Harga Bitcoin Amblas 3 Persen, Ternyata Ini Biang Utamanya

Harga Bitcoin telah melemah lebih dari 3 persen dalam 24 jam terakhir, seiring meningkatnya tekanan dari pasar derivatif yang dinilai mendominasi pergerakan harga.

Analis on-chain di CryptoQuant, Carmelo Aleman, menyebut bahwa penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa, melainkan sinyal perubahan struktur pasar yang lebih dalam.

Dalam laporan terbarunya, Carmelo menjelaskan bahwa harga Bitcoin turun dari kisaran US$73.788 ke sekitar US$71.170, atau melemah sekitar 3,55 persen, dengan volume spot harian mencapai sekitar US$30,34 miliar, meningkat 33,87 persen.

Sementara itu, data derivatif dari CoinGlass menunjukkan lonjakan volume hingga 43,36 persen menjadi US$48,62 miliar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut Carmelo, pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir didorong oleh peningkatan open interest selama delapan hari terakhir, yang mencerminkan ekspansi agresif posisi futures.

“Pergerakan sebelumnya ditopang oleh struktur yang rapuh karena bergantung pada leverage, bukan permintaan spot yang solid,” ungkap Carmelo Aleman.

BACA JUGA:  Mobee Ajak Mahasiswa UGM Kenali Blockchain sebagai Sistem Keuangan Masa Depan

Dominasi Futures Picu Pelemahan pada Struktur Harga Bitcoin 

Carmelo menyoroti bahwa pola pergerakan harga Bitcoin menunjukkan kesamaan yang kuat dengan pergerakan open interest. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga sebelumnya lebih banyak didorong oleh aktivitas derivatif dibandingkan akumulasi di pasar spot.

OI Bitcoin 13 apr

Seiring melemahnya momentum harga dan mulai menurunnya open interest, struktur bullish yang terbentuk sebelumnya akhirnya patah. Penurunan terbaru bahkan dikonfirmasi dengan munculnya candle bearish dominan yang menembus struktur tren naik sebelumnya.

Data tambahan dari Whale Factor memperkuat gambaran tekanan di pasar. Secara tidak langsung disebutkan bahwa sekitar US$3,44 miliar posisi short berpotensi terlikuidasi jika harga Bitcoin naik 10 persen.

peta likuidasi bursa BTC

Namun di sisi lain, sekitar US$5,44 miliar posisi long berada dalam risiko jika harga justru turun 10 persen. Kondisi ini menunjukkan likuiditas lebih berat ke sisi bawah, sehingga jalur tekanan jangka pendek cenderung mengarah ke penurunan.

BACA JUGA:  Token Unlock Capai US$230 Juta Minggu Ini, Investor Perlu Waspada?

Sinyal Teknikal Perkuat Arah Koreksi

Dari sisi teknikal, sejumlah analis juga melihat indikasi pelemahan lanjutan pada harga Bitcoin. Trader Tardigrade mencatat bahwa harga Bitcoin mengalami penolakan kuat pada area Kumo (cloud) dalam indikator Ichimoku pada time frame harian.

Ichimoku Bitcoin 13 apr

Secara tidak langsung dijelaskan bahwa posisi harga BTC yang masih berada di bawah cloud ataun awan merah menunjukkan resistance yang kuat, dengan bias bearish yang tetap dominan selama belum terjadi breakout yang meyakinkan.

Selain itu, analis CryptoZ menyampaikan bahwa harga Bitcoin telah menembus pola rising wedge pada time frame 4 jam, yang secara umum dikenal sebagai pola pembalikan bearish. Meski demikian, struktur besar masih dinilai belum sepenuhnya rusak.

analisis Bitcoin 13 apr

Ia menambahkan bahwa dalam jangka pendek, harga Bitcoin diperkirakan bergerak dalam fase koreksi gelombang keempat, dengan area support krusial berada di kisaran US$70.600 hingga US$69.700. Jika area ini mampu bertahan, maka peluang pemulihan menuju kisaran US$74.600 hingga US$76.000 masih terbuka dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Memanas, Uni Eropa Siapkan Koalisi Global

Secara keseluruhan, Carmelo menegaskan bahwa pasar saat ini berada dalam fase rentan, di mana harga Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi menuju area awal impuls sebelumnya.

Tanpa adanya dukungan permintaan spot yang kuat, setiap kenaikan harga dinilai masih bersifat sementara dan mudah tertekan kembali oleh dinamika pasar derivatif.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait