Grayscale Investments melaporkan bahwa jaringan Solana kini menempati posisi penting dalam ekosistem blockchain global, setelah mencatat lonjakan aktivitas pengembang dan volume transaksi yang signifikan.
Laporan terbaru lembaga manajemen aset kripto asal AS itu menyebut Solana telah berkembang menjadi “jaringan inti” bagi berbagai aplikasi berbasis blockchain, termasuk Raydium dan Pump.fun.
Menurut laporan berjudul “Crypto’s Financial Bazaar,” Grayscale menilai Solana kini menghasilkan biaya jaringan sekitar US$425 juta per bulan atau lebih dari US$5 miliar per tahun jika diakumulasikan.
Biaya rata-rata transaksi di jaringan ini juga tergolong sangat rendah, yakni hanya US$0,02 per transaksi. Data tersebut menunjukkan efisiensi Solana yang jauh melampaui banyak jaringan sejenis.
“Solana tidak lagi sekadar alternatif cepat bagi Ethereum, tetapi telah menjadi tempat beroperasinya berbagai aplikasi keuangan dan sosial berbasis blockchain,” tulis Grayscale dalam laporan tersebut.
Pertumbuhan Pengembang dan Aktivitas On-Chain
Selain mencatat efisiensi biaya, laporan itu juga menyoroti pertumbuhan ekosistem pengembang Solana. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.000 pengembang penuh waktu yang aktif di jaringan tersebut. Angka ini menempatkan Solana di posisi kedua setelah Ethereum dalam hal jumlah pengembang blockchain aktif.
Grayscale menyebut tingginya aktivitas para pengembang menjadi salah satu faktor yang mendorong pesatnya pertumbuhan proyek di jaringan tersebut. Berbagai sektor mulai dari DeFi, NFT, hingga aplikasi sosial berbasis blockchain kini memilih Solana karena kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya yang relatif stabil.
Secara tokenomik, Grayscale mencatat tingkat pertumbuhan pasokan koin SOL berkisar 4 hingga 4,5 persen per tahun, dengan imbal hasil staking sekitar 7 persen. Setelah memperhitungkan inflasi koin, imbal hasil riil bagi para staker diperkirakan berkisar 2,5 hingga 3 persen.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa jika tren pertumbuhan aktivitas jaringan terus berlanjut, harga SOL berpotensi meningkat seiring meningkatnya permintaan dan penggunaan jaringan.
Grayscale Ingatkan Potensi Risiko di Balik Kecepatan Solana
Meski prospeknya dinilai positif, Grayscale tetap menyoroti sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa analis menilai bahwa estimasi biaya jaringan senilai US$425 juta per bulan mungkin terlalu tinggi, karena data independen menunjukkan hasil yang bervariasi antar periode.
Selain itu, desentralisasi jaringan Solana masih menjadi perhatian utama. Kebutuhan perangkat keras yang tinggi bagi validator dan ketergantungan pada beberapa penyedia hosting besar menimbulkan kekhawatiran akan potensi konsentrasi kekuasaan di jaringan tersebut.
Grayscale juga menegaskan bahwa meski Solana unggul dalam efisiensi, koin SOL belum tentu cocok sebagai penyimpan nilai jangka panjang, berbeda dengan Bitcoin atau Ethereum yang lebih mapan.
Kendati demikian, laporan tersebut menunjukkan bahwa Solana telah menjadi salah satu tulang punggung utama dalam industri blockchain modern. Kecepatan, biaya rendah, serta dukungan komunitas pengembang yang kuat menjadikan jaringan ini semakin diminati oleh pelaku industri digital.
Dengan reputasi Grayscale sebagai pengelola aset kripto institusional terbesar di dunia, laporan ini dinilai memberikan dorongan kepercayaan baru terhadap posisi Solana di pasar global.
“Jika adopsi dan aktivitas jaringan terus meningkat, maka Solana berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam infrastruktur ekonomi digital masa depan,” ungkap Grayscale.
Secara keseluruhan, temuan ini memperkuat pandangan bahwa Solana telah bertransformasi dari sekadar jaringan cepat menjadi platform utama bagi inovasi dan pengembangan aplikasi blockchain di tingkat global. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



