Harga Bitcoin kembali mendekati area psikologis US$80.000 setelah mencatatkan pemulihan tajam pada penghujung Agustus 2026.
Namun, pergerakan tersebut belum sepenuhnya menghapus risiko koreksi karena BTC masih menghadapi area resistance penting, sementara pasokan Bitcoin di salah satu bursa kripto terbesar dunia justru meningkat ketika harga bergerak naik.
Berdasarkan grafik perdagangan terbaru, harga Bitcoin berada di sekitar US$79.050 dan masih bergerak di bawah area US$80.000.
Pergerakan berikutnya menjadi krusial karena kemampuan BTC mempertahankan momentum pemulihan dapat menentukan apakah aset kripto terbesar tersebut mampu melanjutkan kenaikan atau kembali menghadapi tekanan jual menuju level yang jauh lebih rendah.
Harga Bitcoin Mendekati Titik Balik yang Krusial
Analis kripto Sirrillah melihat risiko bearish masih membayangi Bitcoin pada time frame 4 jam. Meski BTC telah memantul dari kawasan US$77.000 dan kembali mendekati US$80.000, ia belum langsung mengambil posisi short. Ia memilih memantau time frame 15 menit untuk mendapatkan sinyal konfirmasi sebelum mengambil keputusan.

Area sekitar US$79.900 hingga US$81.500 menjadi salah satu wilayah yang patut diperhatikan. Pada grafik yang dibagikan, area tersebut membentuk bearish order block yang dapat menjadi area pertemuan antara tekanan jual dan likuiditas di atas harga.
Swing high di sekitar US$81.000 juga berpotensi menjadi target likuiditas apabila harga Bitcoin terlebih dahulu melanjutkan rebound.
Dengan demikian, skenario bearish tidak mengharuskan BTC langsung jatuh dari posisi saat ini. Bitcoin masih dapat bergerak menuju US$80.000 hingga US$81.000, menyapu likuiditas di area tersebut, kemudian kehilangan momentum apabila seller kembali mengambil kendali.
Sirrillah juga menandai kawasan US$78.800–US$79.000 sebagai area perubahan delivery harga yang penting. Pelemahan kembali melewati area tersebut setelah pengujian zona atas, disertai konfirmasi bearish pada time frame 15 menit, dapat memperkuat skenario short yang sedang dipantaunya.
Jika sinyal itu muncul, target penurunan yang dibidik berada jauh di bawah harga saat ini. Sirrillah memperkirakan harga Bitcoin dapat bergerak menuju US$66.000 sebelum menentukan arah selanjutnya. Level tersebut berada dalam area fair value gap (FVG) empat jam yang secara kasar membentang dari US$64.500 hingga US$67.700.
Meski demikian, target US$66.000 masih merupakan skenario teknikal bersyarat, bukan kepastian pergerakan. Selama konfirmasi pada time frame 15 menit yang ditunggu belum muncul, peluang BTC bertahan atau bahkan menembus resistance di atas US$80.000 tetap terbuka.
Pasokan BTC Mulai Menumpuk di Pintu Bursa
Di tengah upaya harga Bitcoin kembali menembus US$80.000, data on-chain memberikan lapisan risiko tambahan. Analis XWIN Japan di CryptoQuant mencatat cadangan Bitcoin di Binance meningkat menjadi sekitar 687.000 BTC, level tertinggi sepanjang 2026.

Cadangan tersebut sebelumnya sempat turun hingga sekitar 617.000 BTC pada akhir April, sebelum berbalik meningkat. Kenaikan kemudian berlangsung semakin cepat sepanjang Agustus, bertepatan dengan pemulihan Bitcoin dari kisaran US$60.000 menuju mendekati US$80.000.
Pergerakan tersebut penting karena peningkatan BTC di bursa ketika harga sedang naik dapat mengindikasikan sebagian holder tengah mempersiapkan aset untuk mengambil keuntungan, melakukan lindung nilai, atau menggunakan Bitcoin sebagai jaminan.
Dengan kata lain, bertambahnya koin yang tersedia di bursa berpotensi memperbesar suplai yang dapat masuk ke pasar apabila tekanan jual meningkat.
Namun, kenaikan cadangan Binance tidak berarti seluruh 687.000 BTC tersebut siap dijual. Perubahan struktur wallet bursa, perpindahan kustodian, aktivitas market maker hingga penggunaan BTC sebagai collateral derivatif juga dapat memengaruhi besarnya cadangan yang tercatat.
Kondisi itu membuat level US$80.000 semakin penting bagi harga Bitcoin. Jika permintaan spot dan arus modal melalui produk ETF mampu menyerap potensi tambahan pasokan, BTC masih memiliki ruang untuk menembus resistance.
Sebaliknya, lemahnya permintaan ketika cadangan bursa berada pada level tertinggi tahun ini dapat memperbesar tekanan di kawasan tersebut.
Kombinasi antara resistance di US$80.000–US$81.500, peningkatan cadangan Binance dan sinyal bearish yang sedang ditunggu pada time frame 15 menit kini menjadi faktor penting untuk dipantau.
Apabila tekanan jual mendapatkan konfirmasi, skenario harga Bitcoin menuju US$66.000 dapat kembali memperoleh pijakan, sementara keberhasilan bertahan di atas area resistance akan melemahkan proyeksi tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


