Kenaikan harga Bitcoin hari ini, Selasa (14/4/2026), kembali mencuri perhatian pasar setelah melonjak lebih dari 4 persen dalam 24 jam terakhir, di tengah tekanan derivatif dan sinyal kelangkaan pasokan yang kian kuat.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$74.309, setara Rp1,27 miliar, dengan kenaikan 4,45 persen harian dan 1,43 persen dalam 4 jam terakhir.
Laporan dari analis GugaOnChain di CryptoQuant menegaskan bahwa lonjakan harga ini bukan sekadar pergerakan biasa. Ia menyebut kondisi pasar saat ini menunjukkan kombinasi antara akumulasi besar di pasar over-the-counter (OTC) dan meningkatnya risiko supply shock yang dapat mendorong harga lebih tinggi dalam waktu singkat.
GugaOnChain menggarisbawahi bahwa pergerakan harga Bitcoin hari ini harus dilihat dari struktur pasar yang lebih dalam, bukan hanya dari grafik spot.
“Pasar spot itu seperti permukaan gunung es yang terlihat tenang, tetapi tekanan sebenarnya ada di derivatif,” ujarnya.
Tekanan Derivatif dan Short Squeeze Mendorong Harga Bitcoin
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa aktivitas di pasar derivatif menjadi kunci utama dalam memahami arah harga Bitcoin hari ini. Berdasarkan data CoinGlass, volume derivatif melonjak 69,12 persen menjadi US$77,16 miliar, sementara open interest naik 8,62 persen ke level US$56,16 miliar.

Di sisi lain, volume spot juga mengalami lonjakan sebesar 83,06 persen menjadi US$54,29 miliar, menandakan meningkatnya partisipasi pasar secara keseluruhan.
GugaOnChain menyoroti bahwa kondisi volatilitas rendah justru menjadi jebakan bagi banyak pelaku pasar ritel yang membuka posisi short. Funding rate yang negatif di berbagai bursa mencerminkan dominasi sentimen bearish. Namun, data likuidasi menunjukkan arah yang berlawanan.

Dalam 24 jam terakhir, posisi short senilai sekitar US$5,25 juta terlikuidasi, jauh lebih besar dibandingkan likuidasi long sebesar US$2,01 juta di satu bursa utama. Kondisi ini memperlihatkan terjadinya short squeeze, di mana kenaikan kecil pada harga Bitcoin hari ini memicu likuidasi berantai yang mempercepat kenaikan harga.
Akumulasi Whale dan Sinyal Kenaikan Lanjutan
Sementara itu, data dari Santiment menunjukkan bahwa investor besar atau whale terus meningkatkan akumulasi mereka. Alamat yang memegang antara 1.000 hingga 10.000 BTC kini menguasai lebih dari 4,25 juta BTC, setara sekitar 21,3 persen dari total pasokan.

Dalam satu hari, tercatat penambahan sekitar 27.652 BTC atau senilai lebih dari US$2 miliar. Akumulasi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan harga Bitcoin hari ini, sekaligus memperkuat narasi kelangkaan suplai di pasar.
Kondisi ini sejalan dengan pandangan GugaOnChain yang menilai bahwa setiap kenaikan kecil di tengah pasoka terbatas dapat memicu efek domino pada likuidasi, sehingga memperbesar potensi lonjakan harga.
Uji Support dan Deviasi, Arah Harga Bitcoin Kian Menarik
Dari sisi teknikal, analis GainMuse melihat bahwa Bitcoin saat ini berada dalam pola rising wedge pada time frame 3 jam. Struktur ini menunjukkan tren naik, namun dengan tekanan yang semakin menyempit, menciptakan potensi pergerakan eksplosif.

Harga BTC disebut sedang bergerak menuju area support di kisaran US$68.500 hingga US$69.500 sebagai bagian dari proses liquidity hunt, yakni upaya pasar untuk menguji kekuatan pembeli sebelum melanjutkan tren. Setelah fase ini selesai, potensi kenaikan menuju area US$76.500 hingga US$77.000 terbuka.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Ted yang memperkirakan adanya satu kali deviasi tambahan sebelum kemungkinan pergerakan turun. Ia menilai bahwa harga Bitcoin hari ini masih berpotensi menguat ke kisaran US$75.000 sebelum menentukan arah berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



