Hantavirus Bikin Market Panik, Bitcoin Bisa Terseret Jatuh?

Lonjakan kekhawatiran terhadap penyebaran Hantavirus mulai memicu gejolak di pasar global, termasuk pasar kripto, setelah platform pasar prediksi mencatat peningkatan taruhan atas kemungkinan pandemi baru.

Di tengah kondisi itu, Bitcoin ikut terseret dalam gelombang sentimen risk-off, meski data on-chain dan aliran dana institusional menunjukkan struktur pasar belum sepenuhnya berubah bearish.

Berdasarkan laporan The Street pada Kamis (7/5/2026), kontrak terkait potensi pandemi Hantavirus di pasar prediksi Polymarket sempat melonjak tajam sebelum kembali turun setelah klarifikasi dari World Health Organization (WHO).

Fenomena itu memicu respons cepat dari investor global yang mulai mengurangi eksposur ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Secara historis, pola seperti ini pernah terjadi saat pandemi COVID-19 pada 2020, ketika pasar kripto mengalami tekanan jual besar akibat perpindahan likuiditas ke aset aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah. Kali ini, pasar mulai mengaitkan Hantavirus dengan risiko serupa, meski skalanya masih jauh lebih kecil.

Bitcoin kini tidak lagi dipandang sebagai aset spekulatif semata. Aset kripto terbesar itu sudah terhubung dengan instrumen investasi institusional seperti ETF spot, neraca perusahaan publik, hingga narasi cadangan strategis negara.

BACA JUGA:  Gila! Influencer Kripto Ini Jual Rumah untuk Borong Kartu Pokémon

Kondisi tersebut membuat kekhawatiran terhadap Hantavirus dinilai berpotensi menciptakan premium risiko pandemi yang mendorong investor menjadi lebih defensif.

Investor Mulai Cari Perlindungan, Arus ke Aset Berisiko Melambat

Di tengah meningkatnya kekhawatiran itu, laporan dari Investing pada Kamis (7/5/2026) mencatat saham Moderna melonjak 10 persen setelah muncul kekhawatiran terkait Hantavirus di kapal pesiar. Lonjakan saham perusahaan vaksin ini menjadi sinyal awal adanya rotasi modal menuju sektor kesehatan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam konteks pasar kripto, rotasi modal seperti ini biasanya berpotensi menjadi tekanan awal bagi altcoin dan aset berisiko tinggi lainnya. Saat investor global mulai memburu saham di ruang biotech atau vaksin, dana cenderung keluar sementara dari aset spekulatif untuk mengurangi eksposur risiko.

BTC net flow

Meski demikian, data institusional menunjukkan minat terhadap Bitcoin belum benar-benar surut. Bitcoin ETF spot secara kolektif masih mencatat arus masuk bersih sebesar US$1,97 miliar sepanjang April, menjadi performa terbaik dalam lima bulan terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa investor institusional masih mempertahankan posisi mereka, meski sentimen pasar sedang bergejolak.

Jika isu Hantavirus berkembang menjadi ancaman kesehatan global yang lebih serius, arus dana ke Bitcoin ETF berpotensi melambat. Perlambatan ini dapat menekan harga dalam jangka pendek karena investor cenderung menahan eksposur pada aset volatil.

BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Sentuh US$81.000, Breakout atau False Signal?

Funding Rate Negatif dan Potensi Short Squeeze

Di sisi derivatif, analis CryptoOnchain di CryptoQuant mencatat sinyal langka dari pasar futures Bitcoin. Rata-rata pergerakan 50 hari funding rate Bitcoin di Binance turun ke level -0,002, level terendah sejak fase pasca-crash COVID-19 pada April 2020.

Funding rate negatif sedalam ini menunjukkan dominasi sentimen bearish dan short-selling agresif. Secara historis, kondisi seperti ini sering menjadi bahan bakar short squeeze yang besar,” ungkap CryptoOnchain.

Bitcoin funding rate 9 mei

Menurutnya, posisi Bitcoin saat ini di sekitar US$80.000 merepresentasikan koreksi sekitar 37 persen dari ATH US$127.000 yang tercapai pada Oktober 2025. Koreksi sebesar itu dinilai masih sehat dalam struktur bullish jangka panjang.

Funding rate negatif berkepanjangan mengindikasikan pasar derivatif terlalu berat ke sisi short. Dalam pola historis, kondisi seperti ini justru sering menjadi awal pembalikan arah yang agresif ketika posisi short dipaksa ditutup.

Struktur Bullish Bitcoin Masih Bertahan

Selain itu, analis kripto Kaleo melihat struktur teknikal Bitcoin masih menunjukkan tren bullish lanjutan di tengah sentimen Hantavirus. Dalam analisis terbarunya, Kaleo mencatat Bitcoin telah keluar dari garis downtrend yang sebelumnya menahan pemulihan harga.

BACA JUGA:  Schwab dan Citadel Lirik Prediction Market, Sinyal Perubahan Besar?

BTC analisis 9 Mei

Breakout tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah dan buyer kembali mengambil alih kendali. Area resistance terdekat kini berada di kisaran US$95.000 hingga US$98.000.

Kaleo memproyeksikan target utama Bitcoin berada di area US$122.000 hingga US$126.000, mendekati rekor tertinggi sebelumnya. Sementara itu, support utama berada di area US$74.000 hingga US$76.000 yang dinilai penting untuk menjaga struktur bullish tetap utuh.

Dengan kata lain, Hantavirus memang memicu kepanikan jangka pendek dan mengubah sentimen pasar menjadi lebih defensif.

Namun, kombinasi inflow ETF, tekanan short ekstrem dan struktur teknikal yang masih kuat menunjukkan Bitcoin belum kehilangan pijakan bullish-nya. Yang menjadi penentu berikutnya adalah apakah isu Hantavirus berkembang menjadi risiko global nyata atau hanya kepanikan sesaat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait