Abu Dhabi kembali menegaskan perannya sebagai pusat industri hiburan. Global Games Show Abu Dhabi 2025 resmi ditutup dan mencuat sebagai salah satu forum kunci bagi ekosistem gaming, Web3, esports, AI, dan interactive entertainment.
Selama dua hari penyelenggaraan, acara ini mempertemukan pemimpin industri, inovator, dan kreator untuk membahas arah perkembangan gaming yang semakin terhubung dengan teknologi, ekonomi digital, dan kepemilikan berbasis blockchain.
Digelar pada 10–11 Desember 2025, acara ini diproduksi oleh VAP Group dan diselenggarakan bersama Abu Dhabi Gaming. Lebih dari 5.000 peserta, 100 pembicara, dan 100 perusahaan internasional turut ambil bagian, menegaskan daya tarik Abu Dhabi sebagai hub gaming global.
Global Games Show Perkuat Kolaborasi Gaming dan Web3
Global Games Show Abu Dhabi 2025 menghadirkan audiens beragam dari berbagai belahan dunia. Perwakilan studio game, publisher, platform Web3 gaming, organisasi esports, penyedia teknologi, hingga komunitas game berkumpul dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Keberagaman ini mencerminkan luasnya spektrum industri gaming saat ini. Forum ini menjadi ruang temu lintas sektor yang mempertemukan pelaku kreatif, teknologi, dan bisnis dalam satu panggung kolaboratif.
“Pada akhirnya, kami berhasil menggelar salah satu ajang bergengsi yang menjadi wadah diskusi bagi berbagai pelaku industri untuk membahas masa depan gaming dan Web3,” jelas pihak penyelenggara dengan nada optimistis.
Global Games Show juga menyoroti pergeseran besar industri gaming, dari model tradisional menuju ekonomi yang lebih berpusat pada pemain. Kepemilikan aset digital, platform terdesentralisasi, Web3, serta ekosistem mobile-first menjadi sorotan utama.

Di sisi lain, peran gaming sebagai mesin ekonomi dan bagian dari budaya digital global semakin mengemuka. Diskusi yang berlangsung menegaskan bahwa gaming kini berkembang menjadi sektor yang mendorong inovasi teknologi dan membentuk pola interaksi digital masyarakat.
Gagasan dan Teknologi yang Membentuk Industri Gaming
Rangkaian keynote, panel, hingga fireside chat menghadirkan gagasan dari para pemimpin industri tentang arah masa depan gaming. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai bagaimana teknologi baru membentuk lanskap industri secara menyeluruh.
Berbagai topik dibahas, mulai dari perkembangan Web3 gaming dan ekonomi terdesentralisasi, adopsi teknologi blockchain serta aset digital dalam game, hingga pemanfaatan AI untuk pengembangan, analitik, dan keterlibatan pemain.
Sejumlah tokoh industri turut hadir, di antaranya Shawn Layden, mantan Chairman PlayStation, Yat Siu dari Animoca Brands, serta Sébastien Borget dari The Sandbox. Pandangan mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan model bisnis yang berkelanjutan.
“Energi yang luar biasa, para pembangun yang penuh semangat, serta percakapan yang bermakna,” ujar Sebastien Borget, Co-Founder & Global Ambassador The Sandbox & Sandchain.
Pendekatan berbasis komunitas juga menjadi benang merah dalam berbagai sesi. Kreator dan pemain diposisikan sebagai bagian dari proses pengembangan game, bukan sekadar konsumen, seiring meningkatnya interoperabilitas dan kolaborasi lintas platform.
Esports, Startup, dan Jejaring Bernilai Tinggi
Esports dan Web3 gaming menjadi pusat perhatian, terutama terkait profesionalisasi mobile esports di kawasan MENA, Asia, dan Amerika Latin. Para pelaku industri membahas evolusi struktur turnamen serta model pendapatan yang kian matang.
Salah satu peserta pada gelaran Global Game Show Abu Dhabi, Kanessah Muluneh, CEO Rise of Fearless, menyebut acara ini memberikan nilai nyata bagi para persertanya dan memberikan pengalaman baru.
“Sebagai seseorang yang baru meluncurkan sebuah game, acara ini terasa sangat berharga. Saya bertemu dengan para pendiri lain, belajar dari percakapan yang bermakna, serta memperoleh insight yang akan membantu membentuk perjalanan saya ke depan,” ujarnya.
Area pameran dan startup showcase menampilkan inovasi terbaru, mulai dari studio game, infrastruktur blockchain, teknologi AI, hingga solusi immersive. Seluruhnya merefleksikan arah perkembangan industri gaming saat ini.
Sesi networking tertutup dan jamuan VIP turut mendorong diskusi yang lebih fokus dan kolaboratif. Berbagai peluang kemitraan strategis lintas sektor pun terbuka selama acara berlangsung.
Menutup rangkaian acara, Global Games Show Abu Dhabi 2025 menegaskan peran gaming sebagai pilar ekonomi digital. Global Games Show berikutnya akan berlanjut di Riyadh pada 29–30 Juni 2026, membawa agenda kolaborasi global ke tahap selanjutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



