Hanya Empat Koin L1 yang Perkasa Tahun Ini? Data Pasar Tahun 2025 Bikin Kaget

Hanya empat koin layer-1 (L1) yang berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, membuat investor memfokuskan tatapan mereka jelang akhir tahun ini.

Berdasarkan data yang dibagikan Crypto Koryo, Bitcoin Cash (BCH), Binance Coin (BNB), Hyperliquid (HYPE), dan TRON (TRX) menjadi satu-satunya aset layer-1 yang berada di zona hijau tahun ini, sementara puluhan koin L1 lainnya justru tertekan oleh penurunan harga yang konsisten sejak Januari.

Data pasar memperlihatkan BCH memimpin dengan kenaikan mendekati 40 persen secara year-to-date (YTD), diikuti BNB, HYPE dan TRX dengan kenaikan variatif antara 5 hingga 16 persen.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Laporan ini disusun berdasarkan perbandingan performa seluruh koin L1 utama di pasar kripto global selama 2025.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar aset berkapitalisasi besar, termasuk Ethereum (ETH), Solana (SOL), Avalanche (AVAX), Aptos (APT) dan Sui (SUI), masuk ke zona negatif, dengan koreksi bervariasi dari 12 persen hingga lebih dari 35 persen.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor apa yang membuat hanya empat koin L1 mampu mempertahankan momentum positif di tengah tekanan pasar yang meluas.

BACA JUGA:  Keren! Mahasiswa Indonesia Ciptakan Sistem Blockchain untuk Industri Herbal

Empat Aset dengan Performa Positif Sepanjang Tahun

Menurut Crypto Koryo, BCH menjadi koin L1 dengan performa paling impresif sepanjang 2025. Kenaikan hampir 40 persen didorong oleh struktur suplai yang sepenuhnya beredar, sehingga tidak ada tekanan jual dari investor awal atau venture capital.

Selain itu, volatilitas yang lebih stabil serta likuiditas yang konsisten membuat BCH relatif lebih tahan terhadap gejolak pasar. Spekulasi mengenai kemungkinan terbentuknya produk ETF berbasis BCH juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan permintaan di pasar spot.

BNB menempati posisi kedua dalam daftar aset berkinerja positif. Token utilitas yang digunakan dalam ekosistem Binance ini tercatat naik 12–16 persen YTD berkat aktivitas pengguna yang tetap tinggi.

Peningkatan transaksi di BNB Chain, utilitas BNB untuk biaya jaringan, serta program burn rutin yang mengurangi pasokan menjadi alasan utama mengapa koin ini mampu bertahan. Aktivitas perdagangan yang tetap padat membuat BNB tidak terlalu terdampak oleh pelemahan di sektor altcoin lainnya.

Sementara itu, HYPE, koin asli jaringan Hyperliquid, menjadi salah satu kejutan tahun ini. Koin L1 tersebut naik antara 8–15 persen berkat lonjakan aktivitas di sektor decentralized derivatives.

Penggunaan jaringan Hyperliquid untuk perdagangan perpetual futures mendorong lonjakan volume, sehingga permintaan HYPE meningkat secara organik. Pasokan yang relatif kecil juga mempercepat kenaikan harga.

BACA JUGA:  Ethereum Hegota Hadirkan Era Baru Transaksi Bebas Sensor

Di sisi lain, TRX mempertahankan tren positif dengan kenaikan 5–9 persen sepanjang tahun. Performa ini dipicu oleh dominasi TRON dalam transaksi stablecoin global, terutama USDT.

Biaya transaksi ultra-rendah dan burn rate yang konsisten membuat ekosistem TRON tetap kompetitif. Volume transaksi yang stabil menjadikan TRX salah satu koin L1 paling fungsional di pasar saat ini.

Mayoritas Koin L1 Lain Masuk Zona Merah

Berbanding terbalik dengan empat aset tersebut, mayoritas koin L1 justru mengalami tekanan signifikan. Data menunjukkan SOL turun hingga 33 persen sepanjang tahun, sementara APT terkoreksi sekitar 35 persen. SUI, SEI, NEAR dan OP juga mencatat penurunan dua digit.

Sejumlah analis menilai tren penurunan ini terkait dengan jadwal unlock besar, tekanan distribusi, hingga narasi yang kehilangan momentum di tengah ketatnya likuiditas pasar global.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: XTZ, WLFI, LEO, LINK, SOL di Titik Penentu Tren

Ethereum sebagai jaringan terbesar kedua di pasar kripto juga mencatat performa mendatar. Kenaikan harga yang sebelumnya didorong oleh sentimen ETF dianggap telah sepenuhnya terealisasi, sehingga tidak memberikan dorongan tambahan pada tahun ini.

Kondisi ini memperkuat kesimpulan bahwa 2025 merupakan tahun yang menantang bagi hampir semua koin L1 di luar empat aset yang mencatatkan pertumbuhan.

Laporan Crypto Koryo menyimpulkan bahwa kekuatan empat koin L1 tersebut tidak semata-mata datang dari narasi atau hype, tetapi dari struktur tokenomik yang lebih sehat, tekanan jual yang minim, serta permintaan nyata di pasar.

Dengan mayoritas aset L1 lain masuk dalam tren koreksi, empat aset ini menjadi sorotan utama sebagai indikator perubahan pola kinerja di sektor layer-1 pada 2025.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia