Google Masuk Industri Kripto, Layanan Barunya Meluncur 2027!

Google Masuk Industri Kripto lewat layanan keamanan bernama Google Multi-Party Compute (MPC), yang dirancang untuk melindungi aset kripto milik bank dan lembaga keuangan dan dijadwalkan tersedia secara komersial pada awal 2027.

Kalau kamu mengira Google akan membuat bursa atau dompet kripto sendiri, kenyataannya sedikit berbeda. Saat Google Masuk Industri Kripto, yang mereka tawarkan adalah “brankas digital” untuk institusi, bukan aplikasi untuk investor ritel.

Meski begitu, langkah ini penting buat kamu yang tertarik pada kripto dan blockchain, karena menunjukkan seberapa serius perusahaan teknologi raksasa memandang keamanan aset digital. Yuk, kita bahas satu per satu.

BACA JUGA: Stablecoin Open USD Bikin Heboh, Visa hingga Google Ikut Bergabung

Apa yang Dilakukan Layanan Baru Google?

Melansir laman CoinDesk, Google akan memperkenalkan Google Multi-Party Compute di simposium aset digital perdananya di New York pada 28 Oktober 2026. Layanan ini masih berstatus private preview, artinya belum bisa dipakai umum dan baru diuji oleh sejumlah mitra desain serta lembaga keuangan besar.

Alphabet, induk perusahaan Google, juga sudah memakainya untuk mengamankan aset digital miliknya di jaringan Ethereum dan Solana.

Google belum menyebutkan siapa saja lembaga yang ikut menguji, aset apa yang diamankan Alphabet, maupun berapa harganya. Yang sudah jelas, layanan ini ditargetkan tersedia secara komersial pada awal 2027.

Perlu kamu tahu juga bahwa Google Masuk Industri Kripto bukan dari nol. Melansir laman Google Cloud, perusahaan sudah sejak 2023 membagikan panduan membangun sistem aset digital berbasis MPC dengan teknologi Confidential Space.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bedanya, kali ini Google menyiapkan produk khusus yang menyatukan penandatanganan transaksi, aturan transaksi, dan pemulihan kunci dalam satu layanan, sehingga pelanggan tidak perlu merakitnya sendiri.

Cara Kerja Google MPC Dalam Menjaga Aset Kripto

Bayangkan kunci brankas yang dipotong menjadi beberapa bagian dan disimpan di tempat berbeda. Itulah gagasan dasar MPC. Melansir laman CoinDesk, private key dipecah menjadi beberapa fragmen dan disebar ke sistem yang terpisah, sehingga kunci lengkapnya tidak pernah tersimpan di satu tempat.

Contohnya, sebuah bank bisa menyimpan satu bagian di Google Cloud, satu di perangkat miliknya sendiri, dan satu lagi di penyedia cloud lain. Sebelum transaksi ditandatangani, sistem memeriksanya dulu dengan aturan yang dibuat institusi, misalnya batas jumlah transfer, batasan alamat tujuan, atau kewajiban persetujuan dari beberapa departemen.

Pemeriksaan ini berjalan di Confidential Space, yaitu lingkungan komputasi yang terisolasi secara perangkat keras. Google juga menyebut sistemnya bisa mensyaratkan jumlah persetujuan tertentu, seperti dua dari tiga atau lima dari tujuh peserta, dan perusahaan tidak bisa mengakses materi kunci dalam bentuk tidak terenkripsi.

Melansir laman Yahoo Finance yang mengutip unggahan Nalin Mittal, pemimpin aset digital Google Cloud, di platform X, ini disebut sebagai peluncuran terbesar Google di bidang aset digital sejauh ini. Menurut Mittal, institusi yang menyimpan kripto dalam skala besar bisa mendapatkan keamanan tanpa mengorbankan kecepatan perdagangan.

BACA JUGA:  Uptober Siap Dimulai? Ini Beberapa Katalis yang Bisa Kamu Perhatikan!

