Hacker Bitget Belum Selesai, Rp1,4 Triliun Sudah Keluar Sejak 15 Oktober

Peretas Bitget rupanya belum benar-benar diam. Hampir sebulan setelah serangan besar mengguncang crypto exchange tersebut, puluhan juta dolar kembali bergerak dari dompet yang diduga hacker.

Pergerakannya juga bukan satu transaksi besar. Dana dipecah ke puluhan transfer dan sebagian besar berupa Bitcoin, memunculkan pertanyaan baru apakah pelaku mulai memperumit jejak aset curian.

Rp1,4 Triliun Keluar, Hacker Bitget Kembali Bergerak

Arkham Intelligence pada Sabtu (24/10/2026) mengungkap bahwa peretas Bitget memindahkan US$78,01 juta atau sekitar Rp1,4 triliun menuju sejumlah alamat baru sejak 15 Oktober 2026.

Gelombang terbesar terjadi pada 15 Oktober dengan US$23,31 juta, disusul US$15,13 juta pada 20 Oktober dan US$11,74 juta sehari setelahnya. Hanya 19 Oktober yang tercatat tanpa perpindahan dana.

Aktivitas hacker kembali meningkat dalam dua hari terakhir. Arkham melihat adanya rangkaian transfer baru yang agresif, dengan dana dipindahkan berulang kali menuju sejumlah alamat berbeda.

“Kelompok hacker Bitget memindahkan US$19,48 juta dari dompetnya melalui 52 transaksi, mulai pukul 10.02 UTC pada 21 Oktober hingga pukul 02.48 UTC pagi ini,” ungkap Arkham.

BACA JUGA:  Perusahaan Prancis Ini Borong Bitcoin Lagi, Totalnya Tembus 3.538 BTC
Aliran Transaksi Hacker Bitget - Arkham Intelligence
Aliran Transaksi Hacker Bitget – Arkham Intelligence

Hampir seluruh nilai tersebut berasal dari Bitcoin. Dari total dana yang bergerak, sekitar US$19,33 juta berupa BTC, sedangkan sisanya berasal dari ETH dan mayoritas dikirim menuju address crypto baru.

Data transaksi turut memperlihatkan pola pemecahan dana. Sejumlah transfer BTC dikirim hampir bersamaan menuju alamat berbeda, dengan nominal individual mulai ratusan ribu hingga lebih dari US$800 ribu.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

2.960 BTC Masih Mengendap di Dompet Hacker Bitget

Meski dana mulai bergerak ke berbagai alamat baru, sebagian besar hasil peretasan ternyata masih bertahan di kelompok dompet yang sejak awal telah dilabeli Arkham sebagai milik hacker Bitget.

“Sebulan kemudian, US$242,54 juta dari total US$350 juta yang diretas, atau sekitar 69 persen, masih berada di dompet yang telah dilabeli sebagai milik kelompok hacker Bitget,” tulis mereka.

Hampir seluruh saldo hasil pembobolan Bitget kini berbentuk Bitcoin. Arkham mencatat sekitar US$241,99 juta tersimpan dalam 2.960,01 BTC, membuat aset kripto terbesar itu mendominasi portofolio hacker.

Sisanya jauh lebih kecil dan tersebar di sejumlah jaringan. Sekitar US$501 ribu berada di Ethereum, US$21.100 di Hypercore, US$13.300 di Solana, serta US$2.000 di Tron.

BACA JUGA:  Prediksi Harga Bitcoin di Uptober: Citi Kini Bidik US$113.000

Tangkapan layar memperkuat gambaran tersebut. Portofolio entitas bertanda “Bitget Hacker” terlihat bernilai sekitar US$242,3 juta, dengan nyaris seluruh nilai aset berasal dari kepemilikan Bitcoin.

Dompet Peretas Bitget - Arkham Intelligence
Dompet Peretas Bitget – Arkham Intelligence

Besarnya saldo yang tersisa membuat pergerakan berikutnya layak diperhatikan. Jika pola transfer terus berlanjut, sebagian BTC tersebut berpotensi kembali dipecah dan dikirim menuju alamat baru.

Arkham bahkan mempertanyakan apakah rangkaian transfer terbaru menjadi bagian dari upaya pencucian dana, terutama karena hampir seluruh US$19,48 juta yang bergerak dalam 48 jam diarahkan menuju alamat baru.

Jejak Peretasan Bitget Belum Berakhir

Pergerakan terbaru ini merupakan lanjutan dari serangan yang terjadi pada 24 September 2026, ketika Bitget mendeteksi transfer tidak sah dari sejumlah hot wallet dan warm wallet milik perusahaan.

Pada tahap awal, nilai aset yang terdampak diperkirakan US$351,6 juta. Arkham kemudian memakai angka sekitar US$350 juta saat memetakan pergerakan dana dan melabeli 26 alamat hacker.

BACA JUGA:  Bitget Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Peretasan Senilai Rp6 Triliun

Nilainya lalu direvisi Bitget menjadi US$387,5 juta setelah pelacakan tambahan menemukan aset pada jaringan Zcash dan TRON. Perusahaan menegaskan kenaikan itu bukan akibat serangan baru.

Investigasi berikutnya menunjukkan private key bukan titik yang dibobol. Penyerang diduga memanfaatkan celah pada produk keamanan pihak ketiga untuk mendapatkan akses internal.

Bitget Pastikan Bukan Private Key yang Dibobol, Dana Pengguna Aman

Setelah serangan, dana mulai menyebar ke banyak alamat dan jaringan. Sebagian aset juga bergerak melalui THORChain, Chainflip dan Wasabi CoinJoin, sehingga jalurnya menjadi lebih sulit dilacak.

Dengan pola transfer yang kembali aktif, fokus kini tertuju pada langkah berikutnya. Jika saldo Bitcoin terus dipecah dan dipindahkan, pelacakan dana hasil peretasan Bitget berpotensi menjadi semakin rumit.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait