Grayscale Hadirkan Dua ETF, Investor Bisa Cuan dari Bitcoin

Grayscale, perusahaan pengelola aset digital ternama, kembali membuat gebrakan di dunia kripto dengan meluncurkan dua produk ETF berbasis Bitcoin yang cukup unik.

Produk tersebut adalah Grayscale Bitcoin Covered Call ETF dengan ticker BTCC, dan Grayscale Bitcoin Premium Income ETF yang menggunakan ticker BPI.

Peluncuran ini bukan sekadar memperluas portofolio Grayscale, tetapi juga membuka jalan baru bagi investor yang ingin mengoptimalkan eksposur Bitcoin mereka sambil mengejar potensi pendapatan yang lebih stabil.

Pendekatan Inovatif dalam Dunia Bitcoin ETF

BTCC dan BPI masing-masing membawa strategi berbeda dalam mengelola eksposur terhadap Bitcoin. BTCC, misalnya, dirancang untuk memanfaatkan volatilitas harga Bitcoin dengan menulis opsi beli yang mendekati harga pasar saat ini.

Dengan cara ini, investor dapat mengantongi pendapatan reguler dari premi yang diperoleh tanpa harus menjual aset dasar mereka. Di sisi lain, BPI mengambil pendekatan yang sedikit berbeda.

ETF ini menulis opsi beli dengan harga eksekusi yang jauh di atas harga pasar saat ini, memberi ruang bagi investor untuk tetap berpartisipasi dalam potensi kenaikan harga Bitcoin sambil tetap menerima pemasukan tambahan.

Strategi seperti ini mungkin terdengar rumit di telinga investor tradisional. Tapi kalau dibayangkan seperti menyewakan rumah yang Anda miliki, Anda tetap bisa mendapatkan penghasilan dari sewa sambil berharap harga properti naik dalam jangka panjang. Kira-kira seperti itulah mekanisme opsi beli dalam ETF ini bekerja.

Grayscale Membuka Peluang untuk Tujuan Investasi yang Berbeda

Global Head of ETFs di Grayscale, David LaValle, menjelaskan bahwa kedua produk tersebut hadir bukan untuk menggantikan kepemilikan Bitcoin secara langsung, melainkan untuk melengkapinya.

Ia menyampaikan bahwa Grayscale Bitcoin Covered Call ETF bisa menjadi pelengkap eksposur Bitcoin yang sudah dimiliki investor, dengan menambahkan elemen pendapatan ke dalam strategi mereka.

Sementara itu, ETF BPI lebih cocok untuk mereka yang mungkin belum memiliki Bitcoin, tetapi ingin merasakan potensi pertumbuhannya sambil tetap mengamankan aliran pemasukan.

“Kami memahami bahwa setiap investor memiliki kebutuhan yang unik, dan kami gembira menawarkan produk-produk baru ini yang tidak hanya dapat memperoleh dan memberikan pendapatan tetapi juga menawarkan hasil yang berbeda dan karakteristik perilaku yang disesuaikan dengan tujuan spesifik mereka,” ujar LaValle, dalam press release.

Dibuka di Bursa Saham AS, Siap Menarik Minat Investor Ritel

Kedua ETF ini kini sudah mulai diperdagangkan di Bursa Saham New York, memberi investor ritel peluang baru untuk terlibat dalam dunia Bitcoin tanpa perlu langsung memegang aset kripto itu sendiri.

Ini penting, terutama bagi mereka yang masih merasa waswas dengan proses teknis penyimpanan Bitcoin atau khawatir terhadap risiko peretasan dompet digital.

Lebih lanjut lagi, pendekatan ini bisa menjadi jembatan bagi kalangan investor yang sebelumnya hanya terbiasa dengan instrumen saham dan obligasi. Dengan hadirnya BTCC dan BPI, mereka kini bisa mencoba “rasa” Bitcoin dalam format yang lebih familiar.

Bitcoin Masih Fluktuatif, Tapi Sekarang Ada Jalan Tengah

Tidak bisa dipungkiri bahwa Bitcoin tetap menjadi aset dengan volatilitas tinggi. Naik turunnya harga bisa terjadi dalam hitungan menit, dan ini tentu bukan untuk semua orang.

Namun demikian, strategi seperti yang ditawarkan oleh BTCC dan BPI memberi semacam penahan guncangan. Premi dari opsi yang ditulis dapat membantu mengimbangi kerugian saat harga Bitcoin menurun, meskipun tentu tidak menjamin proteksi penuh.

Kehadiran dua ETF ini seolah menjawab kebutuhan mereka yang ingin mendekati dunia kripto secara lebih hati-hati, tapi tetap berharap ada imbal hasil. Sebuah pendekatan yang realistis di tengah pasar yang penuh kejutan seperti ini.

Arah Baru Grayscale di Tengah Dinamika Industri

Dengan meluncurkan dua ETF ini, Grayscale menunjukkan bahwa mereka tak hanya ingin jadi penyedia produk pasif Bitcoin semata, tapi juga ingin merancang strategi aktif yang bisa memberikan nilai lebih di tengah volatilitas pasar.

Bukan tidak mungkin langkah ini akan diikuti oleh pemain lain yang ingin menyasar segmen investor yang lebih berhati-hati namun tetap penasaran pada aset digital.

Apakah ini artinya kita akan melihat lebih banyak ETF kripto berbasis strategi opsi ke depan? Bisa jadi. Apalagi jika adopsi kripto semakin meluas dan pelaku pasar makin terbuka dengan variasi produk yang bisa menjawab berbagai kebutuhan. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait