Peretasan Binance senilai lebih dari US$6 miliar menjadi salah satu insiden terbesar dalam sejarah kripto. Namun, di balik kerugian fantastis ini, Grayscale melihat perkembangan yang cukup mengejutkan.
Perusahaan tersebut menilai bahwa peretasan Binance bukan hanya pukulan bagi kepercayaan investor. Insiden tersebut berpotensi membawa perubahan positif terhadap keamanan industri kripto dalam jangka panjang.
Grayscale Lihat Sisi Positif Peretasan Binance
Dalam analisis yang diterbitkan pada Selasa (03/11/2026), Head of Research Grayscale, Zach Pandl, menyoroti dampak peretasan Binance yang dikaitkan dengan kelompok peretas asal Korea Utara.
Menurutnya, insiden ini memang membawa kerugian luar biasa besar. Total kerugian akibat serangan siber di industri kripto sepanjang 2026 bahkan telah melampaui US$8 miliar setelah memperhitungkan pembobolan Binance.
Meski begitu, data historis Grayscale memperlihatkan gambaran yang cukup berbeda. Jika dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar kripto, proporsi kerugian akibat peretasan justru menunjukkan tren penurunan dalam jangka panjang.
Grafik yang disajikan menunjukkan bahwa kerugian keamanan sempat mencapai sekitar enam persen dari kapitalisasi pasar pada 2014. Sementara itu, pada 2026, proporsinya masih berada di bawah satu persen.

Dari sini, Grayscale melihat bahwa besarnya nominal kerugian tidak menunjukkan industri semakin rapuh. Sebaliknya, serangan besar seperti ini justru dapat mendorong penguatan standar keamanan crypto exchange.
“Meski mungkin menjadi kemunduran sementara bagi kepercayaan pasar, kami percaya insiden ini pada akhirnya akan menghasilkan praktik keamanan yang lebih kuat bagi seluruh bursa,” tulis Pandl.
Dana Curian US$2,9 Miliar Dibekukan, Grayscale Lihat Harapan Baru
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Grayscale menyoroti respons Binance yang dinilai cukup cepat dalam menangani dampak serangan, terutama terkait pemulihan aset pelanggan yang terdampak peretasan.
Berdasarkan pembaruan yang dikutip Grayscale, Binance telah menutup sekitar 95 persen aset terdampak menggunakan sumber daya perusahaan. Sementara itu, lima persen membutuhkan waktu lebih lama karena keterbatasan likuiditas.
Perkembangan lain datang dari upaya pembekuan aset curian pada pembobolan Binance. Menurut Grayscale, sekitar US$2,9 miliar atau hampir 45 persen dana hasil peretasan telah dibekukan oleh penerbit stablecoin, termasuk Tether dan Circle.
Dengan langkah pemulihan tersebut, Grayscale memperkirakan pelanggan Binance tidak perlu menanggung kerugian akibat serangan. Dana yang dibekukan juga berpotensi dikembalikan melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.
Pandangan positif ini sejalan dengan analisis Tom Lee. Ia menilai pasar kripto kini menunjukkan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi serangan besar dibandingkan insiden sebelumnya.
“Jika dilihat secara keseluruhan, kami menilai ini menjadi tanda bahwa industri kripto semakin tangguh dan lebih mampu menyerap serangan negara terhadap infrastruktur keuangan,” jelas Lee.
Peretasan Binance Bisa Mengubah Cara Menyimpan Kripto
Selain memperkuat keamanan bursa, Grayscale melihat dampak lain yang tidak kalah penting. Peretasan bursa Binance dinilai mengingatkan investor mengenai pentingnya sistem penyimpanan kripto yang lebih aman dan terstruktur.
“Kami juga percaya bahwa insiden ini menegaskan pentingnya kustodian institusional untuk aset kripto,” tulis Pandl, seraya menyoroti meningkatnya penggunaan produk investasi kripto berbasis bursa di Amerika Serikat.
Salah satu pilihan yang disoroti adalah exchange-traded products (ETP) kripto. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap aset digital tanpa mengelola sendiri infrastruktur penyimpanan asetnya.
Tom Lee Sebut Peretasan Binance Jadi Sinyal Bullish bagi Pasar Kripto
Menurut Grayscale, layanan kustodian umumnya menggunakan penyimpanan offline, dompet multi-signature, pemisahan aset, prosedur keamanan internal yang ketat, serta perlindungan asuransi untuk membantu mengurangi risiko operasional.
Menariknya, Standard Chartered sebelumnya juga melihat peretasan Binance sebagai katalis perubahan, tetapi dari sisi perdagangan. Bank tersebut memperkirakan insiden ini mempercepat peralihan aktivitas dari CEX menuju DEX.
Meski menawarkan solusi berbeda, keduanya melihat peretasan Binance sebagai momentum perubahan bagi industri kripto. Insiden ini mendorong investor untuk memperhatikan keamanan, baik saat memperdagangkan maupun menyimpan aset digital.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


