Insiden peretasan di jaringan Solana menyisakan kejadian yang cukup ironis. Ketika sebuah validator yang sudah kehilangan dananya mendapat kiriman 1 SOL untuk membantu pemulihan, hacker justru kembali beraksi dan mengambil dana tersebut hanya dalam lima detik.
Kejadian itu merupakan bagian dari serangan terhadap sejumlah validator Solana yang melibatkan Solflare dan Blockdaemon. Berdasarkan investigasi terbaru perusahaan analitik blockchain Bitquery, yang diterbitkan pada Kamis (29/10/2026), penyerang berhasil menguasai kunci operasional lima validator dan mengambil aset senilai sekitar US$135.000.
Menariknya, penelusuran tersebut menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya menguras saldo validator dalam waktu singkat, tetapi juga terus memantau akun yang telah diserang. Bahkan, sebagian dana hasil pencurian telah dipindahkan ke Ethereum dan masuk ke layanan pencampur kripto Tornado Cash.
Dana Bantuan 1 SOL Langsung Disambar Hacker
Kejadian paling tidak biasa berlangsung pada 27 Oktober 2026, ketika seorang operator validator lain yang berada di jaringan hosting yang sama mengirimkan 1 SOL ke akun voting milik validator Solflare.
Akun tersebut sebelumnya telah dikuras dalam serangan yang membuat validator kehilangan kemampuan untuk menghasilkan reward staking.
Namun, dana tambahan yang masuk ternyata tidak bertahan lama. Hanya lima detik setelah transaksi pengiriman tercatat, penyerang langsung memindahkan kembali 1 SOL tersebut.
Aktivitas itu dapat ditelusuri melalui transaksi Solana yang diidentifikasi Bitquery, dengan transaksi pengurasan tercatat pada pukul 22.19.22 UTC atau 05.19.22 WIB.
Kecepatan tersebut menjadi petunjuk menarik dalam investigasi. Bitquery menilai bahwa pelaku kemungkinan besar menggunakan bot otomatis untuk mengawasi saldo akun yang telah dikuasainya.
Dengan mekanisme seperti itu, dana baru yang masuk dapat segera dipindahkan tanpa menunggu tindakan manual.
Meski demikian, keberadaan bot belum dapat dipastikan secara langsung hanya dari aktivitas blockchain. Kesimpulan tersebut merupakan interpretasi berdasarkan jeda transaksi yang sangat singkat.
Kejadian ini juga memperlihatkan mengapa mengirimkan dana tambahan belum tentu menyelesaikan masalah validator yang kunci penarikannya telah dikuasai pihak lain.
Dalam mekanisme Solana yang berlaku saat kejadian, akun voting memerlukan sekitar 1,6 SOL per epoch untuk tetap memenuhi persyaratan partisipasi validator. Artinya, kiriman 1 SOL sebenarnya belum cukup untuk mengembalikan aktivitas validator tersebut, sekalipun dana itu tidak dicuri.
Lima Validator Dibobol, Aset US$135 Ribu Dibawa Kabur
Serangan utama dimulai pada 26 Oktober 2026. Penelusuran Bitquery menunjukkan bahwa dalam waktu sekitar tiga menit, aset senilai 1.188 SOL dipindahkan dari identity key empat validator aktif menuju satu wallet penampung.
Validator yang teridentifikasi meliputi Solflare, Blockdaemon, Astraeus, serta satu validator yang dikenal melalui alamat voting berawalan J21SMP.
Investigasi juga menemukan bahwa kunci milik validator lama yang sebelumnya terkait dengan Slow Ventures ikut digunakan oleh pelaku. Dengan demikian, terdapat lima validator yang kuncinya terindikasi berada dalam kendali pihak yang sama.
Setelah menguras akun identitas, penyerang melanjutkan aksinya dengan mengambil dana dari vote account, yaitu akun yang berhubungan dengan aktivitas voting dan komisi validator.
Total aset yang berhasil diambil mencapai ekuivalen 1.343 SOL atau sekitar US$135.000. Sebanyak 62 persen nilai tersebut berasal dari JitoSOL, token liquid staking yang diterbitkan melalui ekosistem Jito.
