Grayscale Nilai AAVE Undervalued, Harganya Bisa Naik 130 Persen

Saat sebagian besar kripto masih bergerak di bawah tekanan pasar, Grayscale justru menyoroti AAVE sebagai salah satu proyek DeFi dengan fundamental kuat dan valuasi yang dinilai masih murah.

Menurut laporan yang dirilis Grayscale pada Selasa (16/06/2026), harga AAVE saat ini belum mencerminkan nilai wajarnya. Jika adopsi aset digital terus berkembang, token tersebut dinilai berpotensi mencatat kenaikan harga yang signifikan.

Grayscale Nilai AAVE Masih Undervalued

Saat sebagian investor masih berfokus pada BTC dan ETH, Grayscale justru mengalihkan perhatiannya ke sektor DeFi. Dalam riset terbarunya, perusahaan itu menyebut AAVE sebagai salah satu aset kripto dengan valuasi menarik di tengah koreksi pasar.

Grayscale menilai Aave bukan sekadar token spekulatif, melainkan protokol DeFi dengan model bisnis yang semakin matang. Hal tersebut membuatnya dinilai layak dianalisis menggunakan pendekatan valuasi layaknya perusahaan keuangan konvensional.

“Aave menjadi contoh menarik di sektor ini karena model ekonominya semakin berfokus pada penciptaan nilai bagi pemegang token AAVE. Di saat yang sama, protokol terus berekspansi melalui berbagai pembaruan dan pengembangan di jaringannya,” jelas mereka.

BACA JUGA:  Tak Perlu Dapur MBG, Orang Ini Bisa Cuan Rp2 Triliun dari Kripto
Mekanisme Bisnis AAVE - Grayscale
Mekanisme Bisnis AAVE – Grayscale

Grayscale memperkirakan Aave dapat membukukan laba sekitar US$60 juta sepanjang 2026. Dengan valuasi perusahaan fintech sebesar 20 hingga 25 kali laba, nilai wajarnya diperkirakan berada di kisaran US$80 hingga US$100 per token.

Saat laporan tersebut diterbitkan, harga AAVE masih berada di sekitar US$73 hingga US$75. Menurut Grayscale, kondisi itu menunjukkan kripto ini masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya dan menawarkan potensi kenaikan yang menarik.

Stablecoin dan Tokenisasi Jadi Katalis Utama AAVE

Melihat fundamental tersebut, optimisme Grayscale tidak berhenti pada valuasi saat ini. Perusahaan itu menilai prospek AAVE masih terbuka lebar seiring berkembangnya industri aset digital dan ekosistem DeFi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam skenario dasarnya, Grayscale memperkirakan harga AAVE berpotensi naik lebih dari 133 persen dalam satu tahun. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi aset yang telah ditokenisasi.

BACA JUGA:  Pasar Saham AS Mulai Rapuh, Bitcoin Malah Kasih Sinyal Besar Ini

“Dalam skenario dasar, apabila kejelasan regulasi mampu mempercepat adopsi aset yang ditokenisasi, Grayscale meyakini nilai wajar token AAVE dapat meningkat hingga sekitar US$175 dalam satu tahun ke depan,” tulis mereka.

Proyeksi Pergerakan Harga AAVE - Grayscale
Proyeksi Pergerakan Harga AAVE – Grayscale

Tak hanya mengandalkan sentimen regulasi, protokol ini juga memperkuat fundamentalnya. Ekspansi stablecoin GHO, Horizon, Umbrella, dan arsitektur V4 diproyeksikan meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas utilisasi protokol.

Di sisi lain, tren tokenisasi Real World Assets (RWA) juga menjadi peluang besar. Semakin banyak aset tradisional berpindah ke blockchain, semakin besar potensi pertumbuhan pinjaman dan likuiditas di ekosistem Aave.

Fundamental Solid, AAVE Tetap Menghadapi Sejumlah Risiko

Di balik prospek cerah tersebut, Grayscale juga menyoroti fundamental bisnisnya yang terus membaik. Pendapatan protokol ini telah meningkat lebih dari enam kali lipat sejak 2023.

Mayoritas pemasukan berasal dari aktivitas pinjam-meminjam, sementara sisanya disumbang oleh stablecoin GHO serta pengelolaan kas DAO. Diversifikasi tersebut dinilai memperkuat sumber pendapatan protokol DeFi tersebut.

BACA JUGA:  Setiap Kemenangan Bisa Kurangi Pasokan Fan Token, Ini Rencana Chiliz di Piala Dunia 2026

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, Aave juga memiliki margin operasional sekitar 50 persen. Efisiensi bisnis berbasis blockchain dinilai membuka peluang peningkatan profitabilitas seiring bertambahnya pengguna dan volume transaksi.

Laporan Keuangan AAVE - Grayscale
Laporan Keuangan AAVE – Grayscale

Meski prospeknya menjanjikan, Grayscale mengingatkan bahwa AAVE tetap menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan di sektor DeFi semakin ketat, sementara regulasi kripto global masih terus berkembang.

Grayscale menilai masa depan industri aset digital akan dipimpin proyek dengan arus kas nyata dan model bisnis berkelanjutan. Dalam kategori tersebut, aset kripto ini dinilai memiliki posisi yang cukup kuat untuk bersaing.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait