Harga Bitcoin Anjlok 20 Persen, Ini Pendapat Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur

Harga Bitcoin anjlok signifikan sebesar 20 persen setelah Spot Bitcoin ETF hadir di Amerika Serikat, apa sebabnya? Berikut pendapat trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur.

Harga Bitcoin anjlok belakangan ini mengalami fluktuasi yang membuat para investor merasa campur aduk. Nilai Bitcoin telah turun selama dua minggu terakhir karena beberapa investor menjualnya setelah peluncuran ETF Bitcoin awal bulan ini. Harga Bitcoin terakhir kali mencapai US$38.900, turun 20,6 persen dari level tertinggi sekitar US$49.000 yang terjadi pada 11 Januari 2024 setelah SEC menyetujui ETF Bitcoin.

Kerugian ini telah menghapus sebagian dari kenaikan besar yang terjadi akhir tahun lalu, saat banyak yang berharap peluncuran ETF akan menarik lebih banyak investor ke Bitcoin. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai harga Bitcoin saat ini sangat penting di US$40.000, dan banyak yang khawatir bahwa pasar bearish akan berlanjut hingga halving pada bulan April. 

“Penjualan besar-besaran oleh FTX melalui Grayscale dan kondisi pasar kripto yang belum positif juga turut mempengaruhi harga Bitcoin anjlok ini. Terdapat juga rumor bahwa FTX sedang menjual GBTC senilai US$900 juta, yang mungkin menjadi penyebab penurunan harga,” jelasnya dalam keterangan resmi pihak Tokocrypto belum lama ini kepada awak media.

Selain itu, pada akhir bulan ini, Bitcoin akan menghadapi volatilitas kondisi makroekonomi karena data ekonomi Amerika akan dipublikasikan. Data ini mencakup PDB kuartalan dan data inflasi Personal consumption expenditures (PCE). Jika kedua data ini positif, Dolar AS mungkin akan menguat secara sementara, mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin anjlok. 

Ketidakpastian terkait data ekonomi ini juga membuat sulit untuk memprediksi pemulihan harga Bitcoin dalam waktu dekat. Ada kemungkinan harga Bitcoin akan tetap berada di sekitar US$40.000 hingga Februari 2024. 

Inilah 5 Fase Penting yang Perlu Diamati Terkait Bitcoin Halving

“Sehingga untuk saat ini belum ada kepastian terkait pemulihan karena masih banyaknya ketidakpastian di pasar. Kemungkinan besar saat ini BTC menyasar US$36.000 jika kondisi pasar masih terus memburuk menjelang Februari nanti,” jelas Fyqieh perihal penyebab harga BTC anjlok. 

Menurutnya, saat ini, arah pergerakan harga BTC sangat bergantung pada penutupan grafik mingguan yang sedang berlangsung. Grafik tersebut telah menunjukkan bahwa harga Bitcoin telah menembus batas bawah konsolidasinya yang kuat di sekitar US$40.000, menunjukkan kemungkinan volatilitas lebih lanjut di bawah angka tersebut, bahkan berpotensi turun hingga ke US$36.000. 

Kejelasan mengenai tren harga ini diperkirakan akan muncul minggu depan, terutama setelah pengumuman kebijakan suku bunga dari The Fed di akhir Januari. Jika terdapat berita positif dan harga BTC berhasil kembali di atas US$40.000, maka ada peluang bagi Bitcoin untuk memulihkan posisinya dan kembali bergerak naik dalam kisaran konsolidasinya antara US$40.000 dan US$44.000. 

Para trader dan investor cenderung menunggu situasi menjadi lebih pasti karena saat ini BTC berada dalam kondisi yang sangat tidak stabil dengan volume transaksi yang menurun. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait