Harga Bitcoin hari ini, Jumat (3/4/2026), tercatat mengalami penurunan sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir dan kini berada di kisaran Rp1,13 miliar per BTC, setara US$66.724.
Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan makro global yang meningkat setelah pidato Presiden AS, Donald Trump, pada 1 April yang memicu perubahan besar dalam sentimen pasar global.
Berdasarkan data pasar, penurunan harga Bitcoin hari ini juga diikuti pergerakan negatif dalam jangka pendek, dengan koreksi sekitar 0,19 persen dalam 4 jam terakhir. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang masih berlangsung, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan pergeseran ke aset yang lebih aman.
Tekanan Global Picu Sentimen Risk-Off
Menurut analisis dari XWIN Research Japan di CryptoQuant, pemicu utama tekanan pasar berasal dari pidato Trump yang mengisyaratkan eskalasi konflik dengan Iran dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut secara langsung mengubah ekspektasi pasar, dari yang sebelumnya berharap adanya de-eskalasi menjadi kekhawatiran terhadap konflik yang lebih luas.
Pasar merespons cepat. Indeks saham utama di AS ditutup melemah, sementara pasar Asia mengalami tekanan lebih dalam. Di saat yang sama, harga minyak mentah melonjak tajam dan dolar AS menguat, menandakan adanya pergeseran likuiditas global.
Kondisi ini turut diperkuat oleh kenaikan volatilitas pasar, dengan indeks VIX yang meningkat dan spread obligasi yang melebar, mencerminkan penurunan kualitas likuiditas.
Dalam analisisnya, XWIN Research Japan menegaskan bahwa Bitcoin saat ini sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global.
“Bitcoin bukan aset safe haven, melainkan aset yang digerakkan oleh likuiditas,” ungkap XWIN Research Japan.
Struktur Derivatif Perbesar Risiko Penurunan Harga Bitcoin
Selain faktor makro, tekanan terhadap harga Bitcoin hari ini juga dipengaruhi oleh struktur pasar derivatif yang dinilai semakin rapuh.
Data dari CoinGlass menunjukkan volume perdagangan derivatif Bitcoin meningkat sekitar 8,30 persen menjadi US$62,36 miliar, sementara open interest justru turun 1,49 persen ke level US$46,98 miliar.

Penurunan open interest di tengah kenaikan volume mengindikasikan adanya penutupan posisi secara agresif, yang sering kali berkaitan dengan likuidasi. Dalam beberapa jam terakhir, tercatat sekitar US$50 juta posisi short telah terlikuidasi, menandakan tingginya volatilitas dan tekanan di pasar.

XWIN Research Japan juga menyoroti bahwa open interest di pasar futures CME saat ini berada di kisaran 180.000 hingga 200.000 BTC dan didominasi kontrak jangka pendek.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembentukan harga Bitcoin lebih banyak didorong oleh posisi leverage dibandingkan permintaan spot yang stabil.
Struktur seperti ini dinilai rentan terhadap efek domino. Ketika terjadi tekanan, posisi leverage cenderung dilikuidasi secara berantai, bukan diperpanjang, sehingga mempercepat penurunan harga.
Skenario Terburuk Bitcoin, Koreksi Bisa Capai 80 Persen
Dalam skenario moderat, XWIN Research Japan memperkirakan Bitcoin berpotensi mengalami penurunan hingga 25–30 persen dari level sebelumnya. Jika tekanan berlanjut dan permintaan spot tetap lemah, potensi koreksi jangka menengah dapat mencapai 60–70 persen.
Sementara itu, dalam skenario ekstrem seperti konflik global yang meluas atau gangguan besar terhadap likuiditas, BTC bahkan disebut berpotensi turun hingga sekitar 80 persen dari puncaknya.

Pandangan tersebut sejalan dengan analis lain, Lofty, yang melihat pola historis pergerakan Bitcoin masih berulang.
Ia menilai bahwa Bitcoin kemungkinan akan mengalami satu kali penurunan lagi sebelum memasuki fase akumulasi. Dalam beberapa pekan ke depan, koin utama ini diperkirakan dapat turun menuju area US$40.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



