Goldman Sachs dipastikan akan mengakuisisi penerbit ETF aktif Innovator Capital Management dalam kesepakatan bernilai sekitar US$2 miliar
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Goldman untuk memperluas dominasi di industri exchange-traded fund (ETF) yang tengah bertumbuh pesat, khususnya di segmen aktif dan “defined-outcome.”
Berdasarkan laporan Financial Times, akuisisi tersebut dijadwalkan rampung pada kuartal kedua 2026, setelah melalui proses finalisasi internal. Kesepakatan ini menandai salah satu ekspansi terbesar perusahaan di sektor manajemen aset dalam beberapa tahun terakhir.
Goldman Sachs Perluas Jejak di Pasar ETF Aktif
Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran dalam bentuk kombinasi kas dan saham, dengan seluruh aset dan divisi usaha Innovator akan dialihkan ke unit Asset Management Goldman Sachs.
Innovator, yang berbasis di AS, dikenal sebagai pelopor produk ETF “defined-outcome” yang menawarkan struktur proteksi penurunan harga sekaligus tetap memberikan peluang pertumbuhan.
Perusahaan ini mengelola sekitar US$28 miliar aset melalui lebih dari 150 ETF aktif yang popular di kalangan investor ritel maupun institusional.
Goldman Sachs mengatakan akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab meningkatnya permintaan atas produk investasi berbasis manajemen risiko.
“Kategori defined-outcome berkembang sangat cepat dan integrasi ini akan memperkuat kemampuan kami untuk menyediakan solusi investasi yang lebih beragam kepada klien,” ungkap salah satu eksekutif perusahaan.
Dengan bergabungnya Innovator, Goldman berupaya menambah skala bisnis ETF-nya yang selama ini kalah besar dibanding raksasa lain seperti BlackRock atau Vanguard.
Setelah kesepakatan dituntaskan, CEO Innovator dan sekitar 60 karyawan akan berpindah ke dalam struktur organisasi Goldman Sachs Asset Management. Integrasi tersebut memungkinkan Goldman memperluas lini produk secara signifikan, terutama pada strategi yang berfokus pada mitigasi risiko pasar.
Tren industri menunjukkan bahwa ETF aktif menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat, ditopang oleh minat investor terhadap produk yang lebih fleksibel dibanding ETF indeks tradisional.
Tren Global Dorong Permintaan Produk Defensif
Dalam beberapa tahun terakhir, kategori ETF berbasis hasil terukur dan proteksi risiko berkembang pesat di tengah volatilitas pasar yang meningkat. Investor global mulai mencari instrumen yang mampu memberikan stabilitas tanpa menghilangkan kesempatan memperoleh imbal hasil.
Innovator Capital menjadi salah satu penerbit ETF dengan pertumbuhan tercepat karena inovasinya dalam menyediakan struktur buffer dan strategi hasil terukur yang mudah diakses melalui bursa.
Goldman Sachs melihat peluang tersebut sebagai titik masuk strategis untuk memantapkan posisinya di pasar ETF aktif. Selain menambah skala aset kelolaan, akuisisi ini dipandang dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam menawarkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan investor modern.
Integrasi Innovator juga menempatkan Goldman di jalur untuk memperluas penetrasi ke segmen ritel yang berkembang pesat, terutama melalui ETF yang mudah diperdagangkan dan lebih transparan dibanding produk reksa dana tradisional.
Hingga akhir 2025, permintaan global terhadap strategi investasi defensif terus meningkat karena tekanan ekonomi dan ketidakpastian makro.
Produk ETF dengan perlindungan downside menjadi salah satu yang paling banyak diminati, dan akuisisi ini memberikan Goldman Sachs akses instan terhadap portofolio lengkap Innovator serta basis investor yang sudah mapan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



