Harga Bitcoin Hari Ini Menghijau, 75 Ribu Dolar di Depan Mata?

Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak positif pada perdagangan hari ini setelah memasuki fase konsolidasi yang ketat. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut diperdagangkan di level US$65.094, setara Rp1,16 miliar, dengan kenaikan sekitar 1 persen dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini membuat perhatian pasar kembali tertuju pada peluang Bitcoin menembus level resistance berikutnya menuju area US$70.000 hingga US$75.000.

Kenaikan harga Bitcoin terjadi ketika pasar mulai mengamati struktur teknikal jangka pendek yang menunjukkan tekanan beli dan jual semakin berimbang.

Sejumlah analis menilai BTC saat ini berada dalam zona penentuan, karena breakout maupun penolakan dari level kunci dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Trader kini menunggu konfirmasi apakah momentum bullish mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual.

Bitcoin Dekati Titik Ledak, Level US$67 Ribu Jadi Penentu Reli

Analis HolderStat melihat Bitcoin pada time frame 4 jam sedang membentuk pola wedge, yang menunjukkan ruang pergerakan harga semakin menyempit sebelum menentukan arah baru.

Menurut analisis tersebut, BTC saat ini bereaksi di sekitar area base lokal setelah mengalami pemulihan dari penurunan sebelumnya, dengan buyer masih berusaha mempertahankan zona support utama.

BTC analisis 27jul

HolderStat menjelaskan bahwa pola wedge kecil yang muncul di dalam struktur lebih besar berpotensi memicu pergerakan tajam, tetapi trader perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya fake breakout.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika harga bergerak menembus resistance sementara, tetapi gagal mendapatkan dukungan volume yang cukup sehingga kembali berbalik arah.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 18 Juli 2026: PI, CRO, MUBARAK, LDO dan QNT Beri Sinyal Bullish Besar

Dalam struktur saat ini, area US$64.000–US$65.000 menjadi zona penting bagi buyer untuk dipertahankan. Selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, tekanan kenaikan masih dapat berkembang menuju resistance awal di sekitar US$67.000–US$68.000.

Apabila BTC berhasil menembus area resistance tersebut dengan dukungan volume, peluang kenaikan menuju US$70.000 hingga US$74.000 semakin terbuka. Level sekitar US$75.000 menjadi target psikologis berikutnya yang diperhatikan pasar karena berada dekat dengan batas atas struktur teknikal yang sedang terbentuk.

Sebaliknya, HolderStat memperingatkan bahwa kegagalan mempertahankan support dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali mencari likuiditas di area lebih rendah. Penurunan di bawah zona tersebut berpotensi membawa BTC menguji kembali area US$60.000–US$62.000 sebelum menentukan arah berikutnya.

Harga Bitcoin Uji Kekuatan Baru, US$66.500 Jadi Kunci Kenaikan

Analis Ardi menilai BTC saat ini berada dalam fase penentuan setelah beberapa kali menunjukkan pola retracement dalam yang kemudian diikuti pemulihan menuju higher high. Berdasarkan pola historis pergerakan terbaru, BTC beberapa kali mengalami koreksi tajam sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Bitcoin analisis 27 jul

Ardi mencatat bahwa sebelumnya Bitcoin turun dari US$61.400 menuju US$65.000, lalu mengalami koreksi ke US$61.700. Setelah itu, harga Bitcoin kembali naik dari US$61.700 menuju US$65.500 sebelum mengalami retracement berikutnya ke US$62.400. Dari area tersebut, BTC berhasil pulih dan mencetak puncak baru di sekitar US$66.500.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 14 Juli 2026: JTO, ETH, PUMP, PYTH dan AVAX Kirim Sinyal yang Bisa Bikin Pasar Terkejut

Menurut Ardi, pola tersebut membuat area pantulan saat ini menjadi penting untuk menentukan apakah momentum bullish masih terjaga. Level US$63.700 menjadi support utama yang perlu dipertahankan oleh buyer.

Selama area tersebut tidak ditembus, Bitcoin masih memiliki peluang mengulang pola pemulihan sebelumnya dan kembali menguji resistance US$66.500.

Jika harga Bitcoin mampu melewati US$66.500, Ardi memperkirakan level invalidasi swing harian di sekitar US$67.000 dapat dibatalkan. Kondisi tersebut berpotensi membuka ruang kenaikan lebih besar menuju area US$69.000 hingga US$70.000.

Namun, Ardi mengingatkan bahwa kegagalan BTC kembali mencapai US$66.500 dapat menjadi tanda awal melemahnya momentum bullish. Tekanan jual yang muncul setiap kali harga naik dapat menunjukkan bahwa seller masih aktif mempertahankan area resistance.

Akumulasi Besar Bitcoin Terjadi, Pasokan Likuid di Pasar Menyusut

Sementara itu, analis XWIN Japan di CryptoQuant menyoroti perubahan struktur pasokan Bitcoin yang semakin banyak berada di tangan holder jangka panjang.

Menurutnya, perubahan posisi bersih pemegang jangka panjang, atau Long-Term Holder (LTH), Bitcoin dalam periode 30 hari telah meningkat ke salah satu level tertinggi dalam catatan historis.

Bitcoin LTH 27 jul

XWIN Japan menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berarti investor lama sedang melakukan pembelian besar-besaran saat ini.

Fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh mekanisme klasifikasi 155 hari, yaitu ketika Bitcoin yang dibeli beberapa bulan sebelumnya mulai dikategorikan sebagai kepemilikan jangka panjang karena tidak berpindah tangan.

BACA JUGA:  Bank Terbesar Rusia Siap Hadirkan Layanan Trading Kripto

“Akumulasi holder jangka panjang memperketat pasokan Bitcoin,” ungkap XWIN Japan.

Menurut XWIN Japan, persetujuan Bitcoin ETF spot AS pada 2024 turut mempercepat penyerapan BTC ke dalam penyimpanan institusional. Pada saat yang sama, jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa terus menurun, sementara efek halving 2024 membuat pasokan baru semakin terbatas.

Kondisi tersebut menciptakan perubahan struktural di pasar, yaitu semakin banyak Bitcoin yang disimpan oleh investor dengan orientasi jangka panjang, sementara pasokan likuid untuk diperdagangkan semakin berkurang.

Meski demikian, XWIN Japan menilai akumulasi LTH yang tinggi belum otomatis menjamin kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Menurutnya, sinyal pasokan tersebut perlu didukung oleh faktor lain seperti peningkatan arus masuk ETF, penurunan cadangan Bitcoin di bursa, likuiditas stablecoin yang membaik, serta kemampuan BTC merebut kembali level biaya rata-rata holder jangka pendek.

Dengan kondisi pasokan yang semakin ketat, pasar melihat Bitcoin berpotensi memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi gelombang permintaan berikutnya. Namun, konfirmasi teknikal tetap menjadi faktor utama sebelum harga Bitcoin dapat melanjutkan perjalanan menuju level yang lebih tinggi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait