Selama ini Michael Saylor dikenal sebagai sosok yang nyaris tak pernah mempertimbangkan menjual Bitcoin. Namun, di tengah tekanan yang terus membayangi Strategy, pandangan berbeda mulai bermunculan, dan kali ini datang dari Grayscale.
Grayscale Usulkan Strategy Jual Sebagian Bitcoin
Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$60.000, turun lebih dari 50 persen dari rekor tertingginya pada tahun lalu. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap keuangan Strategy semakin menjadi perhatian investor.
Kali ini, sorotan datang dari Head of Research Grayscale, Zach Pandl. Ia menilai langkah yang selama ini ditempuh Strategy kemungkinan belum cukup untuk memulihkan kepercayaan pasar secara menyeluruh.
Lewat unggahan di X pada Sabtu (27/06/2026), Pandl menilai bahwa rencana menaikkan dividen saham preferen STRC hanya akan menambah beban keuangan Strategy dalam dua tahun ke depan.
“Menurut saya, yang kemungkinan akan terjadi adalah kenaikan dividen STRC sebesar 50 bps, yang akan menambah kewajiban dividen US$100 juta dalam dua tahun ke depan. Kemungkinan langkah tersebut tidak akan memulihkan kepercayaan pasar,” jelasnya.
CryptoQuant ‘Larang’ Strategy Beli Bitcoin Lagi, Ini Alasannya
Sebagai alternatif, Pandl justru mengusulkan Strategy menjual Bitcoin senilai sedikitnya Rp53,55 triliun. Menurutnya, dana tersebut dapat menutup hampir seluruh kewajiban kas perusahaan selama dua tahun ke depan.
“Yang saya harapkan terjadi adalah penjualan Bitcoin senilai US$3 miliar untuk menutup hampir seluruh kewajiban kas selama dua tahun ke depan. Langkah ini kemungkinan besar dapat memulihkan kepercayaan pasar,” tulis Pandl.
Usulan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar kripto. Pasalnya, selama bertahun-tahun Michael Saylor dikenal sebagai sosok yang hampir tidak pernah mempertimbangkan menjual BTC, bahkan ketika harga Bitcoin mengalami koreksi tajam.
Tekanan terhadap Strategy Semakin Bertambah
Pandangan Grayscale bukan muncul tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai pihak mulai mempertanyakan ketahanan model pendanaan Strategy yang sangat bergantung pada penerbitan saham preferen untuk membeli Bitcoin.
Sebelumnya, analis Ali Martinez menilai struktur STRC memiliki dinamika yang mengingatkan pada keruntuhan Terra Luna. Bukan karena mekanismenya yang sama, melainkan karena beban pendanaan bisa meningkat ketika harga Bitcoin melemah.
“Meskipun Strategy tidak mencetak token begitu saja, kedua sistem tersebut sama-sama memiliki mekanisme yang membuat penerbit harus menanggung beban finansial yang semakin besar ketika situasi memburuk,” tulis Martinez kala itu.
Kekhawatiran serupa juga datang dari CryptoQuant. Firma tersebut menyoroti kewajiban dividen tahunan Strategy yang meningkat drastis menjadi sekitar US$1,2 miliar, sementara cadangan kas perusahaan justru menyusut sepanjang 2026.
Strategy dalam Bahaya? STRC Dinilai Bisa Bernasib Seperti Terra Luna
Menurut CryptoQuant, kemampuan perusahaan untuk menutup kewajiban dividen kini turun signifikan. Karena itu, mereka menyarankan Strategy menghentikan sementara pembelian Bitcoin dan lebih fokus memperkuat posisi kas perusahaan.
Di sisi lain, ekonom Peter Schiff bahkan berspekulasi tekanan terhadap saham MSTR suatu saat dapat memaksa Michael Saylor menjual sebagian Bitcoin untuk memperbaiki struktur modal.
“Jika para short seller berhasil menekan harga saham MSTR cukup rendah, mereka bisa menempatkan Saylor pada posisi di mana pilihan terbaiknya adalah menjual Bitcoin untuk membeli kembali saham perusahaan,” kata Schiff
Akankah Michael Saylor Menjual Bitcoin?
Berdasarkan data terbaru, Strategy memegang 847.363 BTC dengan nilai cadangan US$50,76 miliar, meski posisi tersebut masih mencatat kerugian belum terealisasi sekitar 20,82 persen dari harga rata-rata pembeliannya.

Jika usulan Grayscale dipertimbangkan, penjualan BTC senilai US$3 miliar akan mewakili sebagian kecil dari total kepemilikan perusahaan. Langkah tersebut juga lebih ditujukan untuk memperkuat likuiditas daripada mengubah strategi investasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


