Pergerakan harga Bitcoin hari ini terlihat loyo, dengan harga bergerak di kisaran US$87.200 hingga US$88.000 tanpa arah yang jelas. Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya ke mana arah selanjutnya. Apakah BTC berpeluang memulai reli pada awal pekan depan, atau justru masih bergerak sideways seperti saat ini?
Sinyal Bangkit Bitcoin Muncul, US$93.000 Jadi Penentu
Berdasarkan analisis harga Bitcoin terbaru yang diunggah oleh Captain Faibik pada Kamis (18/12/2025), pergerakan BTC mulai menunjukkan sinyal potensi pembalikan arah setelah melewati fase koreksi yang cukup panjang.
Pada timeframe 8 jam, Bitcoin bergerak dalam descending channel, namun tekanan jual terlihat melemah. Pola lower high yang pendek mengindikasikan momentum bearish mulai kehilangan tenaga dan membuka peluang technical rebound.
Saat ini, harga BTC bergerak sideways di zona konsolidasi US$85.000–US$90.000 yang berfungsi sebagai area akumulasi. Sementara itu, support kuat berada di kisaran US$83.000–US$85.000, yang berulang kali menahan penurunan harga.

Fokus pasar kini tertuju pada resistance kunci, yang sejalan dengan garis tren turun utama. Jika breakout di level ini dikonfirmasi, target kenaikan berikutnya terbuka menuju US$100.000 hingga US$120.000.
“Harga Bitcoin (BTC) terlihat siap untuk segera bangkit kembali. Kini, semua mata tertuju pada resistance level penting di level US$93.000,” tegasnya.
Namun, jika harga BTC gagal menembus area resistance tersebut, harganya berisiko kembali bergerak sideways atau menguji ulang support level bawah sebelum menentukan arah selanjutnya.
Bitcoin Undervalued, BTC/Gold Ratio Munculkan Harapan
Sementara itu, analis kripto Michaël van de Poppe menilai peluang kenaikan Bitcoin muncul dari perbandingannya dengan emas. Ia mencatat, pada beberapa siklus, titik terendah Bitcoin bertepatan dengan titik terendah BTC/Gold ratio, yang menjadi sinyal awal rebound.
Menurut analisis yang diunggah pada Sabtu (20/12/2025), kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan valuasi, yang membuka peluang kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
“Salah satunya mulai dinilai terlalu mahal (overvalued). Salah satunya justru dinilai terlalu murah (undervalued). Dalam tesis saya, emas sedang overvalued, sementara Bitcoin justru undervalued,” tegasnya.

Ia juga menyoroti munculnya bullish divergence pada timeframe harian BTC/Gold, yang menjadi sinyal awal potensi kelanjutan kenaikan harga. Divergensi ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah meski harga masih berada di area support.
Namun, analisis Wealthmanager mengingatkan bahwa BTC/Gold ratio masih berada di support krusial, yang pada siklus sebelumnya menjadi penentu awal bear market jika level ini gagal dipertahankan dan mungkin akan terjadi konsolidasi sebelum breakout.
“Saya memperkirakan kita akan bergerak konsolidasi di area ini untuk sementara waktu, namun peluang terjadinya breakout cukup besar dalam beberapa pekan ke depan,” tulisnya.

Masuki Fase Reset, Sinyal Akumulasi Muncul
Sejalan dengan itu, CryptoQuant menyoroti bahwa reset valuasi kembali terjadi. Berdasarkan data on-chain yang dibagikan pada Jumat (19/12/2025), NVT Golden Cross menunjukkan Bitcoin bergerak dari fase undervalued menuju keseimbangan.
Pada grafik, setiap kali NVT Golden Cross menyentuh zona bawah, Bitcoin cenderung berada di area dasar siklus. Pola sebelumnya diikuti oleh reli kuat, menandakan tekanan jual mulai mereda dan minat beli perlahan meningkat.
“Kondisi saat ini menunjukkan pasar sedang bertransisi dari fase undervaluation yang dalam menuju titik keseimbangan, sebuah fase yang secara historis kerap dikaitkan dengan periode akumulasi,” jelas mereka.

Dari sisi harga, Bitcoin bergerak terbatas di bawah resistance jangka menengah, sementara struktur konsolidasi mulai terbentuk. Support utama tetap terjaga, menjadi fondasi bagi pergerakan BTC selanjutnya.
Bitcoin Belum Bergerak, Pasar Menunggu Konfirmasi
Dengan harga yang masih bergerak datar, US$93.000 menjadi level penentu bagi arah Bitcoin selanjutnya. Breakout berpotensi membuka reli lanjutan, sementara kegagalan menembusnya dapat memperpanjang fase konsolidasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



