Harga Bitcoin Cetak Sinyal Bullish Langka, Terakhir Muncul Sebelum Reli Besar 2022

Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah mencatat penguatan dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan pasar derivatif.

Di saat sentimen pasar mulai membaik, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan sinyal yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah pergerakan aset kripto terbesar tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.073, setara Rp1,15 miliar, naik sekitar 0,70 persen dalam 24 jam terakhir dan menguat 7,60 persen sepanjang tujuh hari terakhir. Volume perdagangan harian juga melonjak menjadi US$36,13 miliar.

Sementara itu, data CoinGlass menunjukkan aktivitas di pasar derivatif ikut meningkat, dengan volume perdagangan melonjak 115,27 persen menjadi US$77,71 miliar, sedangkan open interest bertambah 0,41 persen ke level US$47,72 miliar, menandakan minat pelaku pasar masih tetap tinggi.

BTC open interest 7 juli

Sinyal Bullish yang Hilang Sejak 2022 Akhirnya Muncul Lagi

Di tengah penguatan tersebut, analis Theo menilai struktur teknikal Bitcoin mengalami perubahan penting setelah indikator pada grafik mingguan mencetak full weekly buy signal. Menurutnya, sinyal seperti ini terakhir kali muncul pada November 2022, tepat sebelum Bitcoin memasuki reli besar pada siklus berikutnya.

BTC analisis 7 jul

Theo menyebut kemunculan sinyal tersebut mengubah skenario yang sebelumnya berkembang di pasar. Dari grafik yang dibagikannya, area US$60.000 hingga US$62.000 kini menjadi support utama setelah Bitcoin membentuk Swing Failure Pattern (SFP) dan berhasil kembali bergerak di atas area tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Ada Apa dengan Penambang Bitcoin? Data Ini Ungkap Tren Negatif yang Tak Kunjung Berakhir

Reaksi harga di zona itu dinilai menunjukkan minat beli yang masih kuat untuk mempertahankan struktur bullish jangka panjang.

Di sisi atas, resistance terdekat berada di kisaran US$80.000 hingga US$82.000. Apabila area tersebut mampu ditembus, struktur teknikal Bitcoin diperkirakan akan semakin menguat. Selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas support utama, peluang kelanjutan tren naik dinilai tetap terbuka.

Pola Siklus Bitcoin Kembali Selaras, Reli Besar Dinilai Kian Dekat

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Batman yang menilai pergerakan Bitcoin masih mengikuti pola siklus historisnya dengan sangat dekat.

BTC analisis terbaru 7 juli

Berdasarkan grafik bulanan yang dibagikannya, setiap fase bullish besar pada siklus sebelumnya selalu diawali oleh periode akumulasi, kemudian diikuti koreksi sekitar 12 candle bulanan atau kurang lebih 365 hari, sebelum memasuki reli berikutnya yang rata-rata berlangsung sekitar 34 candle bulanan atau sekitar 1.035 hari.

Menurut Batman, koreksi pada siklus saat ini kemungkinan sudah memasuki tahap akhir. Penurunan sejak puncak sebelumnya baru berlangsung sekitar 9 candle bulanan atau sekitar 275 hari, sehingga durasinya mulai mendekati pola yang beberapa kali terjadi pada siklus-siklus sebelumnya.

Oleh karena itu, area harga Bitcoin saat ini dipandang sebagai zona penting yang berpotensi menjadi fondasi sebelum tren naik berikutnya terbentuk.

BACA JUGA:  Harga XRP Bisa Anjlok Sebelum Meledak? Analis Temukan Pola Historis Ini

Apabila pola historis kembali berulang, Batman memperkirakan Bitcoin memiliki peluang memasuki reli makro baru setelah fase koreksi selesai. Berdasarkan proyeksi pada grafiknya, target jangka panjang bahkan mengarah ke kisaran US$160.000.

Namun, skenario tersebut tetap bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan struktur siklusnya dan mengonfirmasi berakhirnya fase koreksi dalam beberapa bulan mendatang.

Tekanan Jual Bitcoin Meningkat, Investor Jadi Pelaku Utama

Di sisi lain, data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul saat ini lebih banyak berasal dari investor dibandingkan penambang.

Analis PelinayPA menilai bahwa kombinasi Exchange Netflow Binance sebesar 623 BTC, Puell Multiple di level 0,62, serta Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) sebesar 0,16 memberikan gambaran mengenai sumber utama tekanan di pasar.

bitcoin investor 7 jul

Menurutnya, arus masuk Bitcoin ke Binance yang lebih besar dibandingkan arus keluarnya mengindikasikan semakin banyak investor memindahkan aset mereka ke bursa. Mengingat Binance merupakan pusat likuiditas terbesar di dunia, kondisi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya tekanan jual dari kalangan investor.

Sebaliknya, penambang belum terlihat menjadi kontributor utama tekanan tersebut. PelinayPA menjelaskan bahwa nilai Puell Multiple yang masih berada di bawah rata-rata historis menunjukkan pendapatan penambang relatif rendah, tetapi mereka justru memilih mempertahankan kepemilikan Bitcoin dibanding menjualnya dalam kondisi kurang menguntungkan.

BACA JUGA:  Sadis! Trader Kripto Raup Rp10 Miliar dalam Sehari Berkat ANSEM

Sementara itu, nilai NUPL yang masih berada di angka 0,16 menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan oleh investor masih tergolong rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan banyak pelaku pasar yang masih menjual dengan keuntungan tipis atau bahkan dalam posisi rugi, sehingga euforia pasar belum terbentuk.

“Secara keseluruhan, perilaku investor menunjukkan likuiditas sisi jual sedang meningkat, tetapi hal itu tidak didorong oleh aksi ambil untung secara luas maupun penjualan besar dari para penambang,” ujar PelinayPA.

Meski tekanan jual dari investor masih terlihat, minimnya aksi distribusi dari penambang dan pemegang jangka panjang menjadi faktor yang dinilai dapat membatasi tambahan pasokan ke pasar.

Dengan munculnya sinyal beli mingguan yang langka serta pola siklus yang masih dianggap konsisten, harga Bitcoin kini memasuki fase penting yang akan menentukan apakah tren bullish berikutnya benar-benar mulai terbentuk atau masih membutuhkan waktu untuk memperoleh konfirmasi lebih lanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait