Harga Bitcoin masih menjadi sorotan pelaku pasar setelah dua analis kripto memaparkan proyeksi yang menunjukkan bahwa fase koreksi saat ini kemungkinan belum sepenuhnya berakhir.
Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, analis Aralez memperkirakan Bitcoin berpotensi mengalami gelombang kepanikan terakhir sebelum memasuki fase pemulihan yang dapat membawa aset tersebut kembali menuju enam digit.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$63.609, setara Rp1,13 miliar. Dalam 24 jam terakhir aset kripto terbesar itu mencatat kenaikan sekitar 0,47 persen, sementara secara mingguan masih menguat 4,41 persen.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pergerakan tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa dasar pasar telah benar-benar terbentuk.
Prediksi Kepanikan Pasar Sebelum Bitcoin Menuju US$100 Ribu
Dalam proyeksi yang dibagikannya, Aralez memperkirakan Bitcoin masih dapat mengalami volatilitas tinggi sepanjang 2026. Menurutnya, pada Juni 2026 harga Bitcoin berpotensi naik terlebih dahulu menuju area US$68.000 sebelum kembali melemah dan turun ke bawah US$58.000.

Skenario tersebut dinilai dapat memicu kepanikan besar di kalangan investor ritel. Aralez menyebut fase tersebut berpotensi menjadi periode ketika kepercayaan terhadap pasar kripto mencapai titik terendah, terutama jika pelemahan harga berlanjut hingga kuartal ketiga 2026.
Ia memperkirakan fase pembentukan dasar pasar akan terjadi pada periode tersebut bersamaan dengan dimulainya fase akumulasi baru. Dalam pandangannya, pemangkasan suku bunga pertama oleh The Fed dapat menjadi salah satu katalis yang membantu mengakhiri tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Setelah fase bottom terbentuk, Aralez memperkirakan harga Bitcoin berpeluang berbalik ke tren naik pada kuartal keempat 2026.
Target awal yang ia soroti berada di atas US$85.000, sementara target yang lebih optimistis mengarah ke area US$100.000 apabila likuiditas global kembali meningkat dan arus modal mulai berpindah dari pasar saham ke aset kripto.
Pola Siklus Sebelumnya Isyaratkan Bottom Bitcoin Belum Terbentuk
Sementara itu, analis Titan menilai struktur teknikal Bitcoin saat ini masih menunjukkan kemiripan yang cukup kuat dengan pola yang muncul menjelang berakhirnya siklus bullish 2021–2022.

Menurutnya, pada kedua periode tersebut Bitcoin terlebih dahulu membentuk pola double top sebelum kehilangan area support penting yang sebelumnya menopang tren naik. Setelah support tersebut ditembus, harga sempat melakukan pullback untuk menguji ulang area yang hilang sebelum akhirnya melanjutkan penurunan.
Titan melihat pola serupa kembali muncul pada struktur pasar 2025–2026. Dalam grafik bulanannya, area US$82.000 hingga US$84.000 menjadi zona yang paling penting untuk diperhatikan karena sebelumnya berfungsi sebagai support utama.
Setelah jatuh di bawah area tersebut, harga Bitcoin sempat kembali mengujinya, tetapi gagal merebut kembali level tersebut.
Kegagalan tersebut kemudian diikuti oleh perubahan struktur pasar atau market structure break yang menandakan pergeseran tren dari bullish menjadi bearish. Setelah konfirmasi breakdown, tekanan jual berlanjut dan membawa harga Bitcoin turun menuju kisaran US$63.000 seperti saat ini.
Meski begitu, Titan tidak secara langsung memperkirakan penurunan tajam lanjutan. Ia justru melihat kemungkinan bahwa pasar sedang memasuki fase pembentukan bottom yang dapat berlangsung cukup panjang. Berdasarkan siklus sebelumnya, proses tersebut memerlukan waktu sekitar delapan bulan sebelum tren naik baru terbentuk.
Karena itu, ia menilai zona US$60.000 hingga US$65.000 menjadi area penting yang perlu dipantau dalam beberapa bulan mendatang.
Selama harga Bitcoin masih berada di bawah resistance utama US$82.000 hingga US$84.000, struktur bearish jangka menengah dinilai masih dominan. Sebaliknya, keberhasilan kembali bertahan di atas US$84.000 dapat menjadi sinyal awal bahwa struktur bullish mulai pulih dan membuka peluang bagi pergerakan naik yang lebih kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


