Global AI Show Abu Dhabi 2025 Tegaskan Arah Masa Depan AI Global

Global AI Show Abu Dhabi 2025 berakhir dan menegaskan perannya sebagai salah satu forum dalam membahas masa depan AI. Acara ini menjadi ruang yang mempertemukan inovasi teknologi dengan kolaborasi kebijakan, industri, dan kecerdasan buatan.

Digelar pada 8–9 Desember 2025 di Space42 Arena, Abu Dhabi, ajang ini diselenggarakan oleh VAP Group dengan dukungan Times of AI. Lebih dari 5.000 peserta dan 100 pembicara dari berbagai negara, mencakup pembuat kebijakan, pemimpin industri, peneliti, investor, hingga startup.

Sejalan dengan AI Strategy 2031 Uni Emirat Arab, Global AI Show memperkuat posisi Abu Dhabi sebagai pusat inovasi dan adopsi AI global. Forum ini tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mendorong implementasi nyata AI di berbagai sektor pemerintahan dan industri.

Konvergensi Global dan Kepemimpinan Visioner

Peserta dari sektor pemerintahan, perusahaan, startup, lembaga riset, investor, dan penyedia teknologi berkumpul dalam satu ekosistem. Hal ini menegaskan bahwa AI telah melampaui tahap eksperimental dan kini menjadi fondasi ekonomi digital masa depan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Diskusi berlangsung di Vision Stage dan Impact Stage dengan fokus pada sektor keuangan, kesehatan, pemerintahan, keamanan siber, dan smart city. Pendekatan ini menunjukkan penerapan AI yang semakin nyata dalam operasional dan kebijakan publik.

BACA JUGA:  Global Games Show Abu Dhabi 2025 Berakhir, Soroti Masa Depan Gaming dan Web3

CEO BigBear.ai, Kevin McAleenan, menilai forum ini sebagai momentum penting bagi kolaborasi global AI. Ia menekankan peran ajang ini dalam menyatukan visi, teknologi, dan kepemimpinan untuk mendorong adopsi AI yang berdampak langsung.

“Kami sangat antusias di BigBear.ai menjadi sponsor utama Global AI Show. Ini merupakan peluang besar untuk berinteraksi dengan perusahaanyang berinovasi di AI, serta pemerintah dan organisasi komersial yang secara aktif mengadopsi AI dalam operasional mereka,” ujarnya.

Tak hanya itu, salah satu perusahaan asal Inggris juga menggarisbawahi kuatnya kolaborasi lintas negara dalam Global AI Show Abu Dhabi 2025, di mana berbagai sektor bertemu dan berkolaborasi dalam mendorong pengembangan serta penerapan AI secara global.

“Berbagai perkembangan terbaru di fintech, penerbangan, kesehatan, dan sektor lain dijelaskan sangat mengesankan. Tingkat kolaborasi dengan lembaga pemerintah di UEA maupun global membuat acara ini berdampak. Saya benar-benar menikmatinya,” ujar perwakilan Techmetron.

Global AI Show Abu Dhabi 2025

Global AI Show Soroti Kebijakan dan Penerapan AI

Global AI Show Abu Dhabi 2025 acara diisi dengan keynote, panel interaktif, diskusi informal, hingga sesi startup pitch. Rangkaian ini dirancang untuk menjembatani visi jangka panjang dengan praktik nyata penerapan AI di berbagai sektor.

BACA JUGA:  Token SWAGS Luncurkan IEO di Coinstore, Ditopang 18,5 Juta Ons Perak

Isu utama yang mengemuka mencakup peran pemerintah sebagai pendorong inovasi, etika dan regulasi AI, serta strategi adopsi kecerdasan buatan di tingkat enterprise. Diskusi menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan tata kelola.

Topik lain yang turut menjadi sorotan meliputi dampak GenAI dan Large Language Models (LLM) terhadap dunia kerja. Selain itu, peran data dan cloud dalam skalabilitas AI juga dibahas, termasuk implikasinya bagi sektor kesehatan, keuangan, dan keamanan siber.

Sejumlah tokoh penting hadir sebagai pembicara, termasuk Amal Abdulrahim, Mohamed Al Kuwaiti, serta Sandeep Nailwal dari Polygon Foundation. Kehadiran mereka menegaskan keterhubungan erat antara kebijakan publik, teknologi, dan kebutuhan industri.

Ekosistem Inovasi, Startup, dan Kolaborasi Strategis

Area pameran menampilkan beragam solusi teknologi, mulai dari enterprise AI, digital health, robotika, smart city, fintech, hingga Web3 dan decentralized AI. Ragam use case ini mencerminkan luasnya adopsinya di berbagai sektor industri.

Segmen startup menjadi panggung bagi inovator baru seperti Ravan AI dan Atelic AI. Sementara itu, sesi venture mempertemukan pelaku ekosistem dengan investor global, termasuk Draper Associates dan Shorooq.

Fokus pada networking tinggi juga menjadi pembeda utama acara ini. Ribuan pertemuan bisnis berlangsung di zona networking dan roundtable eksklusif, membuka peluang kemitraan strategis, pilot project, hingga investasi lintas negara.

BACA JUGA:  Global Blockchain Show Abu Dhabi 2025 Jadi Wadah Diskusi Web3 Global

CEO JMB X, Joseph Bradley, yang juga mantan CEO TONOMUS, menilai pertumbuhan Global AI Show dari waktu ke waktu sangat signifikan. Menurutnya, forum ini semakin menegaskan perannya sebagai wadah strategis untuk membahas arah dan masa depan AI.

“Saya menghabiskan banyak waktu di Arab Saudi dan Dubai, dan sangat menggembirakan melihat negara-negara GCC bersatu dalam pengembangan AI. Sebagai edisi ketiga, pertumbuhan partisipasi dan keterlibatan terlihat sangat jelas,” ujarnya.

Momentum Global AI Show akan berlanjut ke Riyadh pada 29–30 Juni 2026 sejalan dengan visi transformasi digital Arab Saudi. Dengan demikian, Global AI Show Abu Dhabi 2025 tidak hanya menutup rangkaian acara, tetapi juga membuka bab baru kolaborasi artificial intelligence di tingkat global.

Global AI Show Riyadh 2026

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia