Global Trading Show akan digelar di Emirates Palace, Abu Dhabi, pada 15–16 Desember 2026, membawa berbagai bagian industri trading ke satu panggung, mulai dari kripto, forex dan emas hingga strategi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Acara yang diumumkan VAP Group dan didukung Times Of Trading tersebut ditargetkan mempertemukan lebih dari 5.000 pelaku pasar. Mereka mencakup investor ultra-high-net-worth, broker, regulator, bursa, desk institusional, trader bervolume tinggi, influencer serta key opinion leader (KOL) keuangan.
Berbeda dari acara trading yang hanya berfokus pada satu pasar, Global Trading Show dirancang sebagai forum lintas aset yang mempertemukan kelas aset, teknologi trading dan komunitas trader dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut lahir dari kondisi pasar yang kini semakin lintas sektor. Modal dapat berpindah antara forex, kripto, emas maupun strategi berbasis teknologi, sementara pelaku industrinya masih kerap bertemu dalam forum yang terpisah berdasarkan masing-masing pasar.

Web3 dan DeFi Masuk Panggung Trading Multi-Aset
Salah satu pilar utama acara ini adalah Multi-Asset Trading Floor. Broker, bursa dan platform trading akan menampilkan produk mereka secara berdampingan sehingga trader maupun institusi dapat melihat berbagai kelas aset dari satu titik.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi fragmentasi yang selama ini membuat pelaku pasar harus menghadiri acara berbeda untuk mendapatkan akses ke setiap segmen trading.
Global Trading Show juga menyiapkan Live Trading Tournament, kompetisi trading langsung yang akan dijalankan menggunakan infrastruktur teregulasi dengan prize pool yang transparan.
Kompetisi tersebut akan menampilkan kemampuan trading peserta secara real-time. Bagi sponsor dan platform, format ini sekaligus membuka ruang untuk menunjukkan kualitas eksekusi serta reliabilitas infrastruktur mereka ketika beroperasi di bawah tekanan.
KOL dan kreator finansial juga menjadi salah satu fokus acara. Penyelenggara melihat pergerakan pasar saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh infrastruktur keuangan, tetapi juga oleh arus informasi yang berkembang melalui berbagai platform digital.
Karena itu, Global Trading Show akan mempertemukan KOL dan kreator finansial dengan pemain institusional, menjembatani trading floor dengan kanal tempat investor ritel maupun profesional memperoleh informasi pasar.
Dalam dua hari penyelenggaraan, acara tersebut akan menghadirkan zona khusus AI & Quant, Web3 & DeFi, Retail Education serta Institutional Liquidity.
Agenda lainnya mencakup live trading challenge, masterclass yang dipimpin para ahli serta forum institusional. Sesi tertutup dan panel terbuka juga akan melibatkan hedge fund, prime broker, penyedia likuiditas, sovereign wealth fund serta family office.

Bagi industri aset digital, keberadaan zona Web3 & DeFi menjadi bagian yang menarik karena teknologi blockchain ditempatkan berdampingan dengan likuiditas institusional dan infrastruktur trading pasar tradisional.
Abu Dhabi Jadi Titik Temu Modal Institusional dan Aset Baru
Pendiri dan CEO VAP Group Vishal Parmar menyoroti bagaimana pergerakan modal saat ini sudah melibatkan berbagai kelas aset sekaligus, sementara industrinya masih banyak beroperasi dalam ekosistem yang terpisah.
“Saat ini, modal mengalir melintasi pasar forex, kripto, emas, strategi berbasis AI, dan banyak lagi secara bersamaan, namun industri ini masih beroperasi secara terkotak-kotak,” ujar Parmar.
Menurutnya, Global Trading Show akan membawa tujuh kelas aset di bawah satu payung sehingga berbagai bagian ekosistem dapat bertemu dalam satu forum.
Abu Dhabi dipilih di tengah berkembangnya pertemuan antara modal institusional dan kelas aset baru di kawasan tersebut. Acara akan berlangsung di Emirates Palace, salah satu venue utama di Abu Dhabi.
Penyelenggara turut menyoroti perkembangan teknologi yang mulai mengubah struktur pasar dengan mempertemukan keuangan institusional dan aktivitas trading ritel berkecepatan tinggi.
Dalam konteks tersebut, Global Trading Show diposisikan sebagai titik temu antara kepatuhan di sektor perbankan tradisional, jaringan blockchain terdesentralisasi dan pengelolaan portofolio lintas pasar.
Pertemuan lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembahasan kripto dan Web3 kini semakin beririsan dengan isu yang lebih luas, termasuk likuiditas institusional, teknologi trading, kecerdasan buatan dan struktur pasar global.
Pendaftaran delegasi, pengajuan pembicara serta informasi sponsorship untuk Global Trading Show telah tersedia melalui situs resmi penyelenggara.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


