Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok Dulu Lalu Meledak, Target Berikutnya Bikin Melongo

Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memetakan skenario yang cukup kontras untuk pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Di tengah posisi BTC yang masih bergerak di kisaran US$63.000, sebagian analis melihat peluang koreksi lebih dalam menuju area US$56.000 sebelum memulai reli baru, sementara sebagian lainnya menilai pasar justru berpotensi naik terlebih dahulu menuju US$74.000.

Perbedaan pandangan tersebut muncul ketika pelaku pasar masih berusaha menentukan apakah fase penurunan yang berlangsung sejak akhir 2025 telah mendekati titik akhir atau justru masih menyisakan satu gelombang koreksi lagi.

Kondisi ini membuat harga Bitcoin berada dalam fase yang dinilai krusial karena setiap pergerakan di area support dan resistance utama berpotensi menentukan arah tren berikutnya.

Harga Bitcoin Masih Belum Aman? Area US$56.000 Jadi Kunci Skenario Ini

Salah satu pandangan yang banyak diperbincangkan datang dari analis Klondike yang menyoroti kemiripan struktur pasar Bitcoin saat ini dengan pola Wyckoff Accumulation. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, BTC dinilai telah menyelesaikan beberapa tahap awal akumulasi setelah mengalami penurunan tajam dari area di atas US$100.000.

BTC analisis Klondike 21 jn

Dalam pemetaannya, harga Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$63.700 dengan area support penting berada pada rentang US$59.100 hingga US$61.000. Sementara itu, resistance utama berada di sekitar US$76.000 dan US$81.400 yang menjadi batas atas struktur akumulasi tersebut.

BACA JUGA:  10 Proyek Kripto Solana yang Layak Dipantau Akhir Mei 2026

Klondike menilai pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi lebih panjang sebelum mencapai tahap yang dikenal sebagai spring, yaitu fase ketika harga turun sementara untuk menyapu likuiditas dan menguji kekuatan permintaan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam skenario ini, Bitcoin diperkirakan dapat bergerak turun menuju kawasan US$56.000 hingga US$59.000 terlebih dahulu.

Menurutnya, fase tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses pembentukan dasar siklus jangka panjang. Setelah spring selesai, BTC berpotensi memasuki fase pemulihan yang ditandai dengan kemunculan Last Point of Support (LPS) dan Sign of Strength (SOS) sebelum akhirnya menembus resistance utama.

Klondike mengakui awalnya cukup skeptis terhadap skenario tersebut. Namun setelah mengamati perkembangan struktur grafik dalam beberapa bulan terakhir, ia menilai pola Wyckoff semakin terlihat relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Ia memperkirakan peluang skenario tersebut terjadi berada di kisaran 65 persen dibandingkan kemungkinan pasar bergerak di luar pola tersebut.

BACA JUGA:  Sejarah 2015 Terulang? Begini Prediksi Awal Bull Market Terbesar Bitcoin

Sinyal Pemulihan Muncul, BTC Berupaya Rebut Resistance Penting

Di tengah proyeksi koreksi yang lebih dalam, analis GainMuse melihat kondisi jangka pendek yang relatif lebih konstruktif. Dalam analisisnya, harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$63.600 hingga US$63.700 setelah berhasil memantul dari area support lokal sekitar US$62.400.

BTC analisis gainmuse 21 jun

GainMuse menilai BTC telah kembali bergerak di atas struktur yang sebelumnya sempat ditembus dan kini berupaya mempertahankan area support jangka pendek di sekitar US$63.200. Selama level tersebut mampu bertahan, peluang pemulihan menuju resistance berikutnya di rentang US$64.800 hingga US$65.000 masih terbuka.

Ia juga menyoroti sejumlah faktor fundamental yang mendukung pemulihan secara hati-hati. Arus masuk dana ke produk Bitcoin ETF disebut masih berlangsung stabil, sementara minat beli dari investor institusional dinilai belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan.

Meski demikian, GainMuse mengingatkan bahwa pelaku pasar masih cenderung berhati-hati setelah pernyataan terbaru The Fed yang mempertahankan tekanan terhadap aset berisiko. Karena itu, respons pasar saat mendekati area US$65.000 dipandang akan menjadi salah satu penentu arah harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Seandainya Bitcoin Batal Cetak Bottom Baru, tapi Langsung ke US$72 Ribu

Sementara itu, analis Noncler mengangkat pandangan yang lebih agresif. Ia melihat BTC berpotensi bergerak menuju US$74.000 terlebih dahulu sebelum akhirnya menentukan apakah titik terendah siklus benar-benar sudah terbentuk.

BACA JUGA:  Sosok Menteri Bahlil Lahadalia di Tengah Hype Meme Coin

Bitcoin analisis 21 jun

Menurut pandangan tersebut, pasar mungkin belum mencetak dasar siklus terakhir. Namun sebelum terjadi fase kapitulasi final, harga Bitcoin berpotensi mengalami kenaikan yang cukup kuat menuju salah satu level terpenting pada grafik.

Kenaikan tersebut dinilai dapat menciptakan optimisme baru di kalangan investor kripto. Dalam kondisi seperti itu, pasar berpotensi kembali menarik minat investor yang sebelumnya memilih menunggu di pinggir pasar karena menganggap fase koreksi telah berakhir.

Setelah reli tersebut terjadi, barulah pasar akan menentukan apakah masih diperlukan koreksi tambahan untuk membentuk titik terendah yang sesungguhnya atau justru melanjutkan tren naik yang lebih besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait