Strategy berencana kembali borong Bitcoin di sepanjang sisa 2026, meski perusahaan baru-baru ini menjual sebagian kepemilikan BTC senilai lebih dari US$100 juta, setara Rp1,1 triliun.
CEO Phong Le menegaskan aksi pelepasan aset tersebut tidak menandakan perusahaan menghentikan strategi akumulasi Bitcoin yang selama ini menjadi bagian penting dari kebijakan permodalannya.
Dalam wawancara dengan FOX Business pada Senin (10/8/2026), Le mengungkapkan perusahaan telah membeli sekitar 175.000 BTC sejak awal tahun, sementara jumlah yang dijual berada di kisaran 7.000 BTC.
Dengan perbandingan tersebut, volume pembelian Bitcoin sepanjang tahun ini sekitar 25 kali lebih besar daripada penjualannya. Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan pasar terhadap keputusan perusahaan melepas sebagian cadangan kriptonya.
Jual Bitcoin Rp1,1 Triliun, Ternyata Ini yang Sedang Disiapkan Strategy
Penjualan BTC tersebut terutama dilakukan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan modal perusahaan. Berdasarkan dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), sekitar US$218,4 juta BTC telah dilepas sepanjang 2026 untuk membantu mendanai pembayaran dividen saham preferen.
Perusahaan juga memiliki fleksibilitas untuk menggunakan sumber modalnya bagi pembelian kembali saham dan pengelolaan instrumen sekuritas lainnya. Strategi tersebut menunjukkan Bitcoin kini tidak hanya berfungsi sebagai aset yang terus dikumpulkan, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan neraca perusahaan ketika likuiditas dibutuhkan.
Dalam transaksi terbaru, perusahaan dilaporkan menjual 1.690 BTC dengan nilai sekitar US$108,6 juta. Pada saat yang sama, perusahaan memperoleh sekitar US$653,1 juta dari penjualan saham biasa. Kombinasi transaksi tersebut turut meningkatkan cadangan dolar AS perusahaan menjadi sekitar US$4,65 miliar.
Langkah itu membuat kebijakan cadangan perusahaan menjadi perhatian karena selama bertahun-tahun Strategy dikenal dengan pendekatan agresif dalam mengakumulasi Bitcoin. Penjualan BTC kemudian memunculkan pertanyaan mengenai apakah perusahaan mulai mengubah strategi jangka panjangnya terhadap aset kripto tersebut.
Namun, Le menekankan bahwa skala Bitcoin yang dilepas masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah yang telah dibeli sepanjang tahun. Ia memastikan aktivitas pembelian akan kembali dilakukan sebelum 2026 berakhir.
“Kami akan kembali membeli lebih banyak Bitcoin sepanjang tahun ini,” ujar Le.
Sudah Borong 175.000 BTC, Belum Berniat Injak Rem
Data yang disampaikan Le menunjukkan perusahaan masih menjadi pembeli bersih Bitcoin dalam jumlah besar. Sekitar 175.000 BTC telah ditambahkan sejak awal tahun, sedangkan sekitar 7.000 BTC dilepas. Dengan kata lain, setiap satu Bitcoin yang dijual sepanjang periode tersebut diimbangi sekitar 25 BTC yang dibeli.
Setelah rangkaian penjualan terbaru, kepemilikan Bitcoin perusahaan dilaporkan masih berada di sekitar 840.447 BTC. Besarnya cadangan tersebut membuat kebijakan pembelian maupun penjualan perusahaan tetap menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar kripto, terutama karena ukuran transaksi yang dapat mencapai ratusan juta dolar AS.
Kebijakan terbaru juga memperlihatkan bagaimana perusahaan menyeimbangkan beberapa kebutuhan sekaligus.
Selain mempertahankan eksposur besar terhadap Bitcoin, perusahaan perlu memenuhi pembayaran dividen saham preferen, mempertimbangkan pembelian kembali saham, serta mempertahankan cadangan dolar AS untuk memperkuat posisi likuiditas.
Penjualan Bitcoin karena itu tidak secara otomatis berarti perusahaan berbalik bearish terhadap aset tersebut. Pernyataan Le menunjukkan pelepasan sebagian BTC dilakukan dalam kerangka pengelolaan modal, sementara rencana akumulasi tetap dipertahankan untuk sisa tahun berjalan.
Rencana kembali membeli BTC juga mempertegas bahwa Strategy belum meninggalkan model cadangan berbasis Bitcoin. Setelah membeli jauh lebih banyak BTC dibandingkan jumlah yang dijual sepanjang 2026, perusahaan kini bersiap kembali memasuki pasar sambil tetap menjaga fleksibilitas neraca dan kebutuhan kas korporasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


