Harga Bitcoin Anjlok Bukan Karena Panik Jual, Tapi Karena Ini

Harga Bitcoin mengalami pelemahan signifikan dalam 24 jam terakhir, namun penyebab utama penurunan tersebut bukan berasal dari aksi panik jual di pasar spot.

Berdasarkan analisis on-chain dari XWIN Research Japan di CryptoQuant, penurunan harga Bitcoin dipicu oleh gelombang likuidasi paksa di pasar derivatif, terutama dari posisi long ber-leverage tinggi, yang menciptakan tekanan jual mendadak dan berantai.

Pada perdagangan terbaru, harga BTC tercatat berada di level US$85.555. Secara jangka pendek, Bitcoin melemah 0,67 persen dalam empat jam terakhir dan turun lebih dalam sebesar 4,40 persen dalam 24 jam.

Meski demikian, volume transaksi spot dalam 24 jam tetap relatif besar, mencapai US$7,38 miliar, yang mengindikasikan tidak terjadi lonjakan distribusi besar-besaran dari pelaku pasar spot.

IKLAN
Chat via WhatsApp

BTC long

XWIN Research Japan menjelaskan bahwa pergerakan harga ini lebih merefleksikan dinamika teknis di pasar derivatif dibandingkan perubahan sentimen fundamental.

Lonjakan likuidasi long terlihat bertepatan dengan penurunan harga yang tajam, menunjukkan bahwa tekanan jual muncul akibat posisi yang terpaksa ditutup oleh sistem, bukan keputusan jual sukarela dari investor.

BACA JUGA:  Spekulasi Skyholic Muncul di Podcast AH, Damai dengan Oscar Darmawan?

“Hari ini, penurunan harga Bitcoin lebih didorong oleh likuidasi di pasar derivatif daripada aksi jual di pasar spot,” ujar XWIN Research Japan.

Likuidasi Derivatif Jadi Dalang Penurunan Harga 

Menurut XWIN Research Japan, akar permasalahan terletak pada akumulasi posisi long dengan leverage tinggi di pasar futures Bitcoin.

Dalam kondisi tersebut, penurunan harga yang relatif terbatas sudah cukup untuk membuat banyak posisi gagal memenuhi persyaratan margin pemeliharaan. Ketika batas tersebut terlewati, bursa derivatif secara otomatis menutup posisi melalui market sell order.

Proses ini menciptakan tekanan jual instan dalam jumlah besar, yang kemudian mendorong harga turun lebih dalam. Penurunan lanjutan tersebut memicu likuidasi berikutnya, membentuk efek domino di pasar.

Data on-chain menunjukkan lonjakan tajam likuidasi long pada saat harga Bitcoin melemah, mengonfirmasi bahwa mekanisme inilah yang mendominasi pergerakan.

BACA JUGA:  Aktivitas Bitcoin Melambat, Tapi Akumulasi Besar Terjadi

XWIN Research Japan menekankan bahwa likuidasi tidak hanya menjadi konsekuensi dari harga yang turun, tetapi juga berfungsi sebagai penguat pergerakan harga.

Dalam situasi leverage tinggi, satu gelombang likuidasi dapat dengan cepat berkembang menjadi rangkaian tekanan jual beruntun, meskipun tidak ada perubahan signifikan pada permintaan spot.

Dari sisi struktur pasar, kondisi ini lebih mencerminkan proses deleveraging, yaitu pembersihan posisi spekulatif berisiko tinggi dari sistem. Setelah mayoritas posisi leverage tersapu, pasar cenderung bergerak lebih stabil karena tekanan jual paksa berkurang.

Level Kunci Harga Bitcoin Jadi Perhatian Pasar

Di tengah kondisi tersebut, analis kripto Ali Martinez menilai bahwa Bitcoin saat ini berada pada titik krusial. Ia menyebut level US$87.000 sebagai area penentu bagi pergerakan harga selanjutnya. Jika level tersebut gagal dipertahankan, risiko penurunan lebih dalam tidak dapat diabaikan.

“Bitcoin berada di titik infleksi. Bertahan di atas US$87.000 atau berisiko bergerak turun menuju US$70.000,” ujar Ali Martinez.

BACA JUGA:  Volatilitas Pasar Bitcoin Tertinggi Sejak 2022, Siap Masuk Fase Baru

Bitcoin Ali Martinez

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa pergerakan harga Bitcoin ke depan sangat dipengaruhi oleh kondisi teknikal dan struktur leverage pasar, bukan semata-mata oleh sentimen negatif atau kepanikan investor. Selama tekanan likuidasi masih berlangsung, volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi.

Namun, XWIN Research Japan menilai bahwa setelah proses deleveraging mereda, pasar berpotensi memasuki fase yang lebih sehat dan seimbang. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada seberapa besar leverage yang telah dibersihkan dan apakah tekanan likuidasi mulai menurun.

Dengan demikian, penurunan harga Bitcoin saat ini tidak mencerminkan runtuhnya permintaan fundamental, melainkan konsekuensi dari struktur pasar derivatif yang terlalu padat leverage.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia