Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah muncul peringatan dari analis teknikal Crypto Cove yang menilai reli terbaru berpotensi menjadi “harapan palsu” bagi pelaku pasar.
Dalam analisisnya, ia menyebut banyak trader yang terlambat membuka posisi beli atau late longs kini terjebak setelah Bitcoin gagal mempertahankan penguatan di area puncak, sehingga membuka peluang terjadinya koreksi lebih dalam dalam waktu dekat.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$65.821, setara Rp1,17 miliar, turun 0,85 persen dalam 24 jam terakhir. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan investor terhadap potensi perubahan arah tren setelah aset kripto terbesar di dunia itu gagal menembus area resistance utama.
Harga Bitcoin Kehilangan Tenaga, Koreksi Besar Kian Terbuka
Menurut Crypto Cove, pergerakan Bitcoin pada time frame 4 jam masih berada di dalam pola ascending channel. Namun, penolakan yang terjadi di dekat garis tren atas channel menunjukkan bahwa momentum bullish mulai melemah dan tekanan jual mulai meningkat.

Ia menilai trader yang baru masuk posisi beli menjelang puncak kenaikan kini berisiko mengalami kerugian apabila harga terus bergerak turun. Kondisi tersebut sering kali memicu aksi jual tambahan ketika para pelaku pasar memilih menutup posisi untuk membatasi kerugian.
Dalam skenario yang dipaparkan, Bitcoin masih berpeluang mengalami pantulan jangka pendek. Namun, setiap kenaikan diperkirakan akan menghadapi tekanan jual selama harga belum mampu kembali menembus area US$66.500 hingga US$67.000, yang kini menjadi resistance penting.
Di sisi bawah, area US$64.000 hingga US$64.500 menjadi support utama yang perlu dipertahankan. Apabila level tersebut ditembus, Crypto Cove memperkirakan koreksi dapat berlanjut menuju kisaran US$63.000, kemudian US$61.000 hingga US$62.000, sebelum akhirnya berpotensi menguji level psikologis US$60.000.
Dengan kata lain, arah pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan support tersebut sekaligus merebut kembali area resistance yang telah berubah menjadi hambatan.
Arus Dana Binance Beri Sinyal Berbeda untuk Bitcoin
Di sisi lain, analis XWIN Japan di CryptoQuant melihat gambaran yang berbeda dari data on-chain Binance. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas setoran Bitcoin ke Binance memang masih mengalami fluktuasi dan sesekali mencatat lonjakan, tetapi arus bersih (netflow) selama 30 hari terakhir tetap berada di sekitar level netral atau bahkan negatif.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar Bitcoin yang masuk ke bursa diimbangi oleh penarikan aset dalam jumlah yang hampir sama atau lebih besar.
“Netflow yang netral atau negatif menunjukkan perilaku investor yang cenderung tetap menyimpan Bitcoin, bukan menjualnya secara agresif,” ujar XWIN Japan.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan deposit ke bursa memang sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual karena investor biasanya memindahkan aset ke bursa sebelum melakukan transaksi.
Namun, metrik yang lebih penting untuk diamati adalah netflow, karena indikator tersebut mencerminkan keseimbangan antara jumlah Bitcoin yang masuk dan keluar dari bursa.
Data on-chain menunjukkan bahwa arus masuk bersih ke Binance telah melemah dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan sebagian Bitcoin yang disetorkan kemungkinan langsung diserap oleh permintaan pasar atau kembali ditarik ke dompet penyimpanan jangka panjang.
Sebagai bursa kripto terbesar di dunia, pergerakan dana di Binance kerap dijadikan indikator sentimen pasar global.
Netflow yang tetap netral atau negatif umumnya mencerminkan meningkatnya kecenderungan investor untuk menahan kepemilikan Bitcoin dibandingkan melakukan distribusi besar-besaran, terutama ketika harga Bitcoin masih mampu bertahan di level tinggi.
Meski demikian, XWIN Japan mengingatkan bahwa volatilitas jangka pendek tetap dapat terjadi setiap kali terjadi lonjakan deposit ke bursa. Oleh karena itu, investor disarankan tidak hanya memantau netflow Binance, tetapi juga memperhatikan arus dana ETF Bitcoin, cadangan aset di bursa, serta likuiditas stablecoin untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai apakah pasar sedang memasuki fase akumulasi atau justru distribusi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


