Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah analis teknikal Niels memproyeksikan aset kripto terbesar di dunia itu masih memiliki ruang kenaikan menuju kisaran US$70.000 hingga US$72.000 sebelum berpotensi mengalami koreksi yang lebih dalam.
Proyeksi tersebut muncul ketika Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di US$66.309, setara Rp1,18 miliar, dengan kenaikan 2,29 persen dalam 24 jam terakhir dan menguat 6,55 persen selama sepekan.
Pergerakan tersebut dinilai mendukung skenario reli jangka pendek yang sedang berlangsung, meski masih menyisakan risiko koreksi setelah mencapai area resistance utama.
Bitcoin Diproyeksikan Naik Dulu Sebelum Berbalik Turun
Dalam analisis terbarunya, Niels menilai Bitcoin saat ini sedang menjalani fase relief rally, yakni pemantulan harga setelah mengalami tekanan yang cukup besar. Ia membandingkan struktur grafik mingguan saat ini dengan pola akumulasi sebelumnya yang akhirnya berhasil mengawali tren kenaikan kuat.

Menurutnya, target utama dari reli tersebut berada di kisaran US$70.000 hingga US$72.000. Area itu menjadi zona resistance penting yang sebelumnya juga berfungsi sebagai Automatic Rally (AR) dalam struktur Wyckoff, sehingga berpotensi menjadi titik di mana tekanan jual kembali meningkat.
Meski memproyeksikan kenaikan terlebih dahulu, Niels belum melihat reli ini sebagai awal dari tren bullish jangka panjang. Sebaliknya, ia memperkirakan harga Bitcoin berpeluang kembali melemah setelah menyentuh area tersebut.
Berdasarkan skenario yang ia buat pada grafik, Bitcoin diperkirakan dapat turun menuju sekitar US$55.000. Level tersebut berada di dekat area support yang juga berpotensi menjadi fase spring dalam metode Wyckoff, yaitu kondisi ketika harga mengambil likuiditas di bawah support sebelum berusaha membangun fondasi kenaikan baru.
Dengan demikian, level yang patut dicermati investor dalam waktu dekat adalah US$70.000–US$72.000 sebagai area resistance utama, sementara US$55.000 menjadi zona support yang diperkirakan akan diuji apabila tekanan jual kembali mendominasi pasar.
Akumulasi Whale Menguat di Tengah Pelemahan Harga BitcoinÂ
Di sisi lain, data on-chain justru menunjukkan aktivitas akumulasi yang semakin agresif dari investor besar. Analis Caueconomy di CryptoQuant mengungkapkan bahwa dompet yang menyimpan 1.000 hingga 10.000 Bitcoin mempercepat pembelian mereka pada laju tercepat dalam beberapa bulan terakhir.

Selama 30 hari terakhir, kelompok whale tersebut diketahui telah mengakumulasi hampir 48.000 BTC. Akibatnya, total kepemilikan mereka kembali mencapai sekitar 3,09 juta BTC, atau kembali ke level sebelum penurunan yang terjadi pada Februari, meskipun harga Bitcoin saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya.
Menurut Caueconomy, pola tersebut mencerminkan perilaku yang umum dilakukan institusi besar ketika menghadapi pelemahan pasar.
“Whale mengakumulasi saat pasar melemah dan mendistribusikan aset ketika euforia terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak pelaku pasar ingin memiliki aset sebesar para whale, tetapi tidak banyak yang mampu menerapkan pola transaksi seperti investor institusional. Alih-alih menunggu waktu yang dianggap paling sempurna untuk membeli, kelompok ini justru cenderung meningkatkan akumulasi ketika sentimen pasar masih lemah.
Kombinasi antara proyeksi reli jangka pendek menuju US$72.000 dan meningkatnya akumulasi oleh whale menunjukkan bahwa harga Bitcoin masih berada dalam fase yang menarik untuk diamati.
Meski demikian, analis tetap mengingatkan bahwa volatilitas tinggi masih berpotensi terjadi, terutama jika harga gagal menembus area resistance utama dan kembali bergerak menuju zona support di sekitar US$55.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


