Harga Bitcoin dalam Bahaya, Ini Prediksi Terbarunya!

Pergerakan harga Bitcoin kembali menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Pada awal pekan lalu, harga BTC sempat anjlok hingga menyentuh level US$98.000, meskipun kemudian berhasil rebound tipis ke kisaran US$100.000. 

Tren pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan trader, yang mulai mempertanyakan apakah koreksi ini hanya sementara atau menjadi sinyal awal tren bearish yang lebih dalam.

Bitcoin Berisiko Turun, Tapi Ada Potensi Rebound

Menurut analisis CobraVanguard pada Kamis (06/11/2025), harga Bitcoin saat ini membentuk pola head and shoulders klasik. Pola dengan tiga puncak: left shoulder, head, dan right shoulder ini mengindikasikan potensi pembalikan tren dari bullish ke bearish.

“Seperti yang terlihat, harga telah turun secara signifikan setelah menembus pola head and shoulders, dan kini, dengan adanya stabilisasi harga, ada potensi untuk kembali ke level tertingginya sebelumnya,” jelasnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Gerai Minuman Indonesia Ini Terima Pembayaran Kripto
Proyeksi Rebound Bitcoin - CobraVanguard
Proyeksi Rebound Bitcoin – CobraVanguard

Setelah menembus garis neckline di kisaran US$109.000 hingga US$110.000, harga Bitcoin langsung terkoreksi tajam sekitar 13,5 persen, turun hingga menyentuh area US$98.000 sebelum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Area US$98.679 menjadi zona kunci atau Potential Reversal Zone (PRZ) yang menandakan pembalikan arah. Tekanan jual melemah, dan jika level ini bertahan, Bitcoin berpotensi rebound karena area ini juga berfungsi sebagai support psikologis di bawah US$100.000.

Resistance utama kini berada di kisaran US$109.000 hingga US$110.000. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atasnya, sinyal pemulihan akan semakin kuat dengan target kenaikan menuju sekitar US$125.000.

Selama harga belum menembus resistance tersebut, tren jangka pendek masih cenderung sideways hingga bearish ringan, sementara momentum pasar terlihat mulai stabil menjelang arah pergerakan berikutnya.

Gejolak Ekonomi Masih Membayangi BTC

Meskipun secara teknikal ada potensi rebound, kondisi ekonomi global tetap memperkuat risiko koreksi bagi Bitcoin. Pengetatan likuiditas dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan aset berisiko seperti kripto.

BACA JUGA:  Blockchain Digadang jadi Tulang Punggung Penting Ekonomi AI Korsel

Kondisi pasar global semakin menambah tekanan, terutama dengan adanya narasi krisis dan kekhawatiran gelembung AI. Hal ini membuat banyak investor bersikap lebih hati-hati terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

Ini Alasan Utama Mengapa Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok

Secara teknikal, area support di angka US$98.679 menjadi zona kunci yang perlu diperhatikan sebagai potensi titik rebound. Level ini bisa menjadi acuan bagi investor untuk menilai kemungkinan stabilisasi harga.

Sementara itu, resistance di US$109.000–US$110.000 tetap menjadi penghalang penting untuk sinyal pemulihan. Selama tekanan ekonomi dan risiko global tetap tinggi, tren jangka pendek mata uang kripto Bitcoin diprediksi cenderung sideways. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia