Harga Bitcoin Hari Ini 28 Maret 2026, Rp 1,125 Miliar per BTC

Harga Bitcoin hari ini, Sabtu (28/3/2026), tercatat berada di kisaran Rp 1,125 miliar per BTC atau sekitar US$66.117, setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait risiko geopolitik yang telah diidentifikasi pasar menjelang awal April.

Secara performa jangka pendek, harga Bitcoin hari ini tercatat melemah sekitar 4,07 persen dalam 24 jam terakhir, sementara dalam empat jam terakhir pergerakannya relatif stabil dengan penurunan tipis sekitar 0,06 persen.

Berdasarkan analisis on-chain dari GugaOnChain di CryptoQuant, Bitcoin saat ini berada dalam fase defensif yang menitikberatkan pada perlindungan modal. Risiko yang disebut sebagai “Grey Swan,” yakni ketidakpastian yang sudah diketahui sebelumnya, dinilai menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah serta kenaikan harga minyak Brent di atas US$103 telah menjadi perhatian pelaku pasar.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Kripto Naik Kelas, JPMorgan Kini Terima BTC dan ETH sebagai Jaminan

Jika situasi memburuk, korelasi Bitcoin dengan indeks saham teknologi seperti NASDAQ berpotensi menyeret harga lebih rendah, bahkan membuka kemungkinan penurunan dari area support US$65.000 menuju kisaran Realized Price di sekitar US$54.000.

“Dalam mode perlindungan, aturannya jelas, jangan menebak dasar harga saat kondisi belum stabil,” ujar GugaOnChain.

Likuiditas Kuat, Whale Siap Masuk

Meski tekanan harga masih berlangsung, data on-chain menunjukkan adanya fondasi likuiditas yang kuat.

GugaOnChain mencatat bahwa indikator Exchange Stablecoins Ratio USD berada di level 1,51, yang mencerminkan kondisi likuiditas paling solid dalam dua tahun terakhir. Sebagai perbandingan, rasio ini sempat mencapai 5,38 saat puncak pasar pada 2024.

stablecoin ratio Bitcoin

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar pelaku pasar besar atau whale masih menyimpan cadangan dana dalam bentuk stablecoin di bursa. Dengan kata lain, terdapat “dry powder” yang siap digunakan untuk menyerap tekanan jual atau membeli saat harga turun.

BACA JUGA:  Ferry Irwandi Ingatkan Pentingnya Literasi bagi Trader Kripto

Strategi yang diambil oleh pelaku pasar besar saat ini cenderung menunggu hingga ketidakpastian mereda. Selama rasio tersebut stabil atau menurun, hal itu menunjukkan bahwa likuiditas tetap berada di pasar dan dapat menjadi penopang terhadap potensi penurunan lebih lanjut.

Namun, jika rasio mulai meningkat, misalnya dari 1,60 ke 1,80, maka hal tersebut menjadi sinyal peringatan. Kondisi itu dapat mencerminkan keluarnya dana dari bursa atau meningkatnya tekanan jual, yang berpotensi mempercepat koreksi harga.

Sentimen Pasar Bitcoin Melemah, Area Likuiditas Jadi Kunci

Di sisi lain, data tambahan dari analis pasar menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika likuiditas.

Dalam analisisnya, analis Leshka menyebut harga Bitcoin tengah menyapu likuiditas di area bawah, dengan klaster penting berikutnya berada di sekitar US$63.000. Jika level tersebut ditembus, ruang penurunan terbuka hingga kisaran US$56.000.

BACA JUGA:  US$420 Juta USDC “Lolos”? Tuduhan ZachXBT ke Circle Bikin Panas

Likuidasi BTC 28 Mar

Sementara itu, di sisi atas, klaster likuiditas di sekitar US$74.000 masih belum tersentuh, menunjukkan potensi target jika terjadi pemulihan harga.

Dari perspektif sentimen, platform analitik Santiment melaporkan bahwa penurunan harga Bitcoin hingga menyentuh sekitar US$65.600 telah mendorong sentimen pasar ritel masuk ke zona “extreme fear.”

harga Bitcoin Hari Ini Santiment

Kondisi ini secara historis sering kali menjadi sinyal awal potensi relief rally, mengingat pasar cenderung bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait