Halving Bitcoin Ke-4 Tahun 2024, Bos Rekeningku.com: Kemungkinan ATH Baru Akan Tercipta Lagi

Halving Bitcoin (BTC) ke-4 diperkirakan jatuh pada awal Maret 2024. Imbalan kepada penambang akan berkurang 50 persen, dari saat ini 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per block. Robby, Direktur Rekeningku.com mengatakan kemungkinan ATH baru akan tercita lagi.

Apa Itu Halving Bitcoin?

Bitcoin, yang memiliki jumlah pasti yang sudah ditetapkan, yaitu 21 juta koin, dihadirkan ke publik melalui mekanisme panambangan (mining).

Dari penambangan, itu akan menghasilkan BTC yang baru dari block penambangan, yang hasilnya akan dikurangi sebanyak setengahnya, setiap 210.000 block (setara empat tahun sekali, 1 block rata-rata 10 menit). Inilah yang dimaksud dengan halving Bitcoin.

Nantinya pada Halving ke-4 pada tahun 2024, hasil penambangan akan menjadi 3,125 BTC per block, sehingga jumlah koin yang akan didapat oleh penambang akan kian sedikit, serta kesulitan penambangannya pun akan meningkat.

Apakah Halving Bitcoin Itu Penting?

Jika dibilang penting atau tidak itu tergantung pada sudut pandang Anda. Disebut penting, karena halving adalah mekanisme yang menjaga agar pasokan BTC tetap menjadi aset yang bernilai, berharga dan langka.

Ini dirancang dengan cara yang unik dan luar biasa, sehingga nilainya akan terus terpoles dengan memainkan sisi “permintaan dan penawaran”, hukum ekonomi yang bersifat universal dan berlaku bagi semua aset investasi.

Halving secara otomatis akan mengurangi jumlah Bitcoin baru yang dapat dimiliki oleh investor, sehingga harga diperkirakan akan melesat, jika memang permintaan tetap ada dan meningkat. Ini sudah terbukti pada semua halving yang sudah terjadi di masa lalu.

Juga, mekanisme halving ini adalah langkah cerdas dari pencipta BTC, Satoshi Nakamoto, untuk menekan inflasi nilai BTC, yang pada akhirnya bisa membuatnya terus bernilai dari masa ke masa seperti emas.

Dengan memperkirakan jumlah total BTC dan jumlah yang beredar saat ini, halving yang konsisten dilakukan selama empat tahun sekali akan membuat BTC habis tertambang pada tahun 2140.

Sehingga, fenomena langka dan bersejarah ini kemungkinan akan disaksikan oleh anak atau cucu kita nanti. Ini membuat orang-orang juga melihat BTC sebagai aset investasi yang dapat diwariskan.

Jika orang-orang bertanya, bagaimana penambang mendapatkan keuntungan setelah BTC habis tertambang. Diketahui, nantinya mereka hanya akan mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi dalam jaringan, seperti yang saat ini juga berlaku.

Inilah yang membuat Bitcoin unik, berlawanan dengan mata uang fiat yang jumlahnya tak terbatas dan selalu dihantam inflasi dan kian berkurang nilainya.

Untuk melihat penghitungan mundur menuju halving berikutnya secara real time, Anda dapat mengunjungi situs Nicehash. Infografis tahun 2020 berikut ini menerangkan konsep dasar halving itu.

Halving Bitcoin 2024

Pandangan Bos Rekeningku.com

Tentu saja, pengurangan hadiah dari block penambangan akan berdampak langsung kepada para penambang, yang berkurang setengahnya juga.

“Dalam jangka pendek, mungkin ini terlihat merugikan penambang, tetapi dalam jangka panjang, harga akan mencetak level tertinggi baru seperti sebelumnya, sehingga penambang akan tetap diuntungkan,” ujar Robby, Bos Rekeningku.com kepada Redaksi Blockchainmedia.id melalui Telegram, Sabtu (15/5/2022).

Robby, Direktur Rekeningku.com. Foto: ITS.ac.id.

Dan pertanyaan yang paling banyak keluar adalah, apakah sejarah akan berulang? Seperti yang telah terjadi, harga BTC terus mencetak level tertinggi sepanjang masa baru (ATH) pasca halving.

Contohnya seperti halving di tahun 2016, yang membawa harga melesat ke ATH baru di US$20.000 di tahun 2017, dan halving di tahun 2020, yang membawa harga mencetak ATH baru lagi di US$69.000.

Jika sejarah berulang, diperkirakan ATH baru akan tercipta setidaknya pada tahun 2025.

“Tentu saja, ini menjadi bahan perbincangan yang menarik karena ini adalah apa yang paling ditunggu oleh para investor. Menjadi era kebangkitan bagi banyak aset kripto, mengikuti Bitcoin, seperti yang sudah-sudah,” kata Robby.

Meski tidak ada jaminan, tetapi sejarah selalu membuktikan bahwa halving mampu mengangkat harga Bitcoin dalam jangka panjang. Kelangkaan yang tercipta, serta permintaan yang terus naik, menjadi “pompa harga” yang jitu.

“Saat ini, berbagai upaya telah dihadirkan untuk mempermudah eksposur institusi ke Bitcoin, ini dapat dilihat sebagai sinyal hijau yang patut diamati perkembangannya. Kemungkinan ATH baru akan tercipta lagi setelah halving,” tambah Robby.

Di Balik Rekeningku.com, Ada Robby, Johny dan Sumardi Berdiri

Selain Robby, ada banyak sekali investor dan pengamat yang berpandangan serupa, melihat peluang yang sangat positif dari halving, karena ini sudah terbukti tidak hanya satu dua kali, tetapi sejak halving pertama terjadi.

Kemungkinan, koreksi hebat yang saat ini melanda pada akhirnya akan membentuk pembalikan, membangun kembali struktur untuk bullish jangka panjang, seperti yang terjadi di bulan Januari 2019. Mari kita saksikan. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait