Harga Bitcoin Berpeluang Terbang ke US$160.000, Ini Level Penentunya

Harga Bitcoin (BTC) masih menghadapi tekanan setelah kembali bergerak di bawah US$85.000, meskipun peluang pemulihan menuju level yang lebih tinggi tetap terbuka.

Pergerakan terbaru menempatkan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut pada fase penting, dengan sejumlah area resistance yang perlu ditembus sebelum tren kenaikan dapat berlanjut.

Berdasarkan data historis perdagangan Bitcoin, BTC menutup perdagangan Rabu (7/10/2026) di sekitar US$83.544, melemah sekitar 2,35 persen dari sesi sebelumnya. Pelemahan tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat mendekati US$87.000 pada awal Oktober, tetapi gagal mempertahankan momentum penguatannya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi pasar, sementara kemampuan pembeli merebut kembali level-level penting menjadi perhatian dalam perdagangan berikutnya.

Harga Bitcoin Bidik Wave Kelima, US$160.000 Jadi Incaran

Analis kripto Don mengidentifikasi struktur teknikal yang berpotensi membuka jalan bagi kenaikan harga Bitcoin menuju US$160.118.

Melalui grafik BTC/USD pada time frame tiga harian, ia memetakan pembentukan gelombang (wave) harga dengan pendekatan pola teknikal yang memiliki batas pergerakan semakin melebar.

“BTC dalam pola megaphone bullish,” tulis Don dalam analisisnya.

Berdasarkan pemetaan tersebut, empat wave pergerakan telah terbentuk, sedangkan wave kelima menjadi bagian dari proyeksi kenaikan berikutnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Bukan Cuma Kripto, Coinbase Siap Bawa Kartu Pokémon ke Aplikasinya

Struktur yang digambarkan memperlihatkan pergerakan naik dan turun dalam rentang yang semakin luas, sehingga membuka kemungkinan terbentuknya titik tertinggi baru apabila momentum bullish kembali menguat.

Meski demikian, perjalanan menuju target tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan teknikal. Don menempatkan US$88.278 sebagai level pertama yang perlu diperhatikan, terutama karena area tersebut berdekatan dengan moving average 200 (MA200) pada grafik tiga harian.

Indikator MA jangka panjang itu menjadi salah satu acuan untuk menilai kemampuan harga Bitcoin mempertahankan pemulihan. Keberhasilan menembus area tersebut berpotensi memperkuat momentum kenaikan, sedangkan kegagalan melewatinya dapat membuat pergerakan tetap tertahan di bawah resistance.

Apabila hambatan pertama berhasil dilewati, level US$120.658 menjadi sasaran berikutnya berdasarkan struktur harga terdahulu. Area ini memiliki peran penting dalam skenario Don karena berada sebelum target wave kelima yang diproyeksikan jauh lebih tinggi.

Dengan demikian, US$160.118 bukan merupakan target yang dapat dicapai tanpa melewati hambatan sebelumnya. Proyeksi tersebut masih bergantung pada kelanjutan penguatan serta kemampuan pasar mempertahankan pergerakan di atas area teknikal yang telah dipetakan.

Sinyal Short Squeeze Menyala Lagi, BTC Siap Lepas Landas?

Sementara itu, analis Moreno melalui laporan terbarunya di CryptoQuant mengidentifikasi munculnya kembali sinyal kelelahan posisi jual pada pasar derivatif Bitcoin di Binance.

BACA JUGA:  BCH Comeback? CME, ETF dan Altseason Jadi Pemicu Baru

Indikator Binance Squeeze Risk Oscillator dengan simple moving average 14 (SMA14) kembali naik melampaui +0,80 setelah sebelumnya turun mendekati titik keseimbangan nol.

BTC Squeeze risk

Menurut Moreno, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi short exhaustion kembali muncul setelah indikator sempat mengalami normalisasi. Dalam kerangka pengukuran ini, posisi trader yang bertaruh terhadap penurunan Bitcoin menjadi lebih rentan apabila pasar mulai bergerak naik.

Kenaikan harga dapat mendorong pelaku pasar menutup posisi short mereka melalui pembelian kembali aset. Aktivitas tersebut berpotensi menambah tekanan beli dan mempercepat penguatan, terutama apabila terjadi likuidasi posisi dengan leverage.

Namun, Moreno menegaskan bahwa pembacaan indikator belum cukup untuk memastikan terjadinya mekanisme tersebut.

“Pembacaan ini menandai potensi tersebut, tetapi tidak membuktikan bahwa penutupan paksa posisi short sudah berlangsung,” jelas Moreno.

Ia juga mengingatkan bahwa kembalinya indikator dari titik netral tidak otomatis membuktikan bahwa leverage sebelumnya telah dibersihkan ataupun terdapat gelombang pembukaan posisi short baru.

Dalam analisisnya, Moreno menyoroti konsolidasi Bitcoin di kisaran US$84.000 hingga US$87.000. Penembusan ke atas rentang tersebut, apabila disertai meningkatnya likuidasi short dan penurunan open interest, akan menjadi indikasi yang konsisten dengan terjadinya short squeeze.

Sebaliknya, apabila harga Bitcoin tetap tertahan dalam rentang perdagangan atau kembali melemah, sinyal kelelahan posisi jual tersebut belum menghasilkan konfirmasi bullish.

Moreno turut mencatat bahwa pembacaan ekstrem positif pada indikator serupa dalam periode historis tidak selalu diikuti kenaikan berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan penembusan harga dan kekuatan permintaan yang menopangnya tetap menjadi faktor penting untuk menilai keberlanjutan penguatan BTC.

BACA JUGA:  Perusahaan Prancis Ini Borong Bitcoin Lagi, Totalnya Tembus 3.538 BTC

Dengan harga Bitcoin yang masih berada di bawah hambatan teknikal terdekat, potensi percepatan kenaikan dari pasar derivatif belum dapat dipastikan. Pergerakan berikutnya akan menentukan apakah tekanan penutupan posisi jual mampu mendukung pemulihan atau justru pasar kembali menghadapi tekanan jual.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait