Dugaan peretasan besar-besaran terhadap Binance pada Kamis (29/10/2026) ternyata melibatkan metode yang cukup rumit. Penyerang diduga memanfaatkan fitur Ethereum bernama EIP-7702 untuk mengambil alih fungsi salah satu hot wallet utama bursa kripto tersebut, kemudian menguras aset bernilai miliaran dolar AS hanya dalam hitungan menit.
Berdasarkan investigasi teknis drk.vc yang diterbitkan Jumat (30/10/2026), serangan berpusat pada wallet Binance 14. Penyerang menggunakan mekanisme delegasi untuk membuat wallet tersebut menjalankan kode smart contract yang sebelumnya telah disiapkan.
Sementara itu, perusahaan keamanan blockchain Blockaid mengungkap bahwa sistem pemantauannya berhasil mengidentifikasi pengurasan aset kurang dari dua menit setelah transaksi utama terjadi.
Insiden ini diperkirakan melibatkan perpindahan aset hingga US$5,8 miliar di tujuh jaringan blockchain, meskipun nilai kerugian final maupun penyebab kompromi akses belum dikonfirmasi Binance.
Hacker Manfaatkan EIP-7702 untuk Menguras Wallet Binance
Salah satu bagian paling menarik dari serangan ini adalah penggunaan Ethereum Improvement Proposal 7702 (EIP-7702), fitur yang memungkinkan wallet biasa menjalankan fungsi smart contract melalui otorisasi tertentu.
Dalam spesifikasi resmi Ethereum, mekanisme tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan wallet, termasuk memproses beberapa tindakan dalam satu transaksi.
Namun, apabila otorisasi jatuh ke tangan pihak yang tidak berwenang, kode yang didelegasikan berpotensi digunakan untuk mengendalikan aset dalam wallet.
Menurut drk.vc, penyerang lebih dahulu menyiapkan smart contract dengan fungsi sweep () untuk memindahkan ETH dan berbagai token menuju alamat yang telah ditentukan.
Pada Jumat (30/10/2026), pukul 03.20.59 WIB, penyerang mengirim transaksi Ethereum tipe 4 berisi 50 otorisasi EIP-7702 yang ditandatangani menggunakan kunci wallet Binance 14.
Otorisasi tersebut menggunakan urutan nonce yang berbeda, dari 18.914.775 hingga 18.914.824. Sebanyak 49 di antaranya tidak valid, sedangkan satu berhasil cocok dengan nonce aktif wallet.
Strategi ini memungkinkan delegasi berbahaya diterapkan meskipun Binance 14 masih memproses transaksi penarikan secara rutin.
Hanya tiga menit kemudian, tepatnya pukul 03.24.23 WIB, penyerang menjalankan fungsi sweep ().
Hasilnya, sekitar 167.464 ETH, 1,615 miliar USDT, serta 63 jenis token lainnya berpindah menuju alamat yang dikendalikan penyerang. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$2,5 miliar.
Serangan Meluas ke Wallet Lain, Aset Miliaran Dolar Berpindah
Pengurasan Binance 14 ternyata bukan satu-satunya aktivitas mencurigakan yang ditemukan.
Sekitar 24 detik setelah transaksi utama, wallet Binance 16 mengirim 28.005,6 ETH beserta sejumlah token lain menuju alamat penerima yang sama.
Berbeda dengan Binance 14, wallet tersebut tidak menggunakan delegasi EIP-7702. Sebaliknya, transaksi dilakukan melalui tanda tangan langsung dari wallet bersangkutan.
Lebih lanjut lagi, penyerang memanfaatkan kewenangan Binance 14 sebagai operator untuk mengakses Binance Hot Wallet 34, kemudian memindahkan sekitar 823 juta USDC melalui beberapa transaksi.
Aktivitas mencurigakan juga teridentifikasi pada jaringan Arbitrum, Avalanche, Optimism, Bitcoin, Tron dan Base.
Temuan ini mengindikasikan bahwa insiden mungkin tidak terbatas pada satu smart contract berbahaya, melainkan turut melibatkan akses penandatanganan transaksi dari sejumlah wallet.
Namun demikian, keberadaan tanda tangan valid belum menjelaskan bagaimana penyerang memperoleh akses tersebut. Kemungkinan kompromi kunci privat maupun kelemahan infrastruktur penandatanganan masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
Dampaknya bahkan merembet ke pasar altcoin. Sebagaimana diberitakan Blockchainmedia.id sebelumnya, peretas Binance diduga menjual 7,77 triliun PEPE hingga harga token tersebut anjlok lebih dari 12 persen.
Blockaid Deteksi Pengurasan Binance dalam Kurang dari Dua Menit
Temuan menarik lainnya datang dari laporan investigasi Blockaid yang diterbitkan pada Kamis (29/10/2026).
Perusahaan keamanan blockchain tersebut menyatakan sistem pemantauan on-chain miliknya berhasil mendeteksi transaksi pengurasan hanya satu menit 55 detik setelah aksi utama berlangsung.
Bahkan, analisis otomatis Blockaid mengidentifikasi indikasi kompromi kunci penandatanganan dan mekanisme delegasi berbahaya dalam waktu 11 menit.
Dalam waktu kurang dari satu jam, Blockaid juga telah menandai alamat penyerang sebagai berbahaya dan mendistribusikan peringatan kepada pelanggannya.
Menurut perusahaan tersebut, perubahan kode wallet menjadi delegasi ke kontrak yang tidak dikenal merupakan salah satu indikator utama serangan.
Blockaid menjelaskan bahwa EIP-7702 juga memungkinkan delegasi tetap aktif setelah transaksi pertama selesai. Artinya, aset baru yang masuk ke wallet terdampak berpotensi kembali dikuras selama otorisasi tersebut belum dicabut.
Hal ini terlihat ketika Binance 14 kembali mengalami pengurasan sekitar 200 juta USDT pada pukul 04.44 WIB, setelah menerima tambahan aset sejak transaksi pertama.
Di tengah berlangsungnya investigasi, penerbit stablecoin turut melakukan pembekuan sejumlah aset yang dikaitkan dengan insiden tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi Binance, sekitar US$2,54 miliar aset terkait insiden telah dibekukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Binance juga menegaskan bahwa dana pengguna tetap aman, sementara tim keamanannya terus menyelidiki insiden tersebut.
Meski laporan drk.vc dan Blockaid memberikan gambaran teknis mengenai cara penyerang menjalankan aksinya, penyebab awal kebocoran akses serta total kerugian yang benar-benar tidak dapat dipulihkan masih belum dipastikan secara resmi.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan bahwa fitur blockchain yang dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas wallet dapat menimbulkan risiko besar ketika mekanisme otorisasi dan keamanan penandatanganannya berhasil disalahgunakan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


