternal,” tulis laporan tersebut.

NUPL dan Sentimen Investor Masih Hati-Hati

Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menjadi salah satu metrik utama yang dianalisis dalam laporan ini. NUPL Bitcoin sempat turun dari zona “Belief” ke fase “Anxiety” selama koreksi 2025, yang menandakan meningkatnya kehati-hatian investor.

NUPL Bitcoin

Memasuki awal 2026, NUPL bergerak relatif stabil di level yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas investor masih berada dalam posisi untung, namun belum menunjukkan optimisme berlebihan. Sentimen pasar Bitcoin saat ini berada pada fase konsolidasi, bukan euforia maupun kepanikan.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Dominasi Bursa, Alarm Bahaya Nyala

Menurut Glassnode, stabilnya NUPL mencerminkan psikologi pasar yang lebih rasional. Investor cenderung menahan asetnya sambil menunggu kepastian arah tren berikutnya. Kondisi ini sejalan dengan menurunnya aktivitas spekulatif di berbagai platform perdagangan.

Data on-chain juga menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang mulai melakukan redistribusi secara terbatas. Sebagian koin berpindah tangan, namun tidak dalam skala yang mencerminkan aksi jual panik.

Tekanan Jatuh Tempo Opsi Jadi Ujian Jangka Pendek

Di tengah struktur pasar yang semakin stabil, pasar Bitcoin dalam waktu dekat juga menghadapi ujian penting dari sisi derivatif.

Data terbaru Deribit menunjukkan bahwa kontrak opsi Bitcoin dengan nilai total sekitar US$10,8 miliar akan jatuh tempo pada Jumat pekan ini. Peristiwa tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga dalam jangka pendek.

Opsi BTC

Menjelang jatuh tempo, struktur posisi di pasar opsi masih menunjukkan keunggulan relatif pada kubu bearish, kecuali jika pelaku pasar bullish mampu mendorong harga Bitcoin menembus area US$90.000 sebelum kontrak berakhir. Meski demikian, dari sisi minat terbuka, opsi beli masih mendominasi.

Nilai total call options tercatat mencapai sekitar US$6,6 miliar, lebih besar dibandingkan put options yang berada di kisaran US$4,2 miliar. Namun, dominasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kontrol pasar oleh pihak bullish, mengingat sebagian posisi digunakan sebagai bagian dari strategi lindung nilai.

BACA JUGA:  Open Interest Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah Oktober 2024, Ini Artinya

Dalam hal pangsa pasar, bursa derivatif Deribit masih menjadi pemain utama dengan menguasai sekitar 78,7 persen volume opsi Bitcoin global. Posisi berikutnya ditempati oleh OKX dengan 6,3 persen dan Chicago Mercantile Exchange (CME) sebesar 5 persen.

Data juga menunjukkan bahwa kurang dari 17 persen open interest pada call options yang jatuh tempo pada 30 Januari di Deribit berada di bawah level US$92.500.

Sementara itu, mengingat harga terendah Bitcoin dalam dua bulan terakhir berada di sekitar US$84.000, sejumlah opsi di bawah level US$70.000 dinilai lebih banyak digunakan untuk strategi derivatif kompleks dan pengelolaan risiko, bukan semata-mata untuk spekulasi kenaikan harga.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia