Kesalahan satu huruf yang tampak sepele berubah menjadi ladang cuan di dunia meme coin. Berawal dari typo dalam sebuah bounty tato di Pump.fun, seorang trader kripto diduga berhasil meraup keuntungan sekitar Rp2,8 miliar hanya dalam beberapa hari.
Fenomena ini menjadi sorotan di komunitas kripto karena menunjukkan bagaimana sebuah momen viral dapat dimanfaatkan menjadi peluang bisnis. Di ekosistem meme coin, perhatian publik dan hype sering kali mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar daripada utilitas.
Salah Eja, Drama Bounty Tato Pump.fun Viral
Semua bermula dari akun bernama Ayushquant, sosok yang juga diketahui membuat bounty tato di Pump.fun. Ia menawarkan hadiah US$2.400 atau setara Rp45 juta bagi siapa saja yang bersedia menato dahinya dengan tulisan Bountywork.
Seorang pria asal India bernama Arivu kemudian menerima tantangan itu. Namun, ia menyalin tulisan seperti yang ada di postingan bounty, yakni “boutywork”, tanpa huruf n. Kesalahan satu huruf itu membuat tato yang terlanjur dibuat dianggap tidak memenuhi syarat.
Alih-alih berakhir sebagai kisah tragis, insiden tersebut justru memancing perhatian besar komunitas kripto di media sosial. Banyak pengguna menilai Arivu hanyalah korban typo yang dibuat oleh penyelenggara bounty.
Demi Kripto Rp45 Juta, Pria Ini Tato Dahinya dengan Nama Koin
Komunitas kemudian berbondong-bondong memberikan dukungan. Sebuah bounty baru khusus untuk Arivu diluncurkan agar ia memperbaiki tatonya dengan ticker yang benar, yakni $bountywork, dengan hadiah sekitar 46 SOL atau hampir Rp55 juta.
Tak berhenti di situ, kisah Arivu berubah menjadi simbol budaya meme coin. Anggota komunitas meluncurkan token $bountywork, yang dalam waktu kurang dari 48 jam melonjak lebih dari 1.000 persen dengan volume perdagangan mencapai jutaan dolar.
Dari yang awalnya kehilangan hadiah Rp45 juta, Arivu justru dilaporkan menerima distribusi biaya transaksi token senilai sekitar US$15 ribu atau lebih dari Rp240 juta serta hadiah dari bounty tersebut.
Manfaatkan Momentum, Trader Ini Raup Rp2,8 Miliar
Namun, sosok yang paling disorot justru bukan Arivu, melainkan Ayushquant. Setelah drama typo itu viral di komunitas kripto, ia meluncurkan meme coin bertema Bountywork dan memanfaatkan hype.
Menurut unggahan akun Crypto With Khan pada Rabu (10/06/2026), Ayushquant diduga meraup keuntungan fantastis dari biaya transaksi (creator rewards) token yang ia luncurkan.
“Pemenang sesungguhnya dari drama Tattoo Bounty ternyata bukan pria asal India, melainkan seorang kreator meme coin yang berbasis di Australia. Pria tersebut disebut berhasil meraup keuntungan sekitar US$171 ribu,” jelasnya di X.
Fakta ini memicu perdebatan di komunitas. Sebagian menilai Ayushquant hanya memanfaatkan momentum viral, sementara yang lain menduga drama typo tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran yang telah direncanakan.

Yang membuat kisah ini menarik, Ayushquant disebut telah meluncurkan lebih dari 2.400 koin meme. Hal itu memunculkan dugaan bahwa ia memang menggunakan strategi meluncurkan banyak token untuk memperoleh keuntungan dari creator fee.
Kisah ini kembali menunjukkan betapa uniknya budaya meme coin, di mana sebuah kesalahan ejaan, momen viral, dan perhatian komunitas dapat berubah menjadi peluang bernilai miliaran rupiah dalam waktu singkat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