Kenapa Google Masuk Industri Kripto Saat Ini?

Melansir laman CoinDesk yang mengutip Chainalysis, kebocoran private key menyumbang 43,8 persen dari kripto yang dicuri pada 2024. Data DeFiLlama yang dikutip media yang sama menunjukkan proyek blockchain telah kehilangan total 16,69 miliar dolar AS akibat peretasan hingga Juni 2026, dengan sekitar 40 persen di antaranya berasal dari kebocoran private key.

Contoh terbarunya adalah serangan di Humanity Protocol pada Juni yang menguras lebih dari 32 juta dolar AS dan membuat harga tokennya anjlok lebih dari 80 persen.

Di sisi lain, minat institusi terus naik. Melansir laman Yahoo Finance yang merujuk survei Uphold, 75 persen bank di Amerika Serikat sudah punya program keuangan berbasis blockchain, dan 22 persen di antaranya sudah berjalan atau mulai diperluas.

Karena transaksi blockchain umumnya tidak bisa dibatalkan, bank membutuhkan cara yang jauh lebih aman untuk menyetujui setiap transfer. Di titik inilah Google Masuk Industri Kripto sebagai penyedia infrastruktur.

Pesaing Google di Pasar Kustodi Kripto

Google tidak masuk ke pasar yang kosong. Melansir laman CoinDesk, perusahaan spesialis seperti Fireblocks, Fordefi, dan BitGo sudah lebih dulu menawarkan teknologi untuk mengamankan dan mengotorisasi transaksi blockchain.

Google berusaha menonjol lewat hubungan perbankan dan keahlian keamanan yang dimilikinya, serta memosisikan diri sebagai penyedia infrastruktur netral untuk bank yang enggan bergantung pada penyedia yang bersaing dengan mereka. Anchorage Digital, platform kripto yang memiliki bank federal di Amerika Serikat, juga menyebut pemakaian layanan MPC key management dari Google Cloud dalam penawarannya.

Meski begitu, ada beberapa catatan. Google belum membuktikan performanya dengan perbandingan independen terhadap produk kustodi yang sudah ada. Bank pun tetap bergantung pada Google untuk sebagian perangkat lunak dan infrastruktur operasionalnya, dan keamanan sistem sangat bergantung pada cara institusi mengaturnya.

BACA JUGA: Avalanche ETF Grayscale Perluas Kustodian, Anchorage Digital Masuk untuk AVAX

Apakah Google MPC Aman dari Ancaman AI dan Komputer Kuantum?

Google memposisikan layanan ini sebagai jawaban atas serangan siber yang makin canggih. Namun melansir laman CoinDesk, perlindungan MPC saat ini menyasar kredensial yang bocor dan transaksi tanpa izin, bukan terobosan hipotetis yang bisa menjebol kriptografi dasar Bitcoin atau Ethereum. Pengguna sah yang tertipu hingga menyetujui transaksi berbahaya juga masih menjadi risiko.

Untuk ancaman jangka panjang dari komputer kuantum, Google menyebut arsitekturnya dirancang agar bisa ditingkatkan ke kriptografi pasca-kuantum. Hanya saja, belum ada jadwal pasti kapan fitur itu hadir, dan pada saat rilis umum layanan ini akan mendukung algoritma penandatanganan konvensional ECDSA dan Ed25519.

BACA JUGA:  10 Fakta Kasus Peretasan Bitget Terbaru yang Harus Kamu Tahu!

Siap Belajar Lebih Jauh Setelah Google Masuk Industri Kripto?

Singkatnya, Google Masuk Industri Kripto dengan Google MPC, layanan keamanan yang memecah private key ke beberapa sistem dan memeriksa setiap transaksi sebelum ditandatangani. Layanan ini masih berupa private preview, ditargetkan tersedia komersial pada awal 2027, dan belum membuka detail harga maupun mitra pengujinya. Targetnya institusi, tetapi dampaknya bisa terasa sampai ke ekosistem yang kamu gunakan.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait