Gubernur Bank Sentral Inggris Usulkan Pembuatan Uang Digital Berbasis Blockchain sebagai Pesaing Bitcoin dan Dolar AS

Mark Caney Gubernur Bank Sentral Inggris yang sebelumnya pernah mengolok-olok mata uang kripto Bitcoin, kali ini ia malah mendukung peran besar mata digital lain berbasis blockchain untuk menyaingi kedigdayaan Bitcoin dan uang dolar AS.

“Mata yang digital bisa menghempaskan pengaruh uang dolar AS pada perdagangan global,” ujar Carney dalam kata sambutan di pertemuan bank sentral seluruh dunia di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat belum lama ini.

Carney menambahkan, jika perluasan pengaruh uang digital ini semakin besar, ini akan meluluhlantakkan peran uang dolar AS di seluruh dunia. Perdagangan global pun sedikit terganggu.

Pernyataan Carney menyusul percobaan Facebook-Libra Association yang akan meluncurkan mata uang digital berbasis blockchain, yakni Libra pada tahun depan. Diumumkan pada 18 Juni 2019 lalu, Libra memicu kontroversi di seluruh dunia. Pemimpin Divisi Blockchain Facebook, David Marcus pun harus rela hadir dalam sidang di Senat dan Kongres beberapa waktu lalu. Kedua lembaga negara itu mempertanyakan peran dari Libra dan dianggap berpotensi mengganggu sistem moneter negara itu.

Caney juga diketahui telah diajak bicara oleh Libra Association soal kemungkinan Libra akan beredar di Inggris dan menjadi alternatif pembayaran di negeri itu.

Bank Sentral Tiongkok juga telah mengumumkan penerbitan uang digital berbasis blockchain dan bersiap-siap untuk mengujicobanya dengan sejumlah perusahaan. Beberapa hari yang lalu, sejumlah sumber Forbes menyebutkan mata uang digital itu akan dibagi-bagikan kepada Alibaba, Tencent dan 5 perusahaan lain pada November ini. Namun, belakangan Bank Sentral Tiongkok membantah informasi tersebut. [Forbes/red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait