Harga Bitcoin Bisa Turun 10 Persen, tetapi Pola Ini Beri Harapan Baru

Harga Bitcoin masih bergerak sideways di kisaran US$63.000 hingga US$65.000 pada awal Agustus. Pasar kini menunggu konfirmasi arah tren selanjutnya, sementara sejumlah analisis mulai menghadirkan sinyal menarik untuk dicermati.

Bitcoin Tertekan Saat S&P 500 Melesat

Grafik yang dibagikan analis IT Tech pada Rabu (05/08/2026) memperlihatkan kontras antara pergerakan BTC dan saham AS. Sepanjang tahun berjalan, S&P 500 naik 12,46 persen dan menyentuh level 7.713.

Pada periode yang sama, Bitcoin justru melemah 44,19 persen. Harga BTC terlihat turun dari area sekitar US$125.000 menuju US$64.000, sementara S&P 500 berhasil bangkit dari koreksi April.

Pemulihan tersebut membawa indeks saham AS kembali mendekati rekor tertingginya. Namun, IT Tech menilai perbedaan kinerja itu belum tentu menandakan bahwa Bitcoin akan terlepas dari pergerakan pasar saham.

Sebaliknya, pelemahan ekuitas justru berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar kripto, terutama karena volatilitas Bitcoin jauh lebih tinggi dibandingkan pasar saham.

Decoupling hanya terjadi ketika ada katalis yang berasal dari industri kripto, bukan sekadar harapan. Volatilitas harian Bitcoin tiga hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan S&P 500. Ketika saham turun 2 persen, Bitcoin bisa terkoreksi sekitar 6 hingga 10 persen,” tuturnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bikin Pasar Salah Baca? Skenario Tersembunyi Ini Bidik Lompatan ke US$150 Ribu
Performa Harga Bitcoin vs S&P 500 - IT Tech
Performa Harga Bitcoin vs S&P 500 – IT Tech

Tekanan tersebut dapat semakin berat apabila posisi long di pasar derivatif mulai terlikuidasi. Kondisi ini bisa memicu tekanan jual berantai, sehingga koreksi harga Bitcoin berlangsung lebih cepat dan lebih dalam dibandingkan pasar saham.

Karena itu, IT Tech menilai reli BTC berikutnya membutuhkan katalis khusus dari industri kripto. Tanpa faktor tersebut, harapan bahwa harga Bitcoin akan menguat ketika saham melemah masih dinilai terlalu spekulatif.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pola Bullish Crossover Beri Harapan Baru

Meski tekanan makro masih membayangi, analis kripto Washigorira melihat sinyal berbeda pada grafik Bitcoin dua bulanan. Dalam analisis yang dibagikan pada Selasa (04/08/2026), Stochastic RSI mulai menunjukkan pola bullish.

Indikator tersebut kini berada di area rendah dan berpotensi membentuk bullish crossover. Sinyal ini menarik perhatian karena sebelumnya cukup konsisten muncul di sekitar titik terendah utama pasar Bitcoin.

“Stochastic RSI dua bulanan telah menjadi indikator yang cukup andal untuk mendeteksi titik terendah utama pasar. Kini, pola bullish crossover lainnya diperkirakan segera terbentuk,” ujarnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Jeblok Parah, Analisis: Bidik 60 Ribu Dolar

Indikator tersebut sebelumnya membantu menandai sejumlah fase bottom Bitcoin. Pola serupa terlihat pada 2015, 2019, dan 2023, sebelum harga memasuki fase pemulihan berikutnya.

Menariknya, jarak kemunculan sinyal tersebut terlihat cukup konsisten, yakni sekitar 23 batang dua bulanan. Kondisi ini mulai memunculkan spekulasi bahwa BTC sedang mendekati titik balik dalam siklus pasar.

Prediksi Harga Bitcoin Agustus 2026 - Washigorira
Prediksi Harga Bitcoin Agustus 2026 – Washigorira

Pada grafik, garis Stochastic RSI juga terlihat mulai berbelok setelah turun ke wilayah oversold. Apabila garis cepat menembus garis sinyal, pasar dapat memperoleh konfirmasi bullish awal.

Namun, Washigorira mengingatkan bahwa crossover belum sepenuhnya terbentuk. Sinyal ini masih berpotensi menjadi fakeout apabila momentum gagal berlanjut atau harga kembali kehilangan area support utama.

US$57.700 dan US$67.000 Jadi Level Penentu

Melengkapi dua pandangan analis sebelumnya, Axel Adler Jr menilai bahwa Bitcoin memasuki Agustus dalam posisi terjepit. Harga saat ini bergerak di antara dukungan US$57.700 dan resistansi US$67.000.

Kedua level itu menjadi batas penting untuk menentukan pergerakan berikutnya. Terlebih lagi, catatan historis menunjukkan bahwa Agustus bukan bulan yang cukup bersahabat bagi Bitcoin.

“Dalam 13 tahun terakhir, Bitcoin menutup perdagangan Agustus di zona merah sebanyak sembilan kali. Kali ini, BTC memasuki Agustus dengan pergerakan terjepit antara dukungan US$57.700 dan resistansi US$67.000,” ungkap Adler di X, Rabu (05/08/2026).

BACA JUGA:  Sinyal Langka Muncul Tiga Kali! Analis Sebut Bitcoin Masih Murah

Catatan tersebut membuat area US$64.000 belum sepenuhnya aman. Apabila tekanan makro meningkat dan support penting tertembus, Bitcoin berisiko kembali menguji valuasi on-chain atau bahkan realized price.

Harga Bitcoin Sedang Ketuk Pintu Reli? Analis Ungkap Level yang Bisa Ubah Segalanya

Sebaliknya, penembusan kuat di atas US$67.000 dapat memperkuat sinyal bullish dari Stochastic RSI. Pergerakan itu juga membuka peluang perubahan sentimen setelah pelemahan panjang selama setahun terakhir.

Dengan demikian, pergerakan harga Bitcoin selanjutnya kemungkinan dipengaruhi arus dana ETF, kebijakan Federal Reserve, tekanan pasar saham, serta katalis internal kripto. Kombinasi faktor tersebut akan menentukan validitas pola bullish terbaru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait