Bitcoin kembali disorot setelah terkoreksi hampir 50 persen dari rekor harga tertingginya (ATH). Di tengah meningkatnya kekhawatiran investor, muncul pertanyaan besar: seberapa dalam koreksi ini bisa berlanjut?
Menjawab kekhawatiran tersebut, Co-founder Glassnode, Rafael, lewat sebuah analisis yang diunggah pada Jumat (05/06/2026), memetakan zona bottom Bitcoin sekaligus mengungkap skenario terburuk jika pasar mengalami kapitulasi.
US$46.000-US$54.000 Dinilai Jadi Area Bottom BTC
Dalam utas yang diunggah melalui akun X miliknya, Rafael menjelaskan bahwa Bitcoin telah melewati level valuasi atas dan kini mulai memasuki zona yang pada siklus-siklus sebelumnya kerap menjadi titik dasar pergerakan harga.
“Harga Bitcoin kini telah melewati level–level atas dalam kerangka valuasi kami dan mulai memasuki kumpulan level valuasi yang pada siklus-siklus sebelumnya menjadi area terbentuknya titik bottom pasar,” tulis Rafael.
Pernyataan tersebut didukung oleh Bitcoin Pricing-Model Support Structure yang menampilkan sejumlah model valuasi on-chain, mulai dari True Market Mean, Median Realized Price, BTC Price, Investor Price, CVDD, Balanced Price, hingga Delta Price.

Berdasarkan grafik tersebut, harga Bitcoin terlihat mulai memasuki kumpulan support level historis yang pada beberapa siklus bear market sebelumnya menjadi area pembentukan bottom.
Lebih lanjut, Rafael menilai posisi Bitcoin saat ini sudah mendekati zona dengan probabilitas tertinggi untuk membentuk dasar harga berdasarkan indikator-indikator tersebut.
“Berdasarkan struktur valuasi saat ini, zona bottom dengan probabilitas tertinggi berada di antara CVDD dan Realized Price level, yakni di kisaran US$46.000 hingga US$54.000,” ungkapnya.
Menurut Rafael, kondisi ini tergolong langka karena hanya terjadi dalam sebagian kecil sejarah perdagangan Bitcoin, sehingga memperkuat indikasi bahwa BTC telah memasuki zona valuasi yang menarik secara historis.

Bitcoin Berpotensi Turun ke Angka US$35.000
Meski area US$46.000 hingga US$54.000 dinilai sebagai zona bottom yang paling mungkin, Rafael tidak menutup kemungkinan adanya kapitulasi yang lebih dalam apabila tekanan jual terus berlanjut.
“Di bawah zona tersebut terdapat area kapitulasi di Balanced Price dan Delta Price, yakni di kisaran US$35.000-US$40.000. Zona yang lebih dalam ini sepanjang sejarah hanya terjadi pada kurang dari 3 persen hari perdagangan Bitcoin,” tegasnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh grafik Bitcoin’s Downside Pricing-Model Ladder and Bottom Zones yang memperlihatkan posisi Balanced Price di US$40.000 dan Delta Price di US$35.000. Area ini digambarkan sebagai support yang hanya disentuh ketika pasar mengalami kapitulasi.

Namun, Rafael menilai peluang skenario tersebut semakin kecil karena drawdown Bitcoin menyusut di setiap siklus, dari 85 persen dan 84 persen menjadi 77 persen, sedangkan siklus BTC saat ini masih jauh dari level tersebut.
“Titik terendah pada siklus-siklus sebelumnya masing-masing turun sekitar 85 persen, 84 persen, dan 77 persen. Sementara pada siklus saat ini, Bitcoin sejauh ini baru terkoreksi sekitar 50 persen dari rekor harga tertingginya (ATH),” pungkasnya.

Zona US$75.000-US$79.000 Jadi Target Pemulihan
Selain memetakan penurunan, Rafael juga mengungkap level yang perlu direbut kembali Bitcoin untuk mengonfirmasi dimulainya fase pemulihan. Berdasarkan grafik Bitcoin’s Upside Reclaim Ladder, zona tersebut berada di kisaran US$75.000 hingga US$79.000.
“Untuk sisi atas, zona pemulihan pertama berada di kisaran US$75.000 hingga US$79.000. Di area ini bertemu STH Cost Basis, True Market Mean, dan 200D MA. Jika klaster ini kembali menjadi support, itu akan menjadi tanda awal bahwa struktur pasar mulai pulih,” tulis Rafael.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa level–level tersebut bukanlah prediksi pasti mengenai arah harga Bitcoin. Menurutnya, model on-chain hanya dapat digunakan untuk memetakan zona probabilitas, bukan menentukan secara pasti di mana titik bottom akan terbentuk.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


