Harga Bitcoin Bisa Sentuh US$80 Ribu, tapi Jebakan Besar Menanti

Harga Bitcoin (BTC) kembali mendekati area psikologis US$80.000 setelah mencatat pemulihan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Meski momentum jangka pendek menunjukkan penguatan, analis kripto Gerla memperingatkan bahwa kenaikan tersebut berpotensi diikuti fase distribusi besar sebelum Bitcoin menemukan dasar siklus yang sebenarnya.

Dalam analisis terbarunya pada grafik mingguan BTC, Gerla menilai Bitcoin masih berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$80.000 dari posisinya saat ini di kisaran US$77.000.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan tekanan jual meningkat ketika harga memasuki area tersebut. Jika skenario itu terjadi, reli saat ini justru dapat menjadi tahap awal sebelum koreksi besar berikutnya.

US$80 Ribu Bisa Jadi Bull Trap

Gerla memperkirakan area sekitar US$80.000 dapat berkembang menjadi zona distribusi sebelum pasar menentukan arah berikutnya. Pada grafik yang dibagikan, proyeksi pergerakan memperlihatkan Bitcoin lebih dahulu mencapai kawasan US$80.000-US$85.500, kemudian berbalik turun dengan tekanan yang cukup dalam.

BTC analisis 24 AGS

Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin berpotensi mengalami flush menuju rentang sekitar US$50.000-US$58.000. Gerla menandai wilayah tersebut sebagai kandidat cycle bottom, dengan area US$51.000-US$55.000 berada di bagian inti zona yang diproyeksikan menjadi tempat pembentukan dasar.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 30 Juli 2026: ETH, JUP, UNI, KAITO dan BEAT Bersiap Meledak, Analis Ungkap Level Kritis

Dengan demikian, pergerakan menuju US$80.000 belum otomatis dipandang sebagai awal reli berkelanjutan. Gerla justru akan memperhatikan bagaimana pasar bereaksi setelah mencapai kawasan tersebut dan apakah distribusi benar-benar muncul.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Koreksi berikutnya, jika terjadi, menjadi bagian penting dari skenario yang ia gunakan untuk mencari dasar siklus Bitcoin.

Meski proyeksi awalnya cukup bearish setelah US$80.000 tercapai, gambaran jangka panjang Gerla masih menunjukkan kemungkinan pemulihan kuat. Setelah membentuk dasar di sekitar US$50.000-US$58.000, harga Bitcoin diproyeksikan kembali menuju US$72.000-US$85.500, kemudian bergerak ke area US$105.000-US$125.000.

Grafiknya bahkan menggambarkan potensi ekspansi lanjutan menuju sekitar US$160.000-US$170.000 apabila Bitcoin berhasil melewati rangkaian resistance tersebut.

Skenario itu menunjukkan bahwa koreksi besar yang diantisipasi Gerla lebih dipandang sebagai proses pembentukan bottom sebelum fase kenaikan berikutnya, bukan akhir permanen dari tren Bitcoin.

NUPL Bangkit, Sinyal Bullish Bitcoin Menyala Lagi

Di tengah skenario tersebut, analis Burak Kesmeci di CryptoQuant melihat perubahan penting dari sisi data on-chain. Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Bitcoin kembali bergerak di atas Simple Moving Average 365 hari atau SMA365 untuk kali pertama dalam 317 hari.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Stabil usai FOMC, Bisakah Reli ke US$70.000 Berlanjut?

BTC NUPL 24 AGS

NUPL mengukur keuntungan dan kerugian belum terealisasi seluruh investor Bitcoin dalam satu nilai. Angka di atas nol menunjukkan pasar secara agregat berada dalam kondisi untung, sedangkan nilai negatif mengindikasikan kerugian.

Level yang terlalu tinggi biasanya berkaitan dengan optimisme berlebihan, sementara nilai rendah dapat mencerminkan ketakutan hingga kapitulasi.

Menurut Kesmeci, Bitcoin telah menguat sekitar 26 persen dalam empat hari terakhir. Pergerakan itu mendorong NUPL dari 0,16 menjadi 0,32, sementara SMA365 indikator tersebut berada di sekitar 0,31.

Artinya, NUPL kini telah menembus rata-rata jangka panjangnya untuk kali pertama sejak 10 Oktober 2025.

Kesmeci menilai persilangan tersebut menghasilkan sinyal pembalikan tren yang perlu diperhatikan. Ia tidak menggunakan NUPL secara terpisah, melainkan membandingkannya dengan SMA365 untuk mengidentifikasi perubahan struktur jangka panjang pasar.

“Jika harga mampu bertahan di atas level ini, momentum kenaikan saat ini berlanjut,” ungkap Kesmeci.

Perkembangan tersebut memberi harga Bitcoin dukungan dari perspektif on-chain ketika pasar sedang mencoba mempertahankan pemulihannya. Selama NUPL mampu berada di atas SMA365, momentum kenaikan dinilai masih memiliki ruang untuk berlanjut.

BACA JUGA:  Jackpot! Beres-beres Brankas, Pria Indonesia Malah Nemu 10 BTC dari 2012

Namun, pembacaan itu juga menempatkan pasar pada titik penting. Harga Bitcoin perlu mempertahankan penguatan agar sinyal pembalikan NUPL tidak berubah menjadi penembusan sementara.

Pada saat yang sama, proyeksi Gerla menunjukkan kawasan US$80.000 dapat menjadi ujian berikutnya karena berpotensi memicu distribusi.

Dengan dua indikator tersebut, harga Bitcoin saat ini menghadapi persimpangan antara momentum pemulihan dan risiko koreksi berikutnya.

Kenaikan menuju US$80.000 masih terbuka dalam skenario Gerla, sementara kemampuan pasar mempertahankan NUPL di atas SMA365 akan menjadi salah satu petunjuk apakah harga Bitcoin mampu memperpanjang momentum atau kembali menghadapi tekanan jual besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait