Harga ASTER kembali bergerak positif setelah berbulan-bulan terjebak dalam fase konsolidasi panjang yang membuat volatilitasnya relatif terbatas.
Pada saat artikel ini disusun, ASTER diperdagangkan di kisaran US$0,72, mencatat kenaikan 6,61 persen dalam 24 jam dan 19,47 persen selama tujuh hari terakhir.
Penguatan tersebut membawa token ini kembali menjauh dari area dasar sekitar US$0,60 yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi zona penting bagi pergerakan pasar.
Momentum itu muncul beriringan dengan katalis fundamental dari perluasan ekosistem Aster DEX. World Liberty Financial (WLFI) memperluas penggunaan stablecoin USD1 melalui platform tersebut dengan mendukung peluncuran pasar perpetual TradFi pertama yang menggunakan USD1 sebagai aset settlement.
Langkah ini membuka akses perdagangan aset dunia nyata melalui infrastruktur Aster dan memperluas cakupan platform dari perdagangan aset kripto menuju derivatif on-chain yang menjangkau instrumen TradFi.
Harga ASTER Bangun, Target Besarnya Bukan Main
Analis kripto Flippix menilai periode panjang ketika ASTER nyaris tidak menunjukkan pergerakan besar justru menjadi alasan token tersebut menarik untuk diperhatikan.
Menurutnya, tren turun sebelumnya mulai kehilangan tenaga, sementara harga berada dekat buyer zone setelah melalui fase pembentukan dasar yang panjang.

Level US$0,80 menjadi salah satu batas terpenting dalam skenario tersebut. Flippix menilai pergerakan di atas level itu akan membuat struktur harga ASTER jauh lebih menarik karena token berpeluang keluar dari rentang konsolidasinya.
Breakout yang terkonfirmasi dapat membawa harga memasuki area yang ia sebut sebagai “free zone,” yakni wilayah dengan hambatan historis yang relatif lebih sedikit dibandingkan rentang perdagangan saat ini.
Dalam skenario bullish-nya, keberhasilan menembus range dapat membuka jalan bagi ASTER untuk kembali mengejar level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Flippix memproyeksikan sasaran sekitar US$2,50 atau lebih, yang berdasarkan harga pada grafiknya menawarkan potensi kenaikan sekitar 330 persen. Namun, proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan pembeli mendorong harga melewati resistance, terutama US$0,80, bukan sekadar mempertahankan kenaikan jangka pendek.
Tembok Terakhir ASTER Mulai Terancam
Pandangan serupa disampaikan Vazima yang melihat ASTER masih membentuk basis harga setelah menemukan liquidity pool di sekitar US$0,60. Rentang perdagangan terus mengalami kompresi di bawah kurva resistance menurun jangka panjang.

Kondisi yang tampak seperti “dead chart” tersebut dinilai dapat berubah signifikan apabila volatilitas kembali berkembang setelah breakout.
Vazima mempertahankan bias long, tetapi menempatkan breakout bersih dari descending curve sebagai konfirmasi utama. Jika kondisi itu terpenuhi, US$2,48, yang merupakan kawasan ATH sebelumnya, menjadi target besar pertama.
Selanjutnya, US$2,70 hingga US$3,00 dipandang sebagai zona sasaran dalam kemungkinan fase ekspansi yang lebih agresif.
Sebaliknya, US$0,60 berfungsi sebagai support sekaligus batas penting bagi tesis tersebut. Kehilangan liquidity floor itu dapat merusak struktur bullish ASTER yang telah terbentuk selama berbulan-bulan.
Dengan tingkat keyakinan yang disebut mencapai 64 persen, analisis Vazima menempatkan breakout resistance sebagai pemicu, US$2,48 sebagai sasaran ATH lama, serta US$2,70–US$3 sebagai target lanjutan.
Dari sisi fundamental, pasar baru Aster mendapat dukungan likuiditas sebesar 250 juta WLFI dan 12,5 juta USD1.
Tambahan tersebut ditujukan untuk menopang pertumbuhan produk perdagangan baru dan berpotensi mendorong masuknya trader, volume, serta aktivitas pada Aster DEX. Integrasi USD1 sekaligus mempererat keterhubungan platform dengan ekosistem World Liberty Financial.
Namun, dukungan likuiditas itu bukan pembelian langsung token ASTER sehingga tidak otomatis menghasilkan tekanan beli terhadap harga ASTER.
Dampaknya terhadap token akan lebih bergantung pada kemampuan produk baru meningkatkan penggunaan Aster DEX secara berkelanjutan. Pertumbuhan volume, pengguna, dan aktivitas protokol dapat membuat ekspansi tersebut berkembang menjadi katalis fundamental tambahan.
Whale Pertahankan Long Jutaan ASTER
Perhatian terhadap harga ASTER juga meningkat setelah aktivitas seorang whale terpantau menghasilkan keuntungan besar. Berdasarkan pemantauan on-chain Lookonchain, whale tersebut mencetak total cuan sekitar US$2,36 juta dari strategi long ASTER di Aster DEX ketika token memperoleh momentum bullish.

Whale itu juga belum sepenuhnya menutup eksposurnya. Ia masih mempertahankan posisi long sekitar 3,2 juta ASTER senilai US$2,27 juta, menggunakan leverage 4x dengan harga masuk rata-rata sekitar US$0,6466. Posisi yang masih terbuka tersebut tercatat memiliki unrealized profit lebih dari US$190.000.
Aktivitas tersebut muncul ketika harga ASTER mulai meninggalkan konsolidasi di sekitar US$0,60 dan dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.
Meski demikian, penggunaan leverage membuat posisi whale dapat berubah dengan cepat. Karena itu, keberadaan posisi long besar tersebut tidak menjamin reli akan berlanjut, sementara kemampuan ASTER mempertahankan support dan menembus resistance tetap menjadi faktor utama untuk menguji peluang menuju ATH baru.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


