Grayscale memproyeksikan pertumbuhan besar pada sektor tokenisasi aset dunia nyata atau tokenisasi RWA, dengan estimasi lonjakan hingga sekitar 1.000 kali pada 2030 dibandingkan kondisi saat ini.
Lembaga pengelola aset digital tersebut menyebut bahwa saat ini nilai aset yang telah ditokenisasi baru mencakup sekitar 0,01 persen dari pasar ekuitas dan obligasi global, namun diperkirakan akan berkembang drastis seiring kematangan infrastruktur blockchain dan peningkatan penggunaan teknologi keuangan digital.
“Aset yang di tokenisasi saat ini masih sangat kecil,sekitar 0,01 persen dari pasar ekuitas dan obligasi global, tetapi dapat tumbuh sekitar 1.000 kali lipat pada tahun 2030,” tulis Grayscale dalam laporannya.
Tokenisasi RWA Dipandang Sebagai Megatrend Baru
Menurut penjelasan Grayscale, langkah tokenisasi RWA berpeluang mendorong peningkatan aktivitas on-chain berskala besar pada beberapa jaringan blockchain utama. Jaringan yang diprediksi akan menjadi pusat aktivitas antara lain Ethereum (ETH), BNB Chain, Solana (SOL) dan Avalanche (AVAX).
Keempat ekosistem tersebut dinilai telah memiliki fundamental teknologi, daya dukung jaringan, serta aktivitas pengembang yang kuat untuk mengakomodasi aliran aset yang ditokenisasi yang kian masif di masa mendatang.
Tokenisasi RWA diposisikan sebagai salah satu megatrend utama yang dapat mengubah cara aset keuangan diproses, diperdagangkan, serta dimiliki di ranah digital.
Selain itu, Grayscale juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung dalam memastikan ekosistem tokenisasi berjalan optimal. Salah satu elemen krusial yang disebut adalah Chainlink (LINK) sebagai middleware yang berfungsi menjembatani aliran data dunia nyata ke dalam blockchain secara aman, terverifikasi dan dapat diandalkan.
Teknologi oracle serta mekanisme data lintas jaringan dinilai akan memainkan peran penting dalam memastikan tokenisasi RWA dapat diimplementasikan dengan stabil dan berkelanjutan di berbagai platform blockchain.
Dengan dukungan infrastruktur ini, proses tokenisasi diharapkan mampu menghadirkan efisiensi, transparansi, serta kemudahan akses bagi pengguna dan institusi.
Ekosistem Blockchain Dinilai Siap Menampung Lonjakan Aktivitas
Grayscale menekankan bahwa perluasan tokenisasi RWA akan ikut mendorong pertumbuhan ekosistem blockchain secara keseluruhan. Ethereum disebut tetap memiliki posisi dominan berkat ekosistem DeFi yang luas, sementara BNB Chain dinilai memiliki keunggulan dalam efisiensi biaya dan penggunaan massal.
Sementara itu, Solana dan Avalanche dipandang memiliki kecepatan transaksi tinggi serta kemampuan menangani aktivitas on-chain dalam jumlah besar. Dengan dukungan jaringan-jaringan tersebut, tokenisasi diperkirakan dapat berkembang menjadi pasar bernilai tinggi dan menjadi bagian penting dari sistem keuangan digital global.
Secara keseluruhan, laporan Grayscale menggambarkan masa depan tokenisasi RWA sebagai fase pertumbuhan baru yang akan memberikan dampak signifikan bagi dunia keuangan serta industri blockchain.
Dengan kombinasi kesiapan teknologi, infrastruktur pendukung seperti Chainlink, dan ekosistem jaringan yang semakin matang, Grayscale melihat tokenisasi RWA berpotensi menjadi salah satu pendorong utama aktivitas pasar aset digital dalam dekade ini.
Perusahaan tersebut menilai bahwa sektor ini masih berada pada tahap awal, sehingga ruang pertumbuhan ke depan masih sangat luas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