Ada satu petunjuk lain yang memperkuat dugaan bahwa berbagai pencurian itu dilakukan oleh pihak yang sama. Dalam beberapa transaksi, kunci milik satu validator digunakan untuk membayar biaya jaringan ketika dana milik validator lainnya dipindahkan.
Lebih lanjut lagi, jejak transaksi memperlihatkan bahwa dana hasil pencurian ditukar dan dipindahkan dari Solana menuju Ethereum menggunakan layanan lintas jaringan Bridgers serta Chainflip.
Sebanyak 57 ETH kemudian disetorkan ke Tornado Cash melalui sejumlah transaksi. Layanan tersebut memungkinkan aset kripto dicampur untuk mempersulit pelacakan hubungan antara alamat pengirim dan penerima.
Bitquery bahkan menemukan aktivitas pengujian jalur pemindahan dana pada 15 Oktober, sekitar sebelas hari sebelum serangan utama. Wallet yang kemudian digunakan untuk menampung hasil pencurian telah mencoba mengirim SOL melalui Bridgers menuju alamat Ethereum yang sama.
Temuan ini mengindikasikan adanya persiapan sebelum pencurian berlangsung. Namun, identitas pelaku maupun cara mereka memperoleh kunci validator masih belum diketahui.
Sementara itu, melalui laporan insiden resminya, Blockdaemon mengonfirmasi bahwa kunci operasional lima validator Solana yang dioperasikannya telah dikompromikan pada 26–27 Oktober.
Perusahaan menjelaskan bahwa pelaku mampu mengubah otoritas penarikan dan memindahkan aset operasional. Meski begitu, investigasi awal belum menemukan indikasi bahwa infrastruktur Blockdaemon secara lebih luas turut diretas.
SOL Pengguna Aman, tetapi Reward Staking Terganggu
Di tengah serangan tersebut, muncul kekhawatiran mengenai keamanan SOL milik pengguna yang melakukan staking melalui validator terdampak.
Namun, Solflare dalam pernyataan resminya pada 27 Oktober menegaskan bahwa aset pengguna tidak ikut dicuri.
Perusahaan menjelaskan bahwa SOL yang didelegasikan tetap berada dalam stake account masing-masing pengguna. Kepemilikan aset tersebut dikendalikan oleh kunci pemiliknya, bukan oleh kunci operasional validator.
Dengan demikian, meskipun hacker berhasil mengambil dana operasional dan menguasai otoritas penarikan akun voting, mereka tidak memperoleh akses untuk memindahkan pokok SOL yang didelegasikan pengguna.
Dampak langsungnya justru terjadi pada pendapatan staking. Empat validator aktif yang terdampak berhenti berpartisipasi dalam voting jaringan sehingga tidak lagi menghasilkan reward selama tidak aktif.
Dalam pembaruan berikutnya pada Rabu (28/10/2026), Solflare mengumumkan bahwa validator pengganti sudah mulai beroperasi.
Pengguna dapat memindahkan staking dari validator lama melalui proses unstaking reguler dan melakukan staking kembali pada validator baru. Alternatif lainnya adalah menunggu pembaruan aplikasi yang akan menyediakan proses migrasi lebih sederhana.
Solflare juga berjanji mengganti reward yang terlewat selama penghentian tersebut bagi pengguna yang melakukan migrasi, meskipun periode dan rincian kompensasi belum diumumkan sepenuhnya.
Perusahaan turut memperingatkan pengguna agar tidak mengikuti tautan migrasi yang dikirim melalui pesan pribadi karena proses resmi dilakukan melalui aplikasi Solflare.
Kasus ini memperlihatkan sisi lain risiko keamanan blockchain. Meski aset staking pengguna tetap terlindungi oleh mekanisme kepemilikan kunci, kompromi terhadap kunci operasional validator masih dapat mengganggu layanan dan membuka jalan bagi pencurian berulang.
Bahkan, seperti yang terjadi pada Solflare, dana yang dikirim ke akun yang belum sepenuhnya diamankan justru dapat menjadi sasaran pencurian berikutnya dalam hitungan detik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


