Harga Bitcoin berpeluang kembali menembus US$82.000 setelah pergerakannya semakin mendekati ujung pola konsolidasi pada grafik 4 jam.
Namun, peluang kenaikan tersebut dibayangi risiko pembalikan tajam karena area US$82.000 dapat menjadi tempat pengambilan likuiditas sebelum BTC bergerak turun menuju level yang lebih rendah.
Pada saat artikel ini disusun, BTC masih anteng di kisaran US$78.000, dengan penurunan harian sekitar 0,35 persen. Harga Bitcoin masih kesulitan mencoba berdiri kembali di atas level psikologis US$80.000, sehingga kemampuan pembeli mempertahankan momentum di atas area tersebut akan menjadi salah satu faktor penting bagi arah pergerakan berikutnya.
Harga BTC Bisa Sentuh US$82.000, Justru di Sini Jebakannya Mengintai
Analis kripto Void menyoroti struktur teknikal BTC pada grafik 4 jam yang tengah membentuk pola falling wedge. Pada grafik yang dibagikannya, harga Bitcoin telah berada semakin dekat dengan ujung dari pola itu.

Meski falling wedge kerap dikaitkan dengan peluang breakout ke atas, Void menilai kenaikan berikutnya belum tentu menjadi awal reli berkelanjutan.
“Bitcoin masih bisa menyapu US$82.000 sebelum pergerakan sebenarnya benar-benar dimulai nanti,” ujarnya.
Menurutnya, pergerakan semacam itu berpotensi menarik trader yang terlambat membuka posisi long sebelum pasar mengalami rejection.
Skenario tersebut menempatkan area US$79.000-US$80.000 sebagai resistance terdekat yang perlu dilewati terlebih dahulu. Jika harga Bitcoin berhasil keluar dari wedge dan melanjutkan kenaikan, US$82.000 akan menjadi level berikutnya yang diperhatikan. Namun, kegagalan mempertahankan breakout dapat mengubah kenaikan itu menjadi fakeout.
Jika rejection muncul setelah liquidity sweep, Void melihat US$74.000 dan area range low sebagai targetberikutnya. Grafiknya bahkan menunjukkan kemungkinan penurunan lebih jauh menuju fair value gap (FVG) sekitar US$72.000-US$73.000.
Zona tersebut merupakan ketidakseimbangan harga yang terbentuk dalam pergerakan sebelumnya dan diproyeksikan sebagai area yang berpotensi kembali didatangi BTC.
Dengan demikian, proyeksi US$82.000 bukan semata target bullish. Dalam skenario Void, kenaikan ke area tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses pengambilan likuiditas sebelum harga Bitcoin berbalik turun.
Konfirmasi bearish akan menjadi lebih kuat apabila BTC kemudian kehilangan support wedge dan gagal mempertahankan area range low.
Bitcoin Mulai Pulih, Tapi Uang Segar Belum Benar-Benar Masuk
Di luar struktur teknikal tersebut, analisis XWIN Japan di CryptoQuant menunjukkan kondisi pasar Bitcoin mulai memberikan sejumlah sinyal pemulihan, tetapi belum cukup untuk memastikan dimulainya tren bullish berkelanjutan. Tekanan jual terlihat mereda, sementara permintaan baru dari pasar spot masih tertinggal.

Net Realized Profit and Loss telah kembali positif, sedangkan Long-Term Holder SOPR pulih ke 1,2, yang menunjukkan berkurangnya realisasi kerugian dari pemegang jangka panjang.
Alamat yang dikategorikan sebagai accumulation addresses juga telah menguasai sekitar 2,3 juta BTC, sementara posisi short hedge fund dilaporkan menurun. Pada saat yang sama, deposit Bitcoin berukuran besar ke bursa tidak melonjak meskipun harga Bitcoin sempat mendekati US$80.000.
Namun, data permintaan belum sepenuhnya mendukung perubahan tren. Spot CVD 90 hari masih netral, mengindikasikan pasar futures memainkan peran besar dalam rebound yang terjadi.
Cadangan stablecoin Binance memang bertambah sekitar US$1,6 miliar dalam satu bulan, tetapi kondisi likuiditas tetap menjadi perhatian. Coinbase Premium yang negatif dan rasio deposit whale yang masih tinggi turut memberi alasan bagi pasar untuk berhati-hati.
“Tekanan jual mulai mereda, tetapi pembeli spot baru masih belum cukup kuat,” ungkap XWIN Japan.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa membaiknya indikator profitabilitas belum otomatis berarti permintaan baru telah masuk dalam skala yang mampu menopang reli.
Menurut XWIN Japan, penembusan berkelanjutan di atas US$80.000 yang disertai penguatan permintaan spot dan likuiditas akan memberikan bukti lebih kuat mengenai transisi bullish. Sampai kondisi itu terlihat, reli yang banyak digerakkan leverage masih menyimpan risiko volatilitas tinggi.
Karena itu, meskipun harga Bitcoin berpeluang menguji US$82.000, kemampuan pasar spot menopang kenaikan akan menentukan apakah pergerakan tersebut berkembang menjadi breakout berkelanjutan atau justru berakhir sebagai jebakan sebelum koreksi berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


